Warga Jakarta Perlu Tahu, Fenomena El Nino Diprakirakan terjadi di 2026 sampai 2027, Kok Bisa?
- Ilustrasi AI Gemini
Adapun 165 zona musim (17,03 persen) diperkirakan berlangsung normal, sedangkan 113 zona musim (9,52 persen) diprediksi mengalami kemunduran awal musim kemarau.
Dengan begitu, wilayah yang diperkirakan mengalami kemarau lebih awal antara lain Aceh, sebagian Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, sebagian besar Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung bagian utara, sebagian besar Banten, DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sejumlah wilayah di Papua.
Sementara dari sisi sifat hujan, BMKG menegaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau di bawah normal atau lebih kering dibandingkan kondisi rata-rata.
Sudah tercatat sebanyak 482 zona musim atau 56,18 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mengalami kondisi tersebut. Sementara itu, 210 zona musim (43,14 persen) diprediksi memiliki sifat hujan normal.
Apabila ditarik kesimpulan, El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di Samudra Pasifik yang memicu cuaca ekstrem global.
Mengutip dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bahwa El Nino berdampak signifikan dengan menyebabkan musim kemarau datang lebih awal, durasi yang lebih panjang, cuaca yang jauh lebih panas, serta penurunan curah hujan drastis yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan.(klw)
Load more