Judi Online Masih Merajalela di Indonesia, Padahal Dilarang Keras? Ini Penyebab Utama dan Solusi yang Perlu Dilakukan
- Gambar ilustrasi AI
Bandar Beroperasi dari Luar Negeri, Uang Mengalir Tanpa Batas
Salah satu tantangan terbesar dalam pemberantasan judi online adalah keberadaan operator utama yang berada di luar wilayah hukum Indonesia.
Judi daring dilarang berdasarkan Pasal 27 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Selain itu, Pasal 303 KUHP juga mengatur tindak pidana perjudian.
Namun banyak bandar besar justru beroperasi dari negara yang melegalkan atau memberi ruang bagi aktivitas perjudian daring.
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi pernah menjelaskan bahwa banyak server judi yang beroperasi dari negara seperti Kamboja dan Filipina.
Menurutnya, lokasi server yang berada di luar negeri membuat proses penegakan hukum menjadi jauh lebih rumit karena melibatkan yurisdiksi antarnegara.
Masalah semakin kompleks karena sebagian keuntungan hasil perjudian juga langsung dialirkan ke luar negeri. Akibatnya, aparat penegak hukum sering kali hanya dapat menjangkau agen, promotor, atau operator lapangan di Indonesia, sementara aktor utama berada di luar jangkauan hukum nasional.
Kondisi ini juga terjadi di banyak negara lain. Di Amerika Serikat misalnya, Federal Bureau of Investigation (FBI) kerap menghadapi kesulitan memburu operator perjudian ilegal yang berbasis di negara-negara Karibia dan Asia Tenggara.
Mengikuti Aliran Uang Lebih Penting daripada Memblokir Situs
Para ahli kejahatan siber menilai akar persoalan judi online sebenarnya terletak pada aliran dana.
Selama transaksi masih dapat dilakukan dengan mudah, bisnis perjudian akan terus menemukan cara untuk bertahan hidup.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, pernah menegaskan bahwa pemblokiran situs dan rekening saja tidak cukup untuk memberantas judi online.
Menurutnya, transaksi perjudian saat ini tidak hanya dilakukan melalui rekening bank domestik. Banyak pelaku memanfaatkan rekening luar negeri, dompet digital, aset kripto, hingga metode pembayaran lintas batas negara yang sulit dilacak.
Karena itu, pemberantasan harus dilakukan secara menyeluruh dengan menutup seluruh celah transaksi yang digunakan jaringan perjudian.
Pendekatan "follow the money" atau mengikuti aliran uang sebenarnya telah diterapkan di sejumlah negara maju. Amerika Serikat melalui Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) dan Inggris melalui National Crime Agency (NCA) lebih banyak memburu jalur pencucian uang dibanding sekadar menutup platform perjudian.
Load more