Faktor Ekonomi Jadi Pemicu? Ini Daftar Provinsi dengan Kriminalitas Tertinggi di Indonesia 2026, Narkoba Masih Mengancam
- Gambar ilustrasi AI
Daftar 10 besar wilayah dengan jumlah kejahatan tertinggi meliputi:
1. Jakarta – 77.261 kasus
2. Sumatera Utara – 60.724 kasus
3. Jawa Timur – 60.102 kasus
4. Jawa Tengah – 41.460 kasus
5. Sulawesi Selatan – 39.443 kasus
6. Jawa Barat – 37.636 kasus
7. Sumatera Selatan – 25.154 kasus
8. Riau – 17.799 kasus
9. Lampung – 16.249 kasus
10. Papua – 13.922 kasus.
Namun perlu dicatat, jumlah kasus tidak selalu mencerminkan tingkat risiko kriminalitas. Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk, beberapa provinsi dengan populasi lebih kecil justru memiliki risiko kriminal yang lebih tinggi dibanding wilayah padat penduduk.
Benarkah Faktor Ekonomi Menjadi Motif Utama?
Sejumlah data menunjukkan bahwa motif ekonomi masih mendominasi berbagai tindak pidana konvensional seperti pencurian, perampasan, penipuan, dan penggelapan.
Tekanan kebutuhan hidup, tingginya biaya kebutuhan pokok, serta keterbatasan lapangan kerja kerap menjadi pemicu sebagian pelaku memilih jalan pintas melalui tindak kriminal. Kondisi ini banyak ditemukan di kota-kota besar dengan tingkat urbanisasi tinggi.
Meski demikian, para kriminolog menilai kejahatan tidak dapat dijelaskan hanya melalui faktor ekonomi. Banyak kasus kejahatan modern justru dilakukan oleh pelaku yang memiliki kondisi ekonomi relatif baik, seperti penipuan digital, pencucian uang, perdagangan narkotika, hingga kejahatan siber.
Karena itu, pendekatan pencegahan kriminalitas harus mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, penguatan keluarga, hingga pengawasan terhadap kejahatan terorganisasi.
BPS juga mencatat bahwa pencurian masih menjadi jenis kejahatan yang paling sering terjadi di Indonesia. Sekitar 29,92 persen desa dan kelurahan melaporkan pencurian sebagai tindak kriminal yang paling dominan.
Ancaman Narkoba Masih Besar, Kalsel Jadi Contoh Nyata
Selain kejahatan konvensional, narkotika menjadi ancaman besar yang terus membayangi Indonesia.
Data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri mencatat terdapat 43.899 laporan kasus narkoba sepanjang Januari hingga November 2025.
Angka tersebut menempatkan narkoba sebagai jenis kejahatan dengan laporan terbanyak kedua yang ditangani Polri.
Polda Metro Jaya menjadi wilayah dengan penanganan kasus narkoba tertinggi, mencapai 6.420 kasus selama periode tersebut.
Ancaman jaringan narkotika internasional juga terlihat dari pengungkapan yang dilakukan Polda Kalimantan Selatan pada Juni 2026.
Dalam operasi yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel berhasil menggagalkan peredaran 128,7 kilogram sabu dan menangkap lima tersangka.
Load more