News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ruben Onsu Tak Mau Berlama-lama Jadi Sorotan, Kuasa Hukum Temui KPAI Hari Ini

Ruben Onsu tak ingin polemik hak asuh anak dengan Sarwendah berlarut-larut, kuasa hukumnya akan menemui KPAI hari ini untuk konsultasi secara langsung.
Senin, 22 Juni 2026 - 05:52 WIB
Ruben Onsu
Sumber :
  • YouTube The Onsu Family

tvOnenews.com - Kuasa hukum Ruben Onsu mengumumkan rencana menemui KPAI pada Senin, 22 Juni 2026, sebagai langkah konkret menyelesaikan polemik hak asuh anak yang selama ini menjadi sorotan publik dan dinilai mulai membuat masyarakat bosan.

Pengumuman tersebut pertama kali disampaikan melalui akun Instagram pribadi kuasa hukum Ruben Onsu. Selanjutnya, dalam tayangan YouTube Intens Investigasi pada 22 Juni 2026, kuasa hukum menjelaskan secara lebih rinci kepada awak media mengenai langkah hukum apa saja yang akan ditempuh untuk menyelesaikan konflik yang tengah berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kunjungan ke KPAI ini direncanakan berlangsung keesokan harinya setelah pengumuman dibuat. Tujuannya adalah melakukan konsultasi, menyamakan persepsi, sekaligus menyampaikan apresiasi atas dukungan yang sebelumnya telah diberikan oleh KPAI terhadap kasus ini.

Kuasa hukum menjelaskan alasan mengapa kunjungan ke KPAI dirasa perlu dilakukan, mengingat lembaga tersebut sudah lebih dahulu bersuara mendukung pihak Ruben Onsu.

"Termasuk besok ada rencana untuk ke KPAI, karena KPAI kan juga sudah bersuara. Artinya, ketika KPAI sudah bersuara memberikan dukungan, secara etika sepantasnyalah kami juga datang merapat ke KPAI, karena sudah memberikan dukungan, support, apresiasi, dan melakukan konsultasi, serta mungkin saja membuat laporan kalau memang dalam pembicaraan esok hari itu ada hal-hal yang dapat dikategorikan sebagai suatu pelanggaran," ujarnya dalam tayangan YouTube Intens Investigasi.

Lebih lanjut, kuasa hukum juga menjelaskan fungsi KPAI dalam konteks permasalahan yang sedang dihadapi Ruben Onsu. Menurutnya, lembaga tersebut berperan sebagai penampung aduan sekaligus mediator dalam isu perlindungan anak.

"Memang fungsi dari KPAI adalah menampung, mediasi, dan merekomendasikan kepada pihak kepolisian jika ada pidananya, dan pihak-pihak terkait ketika melihat ada pelanggaran hak asasi terhadap anak, hak anak," jelasnya.

Selain konsultasi, tujuan dari kunjungan ke KPAI juga untuk mencari solusi terbaik bagi anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah. Pertemuan ini juga akan menjadi ajang untuk menentukan apakah ada pelanggaran hak anak yang memang perlu dilaporkan secara resmi ke pihak berwajib.

Di sisi lain, pihak kuasa hukum menilai sudah saatnya mengambil langkah hukum formal berupa gugatan hak asuh, agar masalah ini tidak terus berlarut-larut menjadi perdebatan di ruang publik. Kondisi tersebut dinilai mulai membuat masyarakat jenuh mengikuti perkembangan kasusnya.

Kuasa hukum menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena situasi yang hanya berkutat pada pernyataan di media tanpa tindakan nyata.

"Nah, jadi itulah yang menjadi langkah yang kita ambil itu. Karena kalau tidak, kita kan enggak melangkah. Kita ini akhirnya berkutat di media publik saja, ngobrol saja, ngoceh saja, statement saja, orang juga bosan kan. Kok apa sih langkah nyatanya, kan begitu," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan untuk melangkah ke proses hukum selanjutnya sepenuhnya berada di tangan Ruben Onsu sebagai klien, bukan kuasa hukum.

"Jadi sebenarnya langkah nyatanya itu sudah banyak yang saya sampaikan kepada Ruben, tapi kan tetap yang memutuskan itu adalah Ruben, bukan saya yang memutuskannya. Karena kalau kuasa hukum yang memutuskan, berarti ini ego kuasa hukum. Enggak boleh seperti itu," tegasnya.

Lebih jauh, kuasa hukum menjelaskan bahwa peran profesionalnya hanya sebatas memberikan masukan, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan kliennya.

"Secara profesional kita memberikan masukan, tapi tetap yang menjadi keputusan itu ada di tangan klien. Dan sekarang Ruben sudah sepakat untuk mulai melangkah ke proses-proses selanjutnya. Karena saya mengatakan, jangan terlalu lama kita berdebat di ruang publik, orang juga bosan," lanjutnya.

Kuasa hukum turut mengungkapkan dilema yang dihadapinya saat terus-menerus dimintai keterangan oleh awak media terkait perkembangan kasus ini. Menurutnya, posisi tersebut membuatnya serba salah di mata publik.

"Nah, saya juga kalau misalnya ditanya teman-teman media, kalau saya menolak pasti juga teman-teman media merasa saya sombong. Walaupun saya bilang saya agak enggak bisa hari ini, sedikit, Bang. Kalau saya menolak, oh ini sombong-sombong nih," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sikap kooperatif terhadap media pun tetap berisiko disalahartikan oleh sebagian masyarakat. "Nah, makanya saya akhirnya mau tidak mau meladeni teman-teman yang mau meminta statement saya. Tapi akhirnya orang yang berpikiran sempit dia akan melihat, oh Bang Nola ini apa nih, pansos cari panggung. Jadi serba salah," ucapnya.

Karena itulah, kuasa hukum menilai perlu ada langkah nyata secara hukum yang dimulai dengan kunjungan resmi ke KPAI. Langkah ini dianggap sebagai bentuk penghormatan atas dukungan yang telah diberikan KPAI selama ini.

"Jadi makanya kita perlu ada suatu ruang, ada suatu langkah yang real secara hukum. Makanya diawali dengan kita sopan ke KPAI. KPAI kan juga sudah memberikan banyak masukan dan statement bahwa ada bukan eksploitasi dan segala macam," jelasnya.

Pertemuan dengan KPAI nantinya diharapkan dapat menyamakan persepsi sekaligus membuka peluang bantuan dari lembaga tersebut untuk menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

"Kita ketemu untuk menyamakan persepsi dan apa yang bisa diberikan bantuan oleh KPAI untuk membuat masalahnya menjadi selesai. Dan kalau misalnya kemudian ada upaya hukum pun, ya biar upaya hukumnya itu terstruktur, tersistematis," tuturnya.

Dengan langkah ini, Ruben Onsu dan tim kuasa hukumnya berharap dapat segera menemukan titik terang dalam penyelesaian masalah hak asuh anak bersama Sarwendah, sekaligus mengakhiri polemik yang sudah lama menyita perhatian publik.

(anf)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Piala Dunia 2026: Mesir Epic Comeback, Kalahkan Selandia Baru 3-1 dan Puncaki Grup G

Hasil Piala Dunia 2026: Mesir Epic Comeback, Kalahkan Selandia Baru 3-1 dan Puncaki Grup G

Timnas Mesir sukses bangkit dari ketertinggalan dan berhasil mengalahkan Selandia Baru dengan skor 3-1 pada laga Grup G Piala Dunia 2026, Senin (22/6/2026).
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2026 Stagnan di Angka Rp2.668.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2026 Stagnan di Angka Rp2.668.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 22 Juni 2026 terpantau stagnan di angka Rp2.668.000 per gram.
Daftar 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Tak Ada Ronaldo, Wonderkid Muslim Kangkangi Lionel Messi

Daftar 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Tak Ada Ronaldo, Wonderkid Muslim Kangkangi Lionel Messi

Lamine Yamal menunjukkan dirinya salah satu talenta paling istimewa di Piala Dunia 2026. Bintang muda Timnas Spanyol itu sukses menorehkan catatan bersejarah.
Daftar 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Tak Ada Ronaldo, Wonderkid Muslim Kangkangi Lionel Messi

Daftar 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Tak Ada Ronaldo, Wonderkid Muslim Kangkangi Lionel Messi

Lamine Yamal menunjukkan dirinya salah satu talenta paling istimewa di Piala Dunia 2026. Bintang muda Timnas Spanyol itu sukses menorehkan catatan bersejarah.
Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Roy Suryo: Terus Semangat, Merdeka!

Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Roy Suryo: Terus Semangat, Merdeka!

Tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, pada Senin (22/6/2026), terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Jokowi.
Rupiah Melemah ke Rp17.817 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Rupiah Melemah ke Rp17.817 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Rupiah melemah ke Rp17.817 per dolar AS dipicu proteksionisme dagang AS dan rentannya perdamaian Timur Tengah.

Trending

Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Ihwal kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7, Jokowi, masih menjadi perhatian publik. Terutama terkaiat perkembangan soal nasib Roy Suryo & dokter Tifa
Detik-detik Belasan Oknum TNI-Polri Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam di Surabaya

Detik-detik Belasan Oknum TNI-Polri Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam di Surabaya

Baru-baru ini beredar terkait kabar detik-detik 14 oknum TNI-Polri terjaring razia atau Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib)  di THM, Surabaya, pada Sabtu
Korban Dugaan Perselingkuhan Lapor ke Mabes Polri dan DPR RI

Korban Dugaan Perselingkuhan Lapor ke Mabes Polri dan DPR RI

Muhamad Alan yang mengaku menjadi korban dari dugaan perkara perselingkuhan seorang pejabat daerah memilih melaporkan peristiwa tersebut ke Mabes Polri.
Dokter Tifa Ajukan Praperadilan ke Mahkamah Agung, Ramdansyah: Penangkapan Excessive Power

Dokter Tifa Ajukan Praperadilan ke Mahkamah Agung, Ramdansyah: Penangkapan Excessive Power

Usai ditetapkan tersangka dan ditangkap Podal Metro Jaya dalam kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi. Kini pihak Dokter Tifa mengajukan praperadilan
Injak Usia ke-65, Jokowi Dapat Ucapan dari Sultan Sepuh Cirebon

Injak Usia ke-65, Jokowi Dapat Ucapan dari Sultan Sepuh Cirebon

Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) berulang tahun ke-65 tepat pada Minggu (21/6/2026).
Bus TransJakarta Tabrak Pembatas Jalan di Depan Halte Cikoko, Jalan Sempat Macet Cukup Panjang

Bus TransJakarta Tabrak Pembatas Jalan di Depan Halte Cikoko, Jalan Sempat Macet Cukup Panjang

Dari video yang beredar di media sosial tampak bus Transjakarta mengalami kerusakan cukup parah, terutama bagian samping kiri mobil hancur. 
Ayah Wapres Gibran Ultah ke 65, Grace Natalie Temui Jokowi di Solo: Semoga Terus Diberikan Kesehatan

Ayah Wapres Gibran Ultah ke 65, Grace Natalie Temui Jokowi di Solo: Semoga Terus Diberikan Kesehatan

Ayah Wapres Gibran, yang juga mantan Presiden ke-7 Jokowi berulang thaun (ultah) ke 65, pada Minggu (21/6). Kemudian dari pantauan awak media, sejumlah politisi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT