News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Suporter Timnas Jepang Disebut Munafik dengan Aksi Bersih-bersih Stadion di Piala Dunia 2026

Aksi terpuji suporter Timnas Jepang yang rajin memungut sampah dan membersihkan tribun stadion usai mendukung Tim Samurai Biru bertanding memang selalu memanen
Senin, 22 Juni 2026 - 11:06 WIB
Aksi bersih-bersih sampah di stadion Piala Dunia 2026 oleh suporter Jepang
Sumber :
  • FIFA

tvOnenews.com – Aksi terpuji suporter Timnas Jepang yang rajin memungut sampah dan membersihkan tribun stadion usai mendukung Tim Samurai Biru bertanding memang selalu memanen decak kagum dunia.

Sikap peduli lingkungan ini bahkan sudah melekat kuat menjadi citra positif mereka selama bertahun-tahun di panggung sepak bola internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tradisi mulia tersebut dipastikan kembali berlanjut di gelaran Piala Dunia 2026. Seusai peluit panjang laga perdana ditiupkan, foto-foto para suporter Jepang yang menyisir tribun bangku penonton sembari menenteng kantong plastik besar langsung berseliweran dan viral di media sosial (medsos).

Aksi bersih-bersih sampah di stadion Piala Dunia 2026 oleh suporter Jepang
Aksi bersih-bersih sampah di stadion Piala Dunia 2026 oleh suporter Jepang
Sumber :
  • FIFA

Namun ironisnya, di saat publik dunia melayangkan pujian setinggi langit, ada yang beda di Piala Dunia 2026 kali ini di mana gelombang kritik tajam justru datang berhamburan dari masyarakat domestik Jepang sendiri. Mengapa?

Sebagian warga Jepang, terutama kaum perempuan, menilai ada fenomena standar ganda yang nyata di balik aksi heroik tersebut.

Para pria Jepang dianggap hanya mencari panggung dan terlihat rajin membersihkan fasilitas umum di depan publik, namun justru melimpahkan seluruh beban kebersihan rumah tangga di pundak istri mereka sendiri.

Fakta Rapor Merah Domestik Pria Jepang Menurut Data OECD

Meski budaya menjaga kebersihan tempat umum sangat tertanam kuat dalam urat nadi kehidupan di Jepang, kontribusi para pria di negara tersebut dalam urusan domestik rumah tangga ternyata mencatatkan rapor yang sangat memprihatinkan.

Laki-laki Jepang menempati peringkat terendah di antara rumpun "negara-negara dengan ekonomi maju" terkait kontribusi waktu untuk mengurus rumah.

Berdasarkan data berkala dari survei pemerintah Jepang pada tahun 2021, terkuak data valid bahwa perempuan Jepang memikul beban pekerjaan rumah tangga jauh lebih banyak ketimbang suami mereka dalam sehari.

Pada struktur rumah tangga dengan kondisi kedua orang tua bekerja (dua penghasilan) dan memiliki anak di bawah usia enam tahun, seorang istri menghabiskan waktu lebih dari tujuh jam untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.

Aksi bersih-bersih sampah di stadion Piala Dunia 2026 oleh suporter Jepang
Aksi bersih-bersih sampah di stadion Piala Dunia 2026 oleh suporter Jepang
Sumber :
  • FIFA

Kontras dengan hal tersebut, sang suami rata-rata menghabiskan waktu kurang dari dua jam saja.

Kondisi ketimpangan ini dipertegas oleh data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tahun 2021.

Data tersebut menunjukkan bahwa perempuan di Negeri Sakura menghabiskan waktu lebih dari tiga jam per hari untuk pekerjaan domestik yang tidak dibayar. Angka ini melesat lebih dari lima kali lipat dibanding kaum pria, yang tercatat hanya menghabiskan waktu 47 menit dalam sehari.

Satir Menohok Poster Viral di Platform X

Kritik tajam atas ketimpangan gender ini pun meledak di medsos. Sebuah poster berbahasa Jepang mendadak viral dan sukses mengantongi 60.000 tanda suka di platform X lantaran memuat satir visual yang menohok.

Poster tersebut membandingkan visual seorang pria Jepang yang tampak cekatan memungut sampah di stadion Piala Dunia, dengan visual pria yang sama saat berada di rumah: tengah asyik berbaring di sofa dan sibuk memainkan ponsel pintar, tepat di sebelah istrinya yang sedang lelah mencuci piring.

Teks dalam poster itu menegaskan pesan menohok bahwa laki-laki di Jepang harus mulai belajar tahu diri dan lebih banyak membantu urusan rumah.

"Waktu yang mereka habiskan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga termasuk yang terpendek di dunia," bunyi narasi dalam poster viral tersebut. Kolom komentar pun langsung dipenuhi respons panas netizen yang setuju dengan kritikan tersebut.

"Semua orang ingin menyelamatkan dunia, tapi tidak ada yang mau membantu ibu mencuci piring," tulis seorang pengguna X menyitir kutipan terkenal dari penulis asal Amerika Serikat, P.J. O'Rourke.

"Mungkin ada seorang laki-laki di antara orang-orang yang memungut sampah ini, yang memiliki anak kecil di rumah dan meninggalkan istrinya untuk mengasuh mereka sendirian demi menonton Piala Dunia," timpal netizen lainnya.

Munafik di Luar Negeri? Pro-Kontra Tetap Mengalir

Bukan hanya masalah domestik, netizen Jepang juga mempermasalahkan unsur kemunafikan para suporter di luar negeri. Menurut mereka, ruang-ruang publik di kota-kota besar Jepang sendiri nyatanya sering kali dipenuhi sampah berserakan setiap kali usai menggelar acara atau festival besar.

Kendati memicu perdebatan sengit mengenai pembagian keadilan tugas rumah tangga, tidak sedikit pula masyarakat yang tetap pasang badan membela aksi positif tersebut agar tidak perlu dikaitkan dengan urusan rumah.

"Di mana rasa malunya? Itu jauh lebih baik daripada laporan yang mengatakan 'orang Jepang membuang sampah sembarangan di luar negeri," bela seorang netizen di platform X.

Terlepas dari riak konflik domestik yang terjadi, harus diakui bahwa budaya bersih-bersih tribun yang dipelopori Jepang telah memberikan dampak inklusif yang luas bagi pencinta sepak bola dunia di Piala Dunia 2026.

Baru-baru ini, sebuah video viral juga memperlihatkan suporter Timnas Portugal yang mulai tergerak mengikuti jejak positif tersebut dengan mengumpulkan sampah tribun menggunakan kantong plastik besar, di mana mayoritas netizen global tetap menempatkan Jepang sebagai kiblat dan pelopor utama dari tren mulia ini.

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Ungkap Paradoks Ekonomi RI: Tumbuh 5 Persen, Tapi Rakyat Miskin Nambah

Prabowo Ungkap Paradoks Ekonomi RI: Tumbuh 5 Persen, Tapi Rakyat Miskin Nambah

Presiden Prabowo menyebut bahwa secara matematis pertumbuhan angka pertumbuhan ekonomi semestinya menghasilkan peningkatan kesejahteraan nasional yang signifikan.
Persib Bandung Resmi Lepas Dewangga Alfeandra, Hengkang dengan Skema Transfer ke Arema FC

Persib Bandung Resmi Lepas Dewangga Alfeandra, Hengkang dengan Skema Transfer ke Arema FC

Sedianya, Alfeandra Dewangga masih memiliki sisa kontrak satu musim. Namun dengan permintaan Arema FC, mantan pemain PSIS Semarang ini pun dilepas dengan skema transfer. 
Soroti Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Selama 3 Tahun, Ustaz Fatih Karim Geram dengan Taufik Hidayat: Biadab!

Soroti Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Selama 3 Tahun, Ustaz Fatih Karim Geram dengan Taufik Hidayat: Biadab!

Ustaz Fatih Karim marah besar kepada Taufik Hidayat (30), terduga pelaku kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29) di Bandung selama 3 tahun.
Link Live Streaming AVC Men's Cup 2026: Big Match! Kesempatan Timnas Voli Indonesia untuk Raih Tiga Poin Pertama

Link Live Streaming AVC Men's Cup 2026: Big Match! Kesempatan Timnas Voli Indonesia untuk Raih Tiga Poin Pertama

Link Live Streaming AVC Men's Cup 2026, Selasa 23 Juni akan menyajikan empat pertandingan dari dua pool, salah satunya laga Timnas Voli Indonesia vs Thailand.
‎Pelatih Hyundai E&C Hillstate Ungkap Respons Tak Terduga Pemain Saat Rekrut Megawati Hangestri

‎Pelatih Hyundai E&C Hillstate Ungkap Respons Tak Terduga Pemain Saat Rekrut Megawati Hangestri

Setelah absen di Liga Voli Korea 2025-2026, Megawati Hangestri akan kembali di musim 2026-2027 bersama Hyundai E&C Hillstate. 
Resmi! KOVO Ubah Regulasi Liga Voli Korea: Tambah Kuota Pemain Asing Hingga Nominal Gaji

Resmi! KOVO Ubah Regulasi Liga Voli Korea: Tambah Kuota Pemain Asing Hingga Nominal Gaji

Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) resmi mengumumkan perubahan besar terkait regulasi yang mulai akan diberlakukan di Liga Voli Korea 2027-2028. Salah satunya terkait penambahan kuota pemain asing.

Trending

KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta turun tangan mengusut dugaan korupsi dana beasiswa di Aceh.
Link Live Streaming Princess Cup 2026: Ada Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Vs Australia

Link Live Streaming Princess Cup 2026: Ada Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Vs Australia

Link live streaming Princess Cup 2026, di mana Timnas Voli Putri Indonesia U-18 akan memulai perjuangannya saat melawan Australia di hari pertama ajang yang berlangsung di Thailand tersebut.
Viral Sejumlah Mahasiswa Diduga Terima Uang Rp2,5 Juta Usai Bertemu Gibran, BEM UBK Buka Suara

Viral Sejumlah Mahasiswa Diduga Terima Uang Rp2,5 Juta Usai Bertemu Gibran, BEM UBK Buka Suara

BEM Universitas Bung Karno (UBK) buka suara soal sejumlah mahasiswa diduga terima yang Rp2,5 juta usai bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Pecahkan Rekor Klose, Messi Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia

Pecahkan Rekor Klose, Messi Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia

Lionel Messi kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia. Kapten Argentina itu kini resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia 2026.
Detik-detik Ibu Bonceng Anak Dilempar Bom Molotov di Jakut, Nasib Keduanya Bikin Merinding

Detik-detik Ibu Bonceng Anak Dilempar Bom Molotov di Jakut, Nasib Keduanya Bikin Merinding

Aksi pelemparan bom molotov terhadap seorang ibu yang tengah membonceng anaknya di kawasan Koja, Jakarta Utara, viral di media sosial (medsos) Instagram @jakut.info.
Kubu Jokowi Berkomentar Menohok Terkait Kejaksaan Tangguhkan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Sangat Berbahaya

Kubu Jokowi Berkomentar Menohok Terkait Kejaksaan Tangguhkan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Sangat Berbahaya

Kubu Jokowi lontarkan komentar menohok terkait Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tanggungkan dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yakni Roy Suryo dan
Seluruh Biaya Pengobatan Korban Penyiksaan dan Penyekapan 3 Tahun oleh Pacar Ditanggung Pemprov Jabar

Seluruh Biaya Pengobatan Korban Penyiksaan dan Penyekapan 3 Tahun oleh Pacar Ditanggung Pemprov Jabar

KDM menegaskan pihak keluarga tidak perlu lagi mengkhawatirkan urusan administrasi medis karena seluruh akomodasi ditanggung langsung hingga korban pulih total
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT