News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Psikologi Forensik Minta Masyarakat Jangan Buru-Buru Labeli Taufik Hidayat Psikopat, Ini Alasannya

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri minta masyarakat jangan labeli Taufik Hidayat psikopat. Label itu bisa jadi celah hukum untuk meringankan hukuman.
Rabu, 24 Juni 2026 - 10:20 WIB
Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel dan Taufik Hidayat
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube tvOneNews

tvOnenews.com - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel meminta masyarakat tidak terburu-buru melabeli Taufik Hidayat sebagai psikopat. Label itu justru berpotensi menjadi celah hukum yang meringankan hukuman tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan Yuvita Tri Rezeki.

Taufik Hidayat resmi ditangkap oleh tim resmob Polda Jawa Barat setelah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya, Yuvita Tri Rezeki, selama tiga tahun di sebuah kamar kos di kawasan Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban ditemukan dalam kondisi luka berat akibat kekerasan berulang. Kasus ini langsung viral di media sosial usai video penangkapan Taufik Hidayat beredar luas, memantik kemarahan publik dan berbagai spekulasi soal kondisi kejiwaan pelaku.

Dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi (24/6/2026), presenter Fatimah Albar menanyakan hal itu kepada Reza Indragiri Amriel. Reza pun memberikan analisis mendalam terkait sosok pelaku dan proses hukum yang sedang berjalan.

Jangan Jadikan Label Psikopat sebagai Alat Spekulasi

Merespons pertanyaan apakah Taufik Hidayat bisa disimpulkan sebagai psikopat, Reza langsung mengingatkan soal konsekuensi hukumnya. Menurutnya, kesepakatan publik atas label itu justru bisa berbalik merugikan proses peradilan.

"Kalau kita bersepakat dengan itu, maka kita menantikan ketika majelis hakim nantinya menjatuhkan putusan yang maksimal kepada dia. Majelis hakim menandakan adanya sebuah proses hukum," ujar Reza Indragiri.

Reza menegaskan, agar Taufik Hidayat bisa dijatuhi hukuman terberat, hanya ada satu asumsi yang boleh dipakai sepanjang proses hukum berlangsung, yakni bahwa pelaku adalah orang yang sehat secara mental.

"Nah, agar kemudian pelaku ini bisa berpindah posisinya dari terduga menjadi tersangka, dari tersangka menjadi terdakwa, dari terdakwa menjadi terpidana dan dijatuhi hukuman yang paling berat. Asumsinya harus satu, bahwa orang ini sehat, orang ini waras, orang ini memahami bahwa perbuatannya salah sehingga sekali lagi dia bisa dikenakan hukuman yang berat," tegasnya.

Label Psikopat Bisa Jadi Celah Meringankan Hukuman

Reza menjelaskan lebih jauh mengapa spekulasi soal kejiwaan pelaku justru berbahaya. Menurutnya, segala bentuk spekulasi yang dibangun sejak dini berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku di persidangan.

"Kalau kemudian sejak dini kita bangun spekulasi-spekulasi apapun itu tentang kondisi kejiwaan pelaku yang bisa saja dimanfaatkan oleh pelaku sebagai celah bagi dia untuk kemudian mendapatkan peringanan sanksi," kata Reza Indragiri.

Ia lalu menjelaskan bahwa riset terkini soal psikopati justru menemukan dasar neurologis yang nyata. Hal ini yang membuat label psikopat menjadi argumen hukum yang tidak bisa diabaikan begitu saja di persidangan.

"Misalnya sebutan psikopat. Riset-riset mutakhir tentang psikopati justru menyimpulkan otaknya orang psikopat itu memang berbeda dengan orang kebanyakan. Berarti psikopati tidak hanya ada pada lapis perilaku manusia, tidak hanya berada pada level kepribadian manusia, tapi psikopati berada pada kondisi otak, berarti kondisi fisiologis yang memang berbeda," jelas Reza.

Reza kemudian menggambarkan skenario persidangan yang ia khawatirkan apabila label psikopat terlanjur melekat pada Taufik Hidayat sejak awal.

"Nah, sekarang kita bayangkan kalau terdakwa yang satu ini nantinya — saya bayangkan dia menjadi terdakwa — mengatakan dan meyakinkan majelis hakim bahwa perbuatan saya ini memang salah, perbuatan saya ini memang kejam, tapi apa boleh buat, ini merupakan akibat dari kondisi otak saya yang berbeda. Kita mau mengatakan apa, akan memberikan perlakuan seperti apa kepada dia," ujar Reza Indragiri.

Karena itulah, Reza menekankan satu prinsip yang harus dipegang teguh dari awal hingga akhir proses hukum terhadap Taufik Hidayat.

"Karena itu menurut saya sejak awal sampai akhir proses hukum ini kita hanya pakai sekali lagi satu asumsi saja. Dia sehat, dia waras, dia memahami perbuatannya itu salah dan dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya," pungkas Reza.

Soal Sikap Tenang Taufik Hidayat Saat Ditangkap

Viral pula reaksi warganet yang mempertanyakan sikap Taufik Hidayat yang tampak sangat tenang saat ditangkap. Banyak yang skeptis, bahkan ada yang mengaitkan ketenangan itu dengan dugaan psikopati.

Menanggapi hal tersebut, Reza justru balik bertanya kepada publik soal ekspektasi yang sesungguhnya tidak realistis.

"Saya balik saja. Memang kita berharap apa? Tersangka akan bertindak tanduk brutal di hadapan kamera akan mengeluarkan sumpah serapah? Tidak mungkin. Dia harus tentu saja menampilkan tindak tanduk yang seolah-olah santun, sopan, kooperatif, dan sejenisnya," kata Reza Indragiri.

Hal serupa juga berlaku bagi aparat yang melakukan penangkapan. Sikap humanis polisi yang menuai komentar miring dari warganet pun dinilai Reza sebagai sesuatu yang wajar dan tidak perlu diperdebatkan.

"Demikian pula ketika teman-teman di Polda Jabar berhasil melakukan penangkapan kemudian berkomunikasi dengan cara yang humanis, kita berharap apa? Kita ingin melihat polisi menampilkan perilaku kejam di hadapan kamera kan tidak mungkin," ujarnya.

Reza menambahkan, kondisi fisik Taufik Hidayat saat ditangkap juga perlu diperhitungkan. Pelaku yang baru saja melalui masa pelarian tentu berada dalam kondisi yang jauh dari prima.

"Jadi menurut saya apa yang kita saksikan di layar kaca pada momen penangkapan itu adalah hal yang biasa saja. Terlebih kalau kita pahami ini penangkapannya jam berapa setelah pelaku melakukan pelarian diri selama berapa lama? Dalam kondisi letih, dalam kondisi mengantuk, mungkin juga kelaparan, tambah lagi karena panik ditangkap oleh polisi. Maka ya itu biasa-biasa saja," jelas Reza.

Reza Khawatir Terjadi Antiklimaks

Di penghujung analisisnya, Reza Indragiri menyampaikan kekhawatiran yang justru tertuju pada konstruksi hukum yang akan digunakan polisi, bukan pada reaksi publik semata.

"Tinggal lagi nanti kita menunggu konstruksi hukum apa yang akan polisi kenakan kepada yang bersangkutan. Pada titik itu sungguh-sungguh saya khawatir akan terjadi suatu antiklimaks," pungkas Reza Indragiri.

(anf)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Penyegelan lebih dari 1.000 ton udang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) di sejumlah wilayah Jawa Timur menuai sorotan.
Update Klasemen Medali Asian Games 2026, 26 September Malam: Tambah Satu Emas, Indonesia Melesat Lima Peringkat

Update Klasemen Medali Asian Games 2026, 26 September Malam: Tambah Satu Emas, Indonesia Melesat Lima Peringkat

Update klasemen medali Asian Games 2026 Sabtu 26 September malam setelah seluruh cabang olahraga hari ini menyelesaikan pertandingannya.
Bursa Transfer Liverpool: Masih Cari Winger Baru, The Reds Pantau Serius Kevin Schade dari Brentford

Bursa Transfer Liverpool: Masih Cari Winger Baru, The Reds Pantau Serius Kevin Schade dari Brentford

Liverpool mulai memantau winger Brentford, Kevin Schade. Pemain Timnas Jerman itu kini memasuki fase penting dalam kariernya di level klub.
Thomas Tuchel Beri Peringatan Keras, Cole Palmer dan Kobbie Mainoo Terancam Kehilangan Tempat di Timnas Inggris

Thomas Tuchel Beri Peringatan Keras, Cole Palmer dan Kobbie Mainoo Terancam Kehilangan Tempat di Timnas Inggris

Thomas Tuchel memperingatkan Cole Palmer dan Kobbie Mainoo soal ketatnya persaingan Timnas Inggris setelah keduanya kembali absen pada jeda internasional.
Usai Gagal Dievakuasi Hiu Bintang Raksasa yang Terdampar di Aceh Akhirnya Mati

Usai Gagal Dievakuasi Hiu Bintang Raksasa yang Terdampar di Aceh Akhirnya Mati

Seekor hiu bintang raksasa dengan perkiraan bobot tiga ton yang terdampar di pesisir Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, gagal
Haaland Mendadak Dicoret dari Konferensi Pers Norwegia Usai Man City Divonis Bersalah 114 Dakwaan

Haaland Mendadak Dicoret dari Konferensi Pers Norwegia Usai Man City Divonis Bersalah 114 Dakwaan

Erling Haaland mendadak dicoret dari konferensi pers Timnas Norwegia setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT