Reza Indragiri Berharap YTR Bisa Bangkit, Jelaskan Tiga Tahapan yang Harus Dilalui
- Kolase tvOnenews.com / YouTube tvOneNews
tvOnenews.com - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menegaskan bahwa pemulihan YTR dari trauma berat akibat penyekapan dan penganiayaan selama bertahun-tahun tidak bisa terjadi secara instan. Ia menguraikan tiga tahapan rehabilitasi yang harus dilalui korban untuk bisa benar-benar bangkit.
Yuvita Tri Rezeki (29 tahun) ditemukan dalam kondisi yang mengguncang hati nurani publik. Selama disekap di sebuah kamar kos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, ia mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik, psikologis, dan seksual yang dilakukan oleh Taufik Hidayat (30 tahun), mantan kekasihnya.
Kondisi YTR saat ditemukan sangat memprihatinkan. Kedua matanya mengalami kebutaan total dan permanen akibat pukulan benda tumpul berulang kali. Wajahnya rusak parah hingga tidak lagi dikenali oleh saudara kandungnya sendiri, bibirnya mengalami luka berat, dan sekujur tubuhnya melepuh akibat sundutan rokok.
![]()
Reza Indragiri dan YTR, Korban Taufik Hidayat. (Sumber:Â Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71 / YouTube tvOneNews)
Luka-luka di kepalanya dibiarkan tanpa penanganan medis dalam waktu yang sangat lama sehingga saat ditemukan, terdapat belatung yang hidup di bagian luka tersebut. YTR juga mengalami kelumpuhan dan kesulitan berbicara akibat kerusakan saraf akibat siksaan fisik jangka panjang.
Sebelum penyiksaan ekstrem itu berlangsung, seluruh harta benda dan uang milik YTR telah dikuras habis oleh pelaku. Komunikasi YTR dengan keluarga pun diputus total setelah ponselnya disita, sementara Taufik Hidayat mengelabui keluarga dengan mengirim pesan palsu seolah YTR sedang bekerja di Jakarta.
Taufik Hidayat kini telah resmi ditangkap oleh tim gabungan Polda Jawa Barat pada Selasa malam, 23 Juni 2026, setelah sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sementara itu, YTR masih menjalani perawatan intensif secara medis dan psikologis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi (24/6/2026), Reza Indragiri menyampaikan bahwa perjalanan YTR menuju pemulihan masih sangat panjang. Luka yang dialaminya bukan hanya luka fisik, melainkan luka yang bersifat multidimensi.
"Namun kembali lagi kalau kita berasumsi bahwa korban mengalami trauma dan dia ingin menjauh sejauh-jauhnya dari pelaku, dibutuhkan waktu tampaknya tidak sebentar bagi korban untuk pulih. Dibutuhkan tahap demi tahap rehabilitasi," ujar Reza Indragiri.
Tahapan pertama yang harus dilalui YTR adalah rehabilitasi fisik. Reza menekankan bahwa luka-luka pada tubuh korban harus ditangani terlebih dahulu sebelum proses pemulihan lainnya bisa dimulai secara bermakna.
"Mulai dari rehabilitasi fisik, bagaimana menyembuhkan luka-luka pada tubuh korban. Ketika rehabilitasi fisik dianggap sudah cukup memadai, berlanjut ke rehabilitasi psikis. Bagaimana memulihkan cara berpikir korban, cara mengelola perasaan-perasaannya dan seterusnya," jelas Reza Indragiri.
Tahapan kedua yakni rehabilitasi psikis menjadi fase yang tidak kalah krusial. Setelah kondisi fisik memadai, fokus beralih pada pemulihan cara berpikir dan kemampuan YTR dalam mengelola perasaan-perasaannya agar bisa kembali berfungsi secara sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Tahapan ketiga adalah yang paling mendalam. Reza menyebutnya sebagai intervensi moral eksistensial, sebuah proses transformasi cara pandang YTR terhadap dirinya sendiri dan pengalaman yang telah ia lalui.
"Ini yang ketiga, yaitu intervensi moral eksistensial. Bagaimana korban tidak lagi terus-menerus memandang dirinya sebagai korban, tapi sebagai penyintas. Bukan sebagai orang yang terus-menerus teraniaya, tapi sebagai orang yang lebih punya daya," papar Reza Indragiri.
Reza menegaskan bahwa ketiga tahapan itu bukanlah proses yang bisa dijalani YTR seorang diri. Pemulihan yang sejati, menurutnya, membutuhkan keterlibatan aktif dari lingkungan sekitar dan masyarakat luas.
"Itu tahap demi tahap yang diberikan kepada orang-orang yang mengalami trauma atau luka multidimensi semacam yang dialami oleh korban. Saya berharap dia bisa pulih tidak hanya dengan mengandalkan dirinya sendiri, tapi juga dari lingkungan sekitar, dari kita semua," tutup Reza Indragiri.
(anf)
Load more