Dedi Mulyadi Tak Ingin Kasus Taufik Hidayat Terulang, Minta Pemilik Kos hingga Kelurahan Aktif Awasi Tamu
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71 / tvOnenews
"Assalamualaikum, wilujeng enjing, wargi Jabar dan warganet di manapun berada. Bahwa pagi hari ini saya ingin menyampaikan, berkaca dari peristiwa yang dialami oleh korban tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Taufik Hidayat yang tertangkap tadi malam di Majalaya," ujar Dedi Mulyadi.
Imbauan pertama Dedi Mulyadi ditujukan langsung kepada para pemilik kos di seluruh Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya verifikasi identitas setiap tamu yang datang, terutama pasangan yang hendak tinggal bersama.
"Saya sampaikan kepada seluruh warga Jawa Barat, para pemilik kos, untuk setiap tamu yang datang, yang nginep, apabila memang sudah berpasangan, sebaiknya ditanya surat nikahnya, dilihat KTP-nya, diakurkan satu rumah atau tidak asalnya. Atau ketika beda rumah, kalau sudah ada surat nikah, itu cermin bahwa mereka adalah pasangan keluarga atau suami istri," kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa selama ini kebiasaan menerima tamu tanpa memeriksa identitas menjadi celah yang kerap diabaikan. Padahal justru dari celah itulah berbagai tindak kejahatan bisa berlangsung tanpa diketahui siapa pun.
"Ini sangat penting karena sering kali tempat-tempat kos itu menerima pasangan tanpa melihat identitas dan surat nikah yang dimiliki oleh pasangan yang kos," tegasnya.
Selain pemeriksaan identitas, Dedi Mulyadi juga meminta agar nama-nama penghuni kos secara rutin dilaporkan kepada RT dan RW setempat. Langkah ini dinilai penting sebagai sistem pengawasan berbasis komunitas yang bisa mendeteksi potensi masalah sejak dini.
"Yang kedua, harus secara rutin nama-nama tersebut didaftarkan ke RT/RW setempat untuk menghindari masalah-masalah yang terjadi manakala orang tersebut melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum," ujar Dedi Mulyadi.
Imbauan Dedi Mulyadi tidak berhenti di level pemilik kos dan warga. Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan untuk aktif turun langsung melakukan pemantauan ke tempat-tempat penginapan di wilayah masing-masing.
"Dan ini adalah upaya perlindungan kita. Semoga seluruh kepala desa, para kepala kelurahan, RT dan RW aktif melakukan monitoring ke berbagai tempat yang di situ merupakan tempat-tempat orang untuk menginap dalam jangka waktu pendek maupun lama," harap Dedi Mulyadi.
Load more