Misteri Kematian Pendiri Mango Terkuak? Putra Sang Miliarder Ditangkap, Dugaan Pembunuhan Guncang Spanyol
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Kematian seorang miliarder biasanya selalu menyita perhatian publik. Namun ketika sosok yang meninggal adalah pendiri kerajaan fesyen ternama dan satu-satunya saksi utama merupakan anak kandungnya sendiri, perhatian dunia pun berubah menjadi rasa penasaran yang sulit dibendung.
Itulah yang kini terjadi di Spanyol. Hampir satu setengah tahun setelah kematian pendiri merek fesyen Mango, Isak Andic, kasus yang semula dianggap sebagai kecelakaan pendakian berubah menjadi penyelidikan dugaan pembunuhan.Â
Perkembangan terbaru tersebut mengguncang dunia bisnis Eropa sekaligus memicu spekulasi luas mengenai konflik keluarga, perebutan pengaruh, hingga motif ekonomi di balik tragedi itu.
Nama Jonathan Andic, putra sulung Isak, kini menjadi sorotan. Pria berusia 45 tahun itu sempat ditangkap dan diwajibkan membayar uang jaminan sebesar 1 juta euro atau sekitar Rp18 miliar sebelum dibebaskan sementara.Â
Meski terus membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya, hakim penyidik menyatakan terdapat cukup indikasi untuk mengusut kemungkinan keterlibatannya dalam kematian sang ayah.
Dari Kecelakaan Pendakian Menjadi Dugaan Pembunuhan
Melansir dari berbagai sumber, peristiwa bermula pada 14 Desember 2024 ketika Isak Andic meninggal dunia saat mendaki di kawasan pegunungan Montserrat, utara Barcelona.Â
Pendiri Mango yang saat itu berusia 71 tahun dilaporkan jatuh lebih dari 100 meter ke jurang ketika sedang melakukan perjalanan bersama Jonathan. Awalnya, aparat memperlakukan insiden tersebut sebagai kecelakaan tragis.
Jonathan kala itu menghubungi layanan darurat dan menjelaskan bahwa dirinya berjalan lebih dahulu. Ia mengaku mendengar suara bebatuan bergeser, kemudian berbalik dan melihat ayahnya telah terjatuh.
Namun seiring berjalannya waktu, penyidik menemukan sejumlah kejanggalan. Lokasi jatuhnya korban dinilai tidak sesuai dengan skenario terpeleset biasa. Jalur tersebut dikenal relatif aman dan kerap digunakan keluarga maupun rombongan pelajar.Â
Selain itu, posisi tubuh korban dan pola luka yang ditemukan memunculkan pertanyaan baru. Hasil forensik bahkan menyebut tubuh Isak tampak seperti meluncur dengan posisi kaki terlebih dahulu, bukan akibat terjatuh secara alami.
Penyelidik juga menemukan kontradiksi dalam berbagai keterangan Jonathan. Dalam satu kesempatan ia mengaku berada cukup jauh di depan ayahnya, namun dalam kesempatan lain menyebut posisi keduanya berdekatan.Â
Load more