GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Sadar Pelanggannya DPO, Tukang Cukur Ceritakan Sikap Taufik Hidayat saat Potong Rambut

Taufik Hidayat sempat potong rambut sebelum ditangkap. Kesaksian tukang cukur di hadapan Dedi Mulyadi mengungkap sikap Taufik Hidayat saat itu.
Rabu, 1 Juli 2026 - 12:57 WIB
Taufik Hidayat dan Opa, Tukang Cukur
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube tvOneNews - KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvonenews.com - Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR di Bandung, sempat mendatangi sebuah tempat pangkas rambut sebelum ditangkap. Tukang cukur yang melayaninya mengaku sama sekali tidak menyadari bahwa pelanggannya saat itu merupakan seorang DPO.

Di tengah perkembangan penyidikan kasus tersebut, Direktorat PPA dan PPO Polda Jawa Barat diketahui telah menyelesaikan agenda pra-rekonstruksi. Rekonstruksi utama dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli 2026 untuk memperjelas rangkaian dugaan tindak pidana yang terjadi sejak Mei 2024 hingga Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sela perkembangan kasus itu, muncul kisah seorang tukang pangkas rambut bernama Opa yang tanpa sengaja memotong rambut Taufik sebelum penangkapannya. Cerita tersebut disampaikan langsung saat berbincang dengan Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL yang diunggah pada 30 Juni 2026.

Opa mengungkapkan pertemuan itu terjadi pada Minggu malam, sehari sebelum sayembara penangkapan Taufik diumumkan. Saat itu, ia melayani Taufik seperti pelanggan pada umumnya karena tidak mengetahui identitas pria tersebut.

"Itu kan yang foto yang mukanya ganteng itu yang pertama itu. Bukan yang asli itu. Saya habis motong dia malam, saya pulang istirahat di rest area. Saya lihat lagi, Pak. Oh benar, ini orang yang dipotong rambut sama saya," ucap Opa.

Mendengar cerita tersebut, Dedi Mulyadi kemudian menanyakan bagaimana Opa akhirnya mengetahui identitas pria yang dicukur rambutnya. Opa mengaku baru menyadarinya setelah melihat unggahan daftar pencarian orang di media sosial.

"Dari DPO itu di IG itu," jawab Opa.

Dedi kemudian memastikan apakah Taufik sempat memperkenalkan diri saat datang ke tempat pangkas rambut. Namun, Opa menegaskan tidak ada pengakuan apa pun yang disampaikan oleh pelanggannya tersebut.

"Dia tidak ngenalin bahwa dia namanya Taufik. Dianya tidak ngomong sama Akang, 'Nama saya Taufik.' Enggak," kata Dedi Mulyadi, yang dibenarkan Opa dengan menggelengkan kepala.

Menurut Dedi, Opa baru mulai menghubungkan sosok pelanggannya dengan buronan setelah melihat foto yang beredar di media sosial. Tukang cukur tersebut kemudian mencocokkan ciri-ciri fisik yang masih diingatnya.

"Jadi Akang tahu bahwa dia namanya Taufik itu setelah dia pergi, kemudian Akang mencoba, 'Ini teh siapa?' Mengingat-ingat, kemudian melihat HP, kok agak mirip, agak mirip," ujar Dedi Mulyadi.

Opa pun memastikan keyakinannya setelah memperbesar foto buronan tersebut. Perhatian Opa tertuju pada bekas luka di bagian alis yang menurutnya sangat identik dengan pria yang baru saja dicukur rambutnya.

"Dilihat-lihat sampai diperbesar. Benar, ininya Pak, dari alisnya kan ada codet. Itu yakinnya di situ," tutur Opa.

Keesokan paginya, istri Opa memberi tahu bahwa Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara dengan hadiah Rp250 juta bagi yang memberikan informasi mengenai keberadaan Taufik. Meski demikian, Opa menganggap hadiah tersebut bukan rezekinya karena peristiwa itu sudah terlanjur berlalu.

"Besoknya istri pagi-pagi jam 9 bilang, 'Pak, Pak, ini Pak Dedi sayembara Rp250 juta,'" kenang Opa.

Dalam perbincangan itu, Dedi juga menanyakan penampilan Taufik saat datang ke tempat pangkas rambut. Opa mengatakan pelanggannya langsung melepas helm dan sweter sebelum rambutnya dipotong.

"Justru dia begitu masuk, Pak, dia langsung buka helm, buka sweter, dia enggak pakai baju. Saya lihat tato di sini sama di belakang sini," ungkap Opa.

Dedi kembali memastikan apakah Taufik memang tidak mengenakan baju saat rambutnya dipangkas. Menurut Opa, hal tersebut lumrah dilakukan agar pakaian pelanggan tidak terkena potongan rambut.

"Tato di sini penuh sama belakang ini pokoknya," jelas Opa sambil menunjuk bagian dada hingga punggung.

Menanggapi penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa tato tidak dapat dijadikan ukuran seseorang melakukan tindak pidana. Menurutnya, tato merupakan bagian dari seni dan tidak berkaitan langsung dengan perilaku kriminal seseorang.

"Bapak waktu dibuka dia kelihatan badannya penuh dengan tato. Walaupun tato namanya seni ya, tidak ada kaitan tato dengan tindak pidana. Itu seni. Tapi ada juga orang pakai tato baik, ada juga orang yang pakai tato juga melakukan tindak pidana. Ada juga orang yang tidak pakai tato juga melakukan tindak pidana," ujar Dedi Mulyadi.

Opa mengaku baru mengetahui Taufik telah ditangkap setelah melihat informasi yang beredar di media sosial. Dari situlah ia semakin yakin bahwa pria yang sempat dilayaninya memang merupakan DPO yang sedang dicari.

"Tahu. Waktu pas penangkapan itu dari medsos itu, Pak," ucap Opa.

Ia bahkan masih mengingat hasil potongan rambut yang dikerjakannya saat melihat foto Taufik usai penangkapan. Bagian rambut yang dipangkas menjadi salah satu hal yang langsung menarik perhatiannya.

"Saya lihat langsung rambutnya, orang yang dipotong. Saya lihat pitaknya itu," tutur Opa.

Saat ditanya perasaannya setelah mengetahui fakta tersebut, Opa mengaku sempat terdiam. Ia juga mengaku sempat terpikir untuk melapor kepada polisi setelah menyadari pelanggannya diduga merupakan DPO, tetapi niat itu akhirnya diurungkan.

"Hening gitu. Kalau dibilang nyesal sih enggak juga, Pak. Saya kok enggak lapor sama polisi waktu awal-awal begitu saya sadar dia DPO," ungkap Opa.

Opa mengatakan dirinya sempat mempertimbangkan untuk menghubungi aparat beberapa saat setelah Taufik meninggalkan tempat pangkas rambut. Namun, ia mengurungkan niat tersebut karena merasa pria itu kemungkinan sudah berada jauh dari lokasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Seharusnya saya begitu dia pergi langsung lapor. Saya sudah pokoknya sejam dua jam mau lapor. Ah, percuma karena saya pikir mungkin dia sudah jauh," pungkas Opa.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mendikdasmen Sebut Mulai 2027 Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Mendikdasmen Sebut Mulai 2027 Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan mulai tahun 2027 bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di SD.
Jelang 17 Agustus, Bendera dan Pernak-pernik Kemerdekaan Ramai Diburu Warga Surabaya

Jelang 17 Agustus, Bendera dan Pernak-pernik Kemerdekaan Ramai Diburu Warga Surabaya

Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, semangat cinta tanah air tampak semakin memancar di sudut-sudut Kota Surabaya.
Pawai HUT ke-81 RI di SD Muhlas Surabaya, Siswa Tampil dengan Kostum Daur Ulang

Pawai HUT ke-81 RI di SD Muhlas Surabaya, Siswa Tampil dengan Kostum Daur Ulang

Sebanyak 821 siswa tampil memukau mengenakan kostum hasil kreasi berbahan bekas dalam Pawai Kemerdekaan bertema “Green and Clean Kostum Daur Ulang”,
Gugatan Cerai di Karawang, Didominasi Pengajuan Isteri

Gugatan Cerai di Karawang, Didominasi Pengajuan Isteri

Gugatan perceraian yang diajukan oleh pihak isteri lebih mendominasi dalam perkara perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Gempa Sumatera Utara Terasa Hingga Pantai Barat Malaysia

Gempa Sumatera Utara Terasa Hingga Pantai Barat Malaysia

Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang terjadi di Sumatera Utara pada Sabtu sekitar pukul 17.57 WIB, terasa hingga ke Pantai Barat Semenanjung Malaysia.
Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pukul 23.25 WITA.

Trending

Mendikdasmen Sebut Mulai 2027 Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Mendikdasmen Sebut Mulai 2027 Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan mulai tahun 2027 bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di SD.
Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pukul 23.25 WITA.
Jelang 17 Agustus, Bendera dan Pernak-pernik Kemerdekaan Ramai Diburu Warga Surabaya

Jelang 17 Agustus, Bendera dan Pernak-pernik Kemerdekaan Ramai Diburu Warga Surabaya

Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, semangat cinta tanah air tampak semakin memancar di sudut-sudut Kota Surabaya.
Pawai HUT ke-81 RI di SD Muhlas Surabaya, Siswa Tampil dengan Kostum Daur Ulang

Pawai HUT ke-81 RI di SD Muhlas Surabaya, Siswa Tampil dengan Kostum Daur Ulang

Sebanyak 821 siswa tampil memukau mengenakan kostum hasil kreasi berbahan bekas dalam Pawai Kemerdekaan bertema “Green and Clean Kostum Daur Ulang”,
Gempa Sumatera Utara Terasa Hingga Pantai Barat Malaysia

Gempa Sumatera Utara Terasa Hingga Pantai Barat Malaysia

Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang terjadi di Sumatera Utara pada Sabtu sekitar pukul 17.57 WIB, terasa hingga ke Pantai Barat Semenanjung Malaysia.
Gugatan Cerai di Karawang, Didominasi Pengajuan Isteri

Gugatan Cerai di Karawang, Didominasi Pengajuan Isteri

Gugatan perceraian yang diajukan oleh pihak isteri lebih mendominasi dalam perkara perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Bertahun-tahun Nyeri Akibat Asam Lambung akan Segera Sirna, Minum Resep Alami ala dr Zaidul Akbar

Bertahun-tahun Nyeri Akibat Asam Lambung akan Segera Sirna, Minum Resep Alami ala dr Zaidul Akbar

Asam lambung dapat menjadi gangguan kesehatan yang serius. dr. Zaidul Akbar membagikan sebuah resep minuman alami yang diyakini ampuh mengatasi asam lambung
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT