Berkaca dari Kasus Dokter Icha Tewas karena Diduga Depresi, Apakah Bisa Depresi buat Seseorang Meninggal Dunia?
- YouTube sehattvone
Jakarta, tvonenews.com- Kasus dokter Icha hingga kini masih memicu tanda tanya besar, soal alasan mengapa ia memutuskan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Masih didalami oleh Kepolisian dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Nama dokter Icha (dr Icha) jadi viral di media sosial.
Dokter Icha yang bernama lengkap Eliza Princila Utamai dikabarkan meninggal dunia pada 26 Juni 2026. Sebelumnya ia sempat dirawat di Rumah Sakit Leona Kefamenanu (Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur).
- tvOneNews
Dalam informasi yang dirangkum tvonenews.com, dr. Eliza Princila Utamai saat dirawat telah didiagnosis mengalami depresi.
Kabar ini mencuat dan alami depresi setelah diduga mendapatkan intimidasi verbal dari oknum anggota DPRD saat bertugas menangani pasien di IGD RS Leona Kefamenan.
Bahkan keluarga juga mengatakan, kalau mendiang dokter Icha merupakan sosok yang tertutup atau berkepribadian yang introvert.
"Alami depresi berat dan dia pribadi introvert jadi dia cuma komunikasi sama saya, bapak kecil, dan pak Victor itu saja. Dia komunikasikan 'saya stres, saya mau pulang ke Kefa saya jumpa tiga orang ini lagi saya trauma'," jelas paman almarhumah, Fabianus Banase, saat memberikan keterangan kepada media, Senin (29/6/2026).
Lantas, apakah bisa depresi buat seseorang meninggal dunia?
PERINGATAN: Informasi ini menjelaskan bahaya gangguan mental. Bila anda, punya masalah segeralah konsultasikan bersama psikolog atau ahlinya.
Sehubungan dengan pertanyaan ini, perlu dipahami dugaan dokter Icha mendapatkan intimidasi dari oknum anggota dewan daerah (DPRD) belum bisa dipastikan.
Namun bila menarik kesimpulan dari jawaban keluarga, dokter Icha disebut alami depresi. Menurut dokter Kejiwaan kalau gangguan mental bisa buat depresi.
"seseorang yang alami perundungan dalam waktu lama, bisa mengalami frustasi? itu fakta ya," katanya dikutip dari youtube hidupsehattvone, Rabu (1/7).
Menurut dr.Lahargo Kembaren,Sp.KJ, Spesialis Kedokteran Jiwa kalau seseorang alami frustasi atau depresi biasanya terjadi karena adanya gangguan berupa bullyan atau tekanan.
Kemudian depresi merupaka hasil dari gangguan mental. Seseorang bisa mengalami gangguan suasana hati atau mood sedih sampai tidak bersemangat.
Dengan begitu, dokter Lahargo mengajak agar tidak menyepelekan ganggian mental seseorang. Terlebih yang sudah mengalami ciri-ciri gangguan mental seperti di atas. Pasalnya bisa berujung pada reaksi untuk melukai diri sendiri atau orang lain.
"karena bullying ini sebagai preditor untuk munculnya berbagai gangguan kejiwaan. Frustasi itu salah satu gangguan dari kejiwaaan," sambung dr. Lahargo.
"Ternyata bullying itu, memang bisa menyebabkan seseorang alami gangguan seperti depresi. Mood yang sedih murung nggak semangat, energi drop, dan pikiran tidak jernih dan bisa sampai punya pikran untuk melukai diri sendiri, dan juga bisa melukai orang lain," jelasnya untuk mengingatkan bahaya dari gangguan mental.
"Jadi selain itu juga bisa sampai mengakhiri hidup sendiri itu termasuk gejala dari depresi," pesannya.(klw)
Load more