Waspada! Influencer Daerah Jadi Target Baru, Komdigi Bongkar Modus Terbaru Spam Judi Online di Media Sosial
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Penyebaran promosi judi online di Indonesia terus mengalami perubahan pola. Jika sebelumnya akun-akun milik instansi pemerintah menjadi sasaran utama, kini para pelaku mulai mengalihkan target mereka kepada influencer dan kreator konten di berbagai daerah.
Pergeseran strategi ini dinilai menjadi tantangan baru dalam upaya menjaga ruang digital tetap aman dari konten ilegal.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pelaku judi online semakin adaptif dalam memanfaatkan algoritma media sosial.
Mereka tidak lagi hanya mengandalkan penyebaran tautan secara acak, tetapi memilih akun yang memiliki kedekatan dengan audiens sehingga promosi yang disisipkan melalui kolom komentar berpotensi menjangkau lebih banyak pengguna dan bertahan lebih lama sebelum dihapus.
Di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat, terutama selama berbagai agenda olahraga internasional berlangsung, pemerintah mengingatkan bahwa penyebaran spam judi online diperkirakan masih akan terus meningkat.
Karena itu, kolaborasi antara platform digital, pemerintah, kreator konten, hingga masyarakat menjadi langkah penting untuk menekan laju penyebaran promosi perjudian di internet.
Spam Judi Online Kini Menyebar di Berbagai Platform Media Sosial
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa pola penyebaran promosi judi online kini semakin meluas.
Berdasarkan hasil pemantauan Komdigi, aktivitas spam tidak lagi terkonsentrasi pada satu platform, melainkan berlangsung secara bersamaan di sejumlah media sosial populer.
Selain Instagram, aktivitas serupa juga ditemukan di TikTok, Facebook, X, hingga YouTube. Menurut Alexander, para pelaku terus mengubah strategi agar promosi judi online mampu menjangkau lebih banyak pengguna internet.
"Kami mendeteksi perluasan operasi spam judi online kini tidak lagi terbatas pada satu platform digital saja. Selain Instagram, aktivitas serupa juga teridentifikasi secara bersamaan di TikTok, Facebook, X, dan YouTube," ujar Alexander Sabar Rabu, 1 Juli 2026.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa jaringan penyebar judi online semakin terorganisasi dan memanfaatkan berbagai kanal digital sekaligus untuk memperluas jangkauan promosi mereka.
Influencer Daerah Menjadi Sasaran Utama Pelaku
Komdigi juga menemukan adanya perubahan signifikan pada sasaran penyebaran spam. Jika sebelumnya akun media sosial instansi pemerintah lebih sering menjadi target, kini fokus pelaku beralih kepada influencer serta kreator konten di daerah yang memiliki jumlah pengikut cukup besar.
Alexander menjelaskan, akun milik kreator daerah dipilih karena memiliki hubungan yang lebih dekat dengan para pengikutnya. Tingkat kepercayaan audiens yang tinggi membuat komentar berisi promosi judi online lebih mudah menarik perhatian.
Selain itu, moderasi komentar pada akun-akun tersebut dinilai belum seketat akun milik tokoh nasional atau institusi besar sehingga peluang komentar spam bertahan lebih lama menjadi semakin besar.
"Sekitar 52 persen target spam judi online mengarah pada akun-akun influencer daerah karena audiensnya dinilai memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi serta moderasi komentar yang relatif lebih rendah," jelas Alexander.
Temuan ini menjadi sinyal bahwa kreator konten di daerah juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan yang muncul di kolom komentar maupun pesan langsung pada akun media sosial mereka.
Komdigi Perkuat Pengawasan dan Minta Masyarakat Ikut Melapor
Dalam pemantauannya, Komdigi mengungkapkan bahwa operasi spam tersebut dijalankan menggunakan jaringan bot otomatis yang berasal dari luar negeri.
Aktivitas tersebut kemudian dikendalikan melalui jaringan agen yang berada di Indonesia sehingga penyebarannya berlangsung secara masif dan terstruktur.
Alexander memperkirakan intensitas spam judi online masih berpotensi meningkat selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 hingga pertengahan Juli 2026. Momentum tingginya aktivitas masyarakat di media sosial dimanfaatkan pelaku untuk menyisipkan berbagai promosi perjudian.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Komdigi terus menjalin koordinasi dengan berbagai penyelenggara platform digital agar proses penindakan terhadap akun maupun komentar yang mengandung promosi judi online dapat dilakukan lebih cepat.
"Kami mengimbau seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik untuk memperkuat moderasi konten secara proaktif, meningkatkan deteksi terhadap aktivitas akun tidak autentik, serta mempercepat penanganan komentar dan konten yang mengandung unsur promosi judi online," tegas Alexander.
Tak hanya mengandalkan langkah dari platform digital, Komdigi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ekosistem internet yang sehat. Masyarakat diminta tidak mengakses maupun menyebarluaskan konten promosi judi online serta segera melaporkan akun atau unggahan yang diduga melanggar aturan agar penyebarannya dapat segera dihentikan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara platform digital, kreator konten, dan masyarakat, diharapkan ruang digital Indonesia dapat semakin terlindungi dari berbagai praktik penyebaran judi online yang terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan perilaku pengguna internet.
Load more