KDM Ingatkan Fenomena Cuaca Ekstrem di Eropa jadi Pembelajaran
- jabarprov.go.id
Jakarta, tvOnenews.com- Melihat fenomena cuaca ekstrem di Eropa menarik perhatian berbagai negara. KDM pun menilai kejadian di sana jadi pembelajaran.
- Istockphoto
Gubernur Dedi Mulyadi yang disapa KDM menyampaikan pesan untuk memperingatkan warganya agar bisa memahami fenomena cuaca ekstrem.
KDM menilai perubahan iklim yang semakin nyata harus direspons dengan upaya menjaga hutan, sumber air, dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Menurutnya, cuaca itu telah menyebabkan korban jiwa dan memengaruhi aktivitas masyarakat. Hal ini bisa dijadikan peringatan bersama.
"Coba lihat di Eropa, cuaca panas ekstrem. Banyak orang yang meninggal karena tidak kuat menghadapi suhu yang sangat panas,” jelas Dedi.
Selain itu, ia juga menilai kalau fenomena cuaca ekstrem adalah salah satu dampak dari kerusakan lingkungan yang terjadi dalam jangka panjang.
Maka perubahan suhu yang semakin tidak menentu menjadi pengingat bahwa kelestarian alam harus menjadi perhatian bersama.
“Suhu yang terus berubah dan perubahan iklim yang terjadi diakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat parah,” jelasnya.
Dengan demikian, Dedi mengajak masyarakat Jawa Barat dan Indonesia menjaga kawasan hutan, sumber air, serta mata air yang masih dimiliki agar tetap lestari.
- jabarprov.go.id
Dengan tujuan menjaga alam, juga menekankan pentingnya pembangunan hunian yang sesuai dengan karakteristik iklim tropis Indonesia.
Pasalnya, desain rumah yang selaras dengan kondisi lingkungan akan membantu masyarakat lebih siap menghadapi perubahan cuaca tanpa bergantung sepenuhnya pada teknologi pendingin.
“Desain rumah harus disesuaikan dengan rumah kita sebagai bagian dari masyarakat tropis,” pesan Gubernur Dedi.
Perlu diketahui, belahan dunia mengalami lonjakan fenomena ekstrem seperti gelombang panas hingga mencapai 51 derajat Celsius di beberapa wilayah seperti China, serta sistem kubah panas (heat dome) yang melanda Amerika Serikat.
Sementara itu, wilayah Eropa menghadapi peristiwa mematikan dengan suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celsius yang memicu fenomena malam tropis (tropical night).
Sementara di Indonesia sendiri, potensi cuaca ekstrem sering kali berupa hujan lebat, angin kencang, dan suhu tinggi yang didorong oleh perubahan iklim global serta siklus fenomena seperti El Nino dan La Nina.(klw)
Load more