KDM Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem, Faktanya Bisa Sebabkan Sakit hingga Kematian
- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kang Rusdi channel
Jakarta, tvonenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang disapa KDM ikut menyoroti adanya cuaca ekstrem yang melanda berbagai negara, khususnya bagian Eropa.
Kondisi perubahan suhu yang biasa dingin, kini merasakan gelombang panas hampir 40 derajat celcius. Cuaca ekstrem ini tidak bisa disepelekan, tapi tanda adanya kerusakan lingkungan, kata KDM.
Gubernur Jabar itu menilai perubahan iklim yang semakin nyata harus direspons dengan upaya menjaga hutan, sumber air, dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
- Antara
Dengan begitu, ia menyampaikan pesan kepada masyarakat, situasi cuaca ekstrem ini, katanya menyebabkan korban jiwa dan memengaruhi aktivitas masyarakat.
“Coba lihat di Eropa, cuaca panas ekstrem. Banyak orang yang meninggal karena tidak kuat menghadapi suhu yang sangat panas,” ujar Dedi.
"Rumah di sana didesain untuk cuaca dingin sehingga jarang menggunakan pendingin ruangan. Akhirnya mereka berebut mencari tempat untuk berenang di sungai dan tempat-tempat yang menyediakan fasilitas pendingin ruangan,” sambung KDM.
Dampak Cuaca Ekstrem pada Kesehatan
Sehubungan dengan cuaca ekstrem yang melanda wilayah negara bagian Eropa dan Amerika Serikat. Mengingatkan pada fenomena El Nino yang terjadi akibat karena adanya kondisi cuaca yang jauh dari batas normal.
Pasalnya, cuaca ekstrem merupakan kondisi cuaca yang jauh dari batas normal, seperti gelombang panas (heatwave), kekeringan parah, badai siklon, dan hujan lebat yang memicu bencana dan mengganggu kesehatan.
Dengan kondisi ini, seseorang disebutkan dokter bisa mengalami gangguan kesehatan. Mulai dari terkena penyakit ringan sampai berat yang bisa sebabkan kematian.
Dalam keterangannya, dr. Ngabila Salama sebagai Praktisi Kesehatan Masyarakat bahwa cuaca ekstrem akan menyerang sistem pertahanan tubuh pada suhu. Apabila tidak sanggup menahan suhu ekstrem bisa sebabkan sakit dan meninggal dunia.
"terutama gelombang panas, dapat menyebabkan kematian karena tubuh memiliki batas kemampuan untuk mengatur suhu lingkungan sangat tinggi. Apalagi disertau kelebapan tinggi mekanisme pendinginan, tubuh melalui keringat menjadi tidak efektif," katanya kepada tvonenews.com, Senin (6/7).
"akibatnya suhu inti tubuhterus meningkat dan dapat merusak organ-orgn vital seperti otak, jantung, dan ginjal," sambung dr.Ngabila
Dengan kondisi yang ekstrem ini, disampaikan dr. Ngabila seseorang akan mengalami sakit. Sekitar ada 3 sakit yang dialami seseorang ssat cuaca ekstrem, antara lain dehidrasi, heat exhaustion, dan heat stroke.
Kondisi yang disebabkan karena adanya suhu panas. Dehidrasi secarau umum tanda seseorang mengalami haus berlebihan atau kekurangan minum.
Sementara heat exhaustion adalah kondisi tubuh kepanasan dan mengalami dehidrasi berat serta kehilangan elektrolit akibat paparan suhu tinggi atau aktivitas fisik berat.
Gejalanya, dimulai keringat berlebih, pusing, mual, dan lemas. Jika tidak segera ditangani dengan pendinginan dan rehidrasi, kondisi ini dapat memburuk menjadi heat stroke yang mengancam jiwa.
Apabila seseorang saat merasakan kepanasan mengalami haus parah dan suhu tubuh capai 40 derajat dan buat kejang atau tidak sadar diri ini jadi kondisi gawat darurat, perlu segera ditangani.
"Organ-organ vital dapat mengalami kerusakan sehingga berisiko menyebabkan kematian, bila tidak segera ditangani," pesan dr. Ngabila Salama.
"Masyarakat diimbau mencukupi kebutuhan cairan. Hindari aktivitas berat pada pukul 10.00 - 16.00 WIB, mencari tempat teduh. Jika alami gejala heat stroke segera fasilitas kesehatan," imbuhnya.(klw)
Load more