3 Pesan Ruben Onsu untuk Jordi Onsu, Ingatkan untuk Tak Ikut Campur hingga Nasihat Rendah Hati
- tvOnenews.com Edit / YouTube Nanda Persada / Instagram @jordionsu
tvOnenews.com - Ruben Onsu membuka suara soal hubungannya dengan sang adik, Jordi Onsu, dalam podcast Kacamata Nanda. Di tengah polemik rumah tangganya dengan Sarwendah, Ruben Onsu menitipkan tiga pesan penting untuk adiknya tersebut.
Dalam perbincangan bersama Nanda Persada, mantan manajer Sarwendah, Ruben Onsu blak-blakan mengenai kehidupan pribadinya pasca perceraian. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya kini adalah hak asuh anak serta memastikan buah hatinya tetap mendapatkan kasih sayang penuh dari sang ayah, di tengah berbagai pihak yang menurutnya justru memperkeruh suasana.
1. Ingatkan Jordi Onsu untuk Tak Ikut Campur
Ruben Onsu menyayangkan keputusan Jordi Onsu yang ikut memberikan tanggapan terkait masalah rumah tangganya. Ia mengingatkan bahwa mereka bersaudara kandung dan telah melalui banyak hal bersama sejak kecil.
"Semakin gua diamin, semakin banyak berkicau ucapannya. Seperti dia lupa kalau kita punya darahnya. Dia umur berapa? Gua umur berapa? Bahkan ketika dia masih bayi pun gua yang timang, gua yang gendong dia juga. Ada bagian di dalamnya gua juga," ujar Ruben Onsu.
Nanda Persada pun menimpali dengan menyinggung soal bisnis yang pernah dijalankan Ruben dan Jordi bersama.
"Ya, bisnis barang pun juga barengan sama lu, kan?" tanya Nanda Persada.
Ruben Onsu membenarkan hal tersebut dan menegaskan bahwa niatnya selama ini hanya ingin mengangkat derajat sang adik.
"Alhamdulillah. Jadi menurut gue nggak ada lain, nggak ada. Bukan gue cuma kepengin derajat adik gue itu naik ya. Ibu nggak ada, bapak nggak ada. Gimana ceritanya?" kata Ruben Onsu.
Ia melanjutkan dengan menyinggung soal kabar pemblokiran yang sempat terdengar olehnya.
"Iya, cuma kita nih yang kepengin kakak kita biar dilihat, adik kita biar dilihat, itu aja. Tapi ada pernah gue dengar mereka diblokir, mereka digini, yang lu dengar diblokirnya. Kenapa kisahnya? Nggak ada gua ucap," ujar Ruben Onsu.
Nanda Persada kemudian menyinggung pernyataan Jordi yang mengaku memegang sebuah rahasia besar.
"Terus ada juga tuh omongan adik lu yang bilang, 'Belum tahu aja, saya lagi pegang rahasia besar,'" ujar Nanda Persada.
Mendengar hal itu, Ruben Onsu mengaku kecewa dan menyebut sikap tersebut sebagai sikap sok hebat.
"Iya, makanya yang saya bilang merasa sok hebat, merasa sok kuat. Orang lu ikut andil dalam semua cerita ini. Lu ikut andil di dalamnya," ujar Ruben Onsu.
Ruben Onsu juga menceritakan bahwa rasa sakit yang ia rasakan turut berdampak pada anak-anaknya, sehingga ia meminta semua pihak untuk berhenti melebar-lebarkan masalah.
"Jadi kalau saya bilang gini, 'Stop, ya, jangan sampai saya melebar.' Jadi rasa sakitnya ke anak itu saya sakit sekali. Kenapa saya sakit? Mas Nanda, kami itu bukan hidup dari keluarga orang ada. Cukuplah, susah-susah banget juga nggak, Alhamdulillah. Tapi buat makan mah cukup. Jadi menurut gua cukup, dong, bukan susah. Lu masih bisa makan rendang, iya, nggak?" kata Ruben Onsu.
Ia pun mengenang masa sulitnya dahulu saat harus menyewa tas milik kakaknya sendiri demi kebutuhan syuting.
"Tapi apa yang lu bisa ucapin itu kayak lu lupa. Gue sendiri pada saat mau casting, syuting-syuting, gue nyewa tas gua sama kakak gue Rp75.000 karena gua nggak punya tas gede, nggak punya tas bagus. Cuma kakak gue yang punya. Gua sewa sama dia Rp75.000. Apa gua dendam? Nggak ada," ujar Ruben Onsu.
Ruben Onsu menegaskan bahwa selama ini ia selalu menjadi sosok yang mengingatkan Jordi, mengingat mereka tidak lagi memiliki orang tua.
"Jadi gue cuma bilang, 'Iya, mulut gue memang begini, tapi lu semua gua urusin, nggak? Gua urusin, nggak, lu? Lu nggak ada orang tua, siapa yang mau ngingetin kalau bukan abang lu? Ada lu mau datang? Lu ngucap maaf, lu mau datang, ada, nggak?'" kata Ruben Onsu.
Kekecewaan itu bahkan membuat Ruben mengaku hatinya tertutup terhadap sikap sang adik.
"Hati gua pun sudah tertutup karena ngelihat sok hebatnya dia ke mana pun. Maaf, nih, dengan ibunya anak-anak gua nggak akan ada bertemu. Tapi dengan adik kandung, sejarahnya, sejalannya kita di akhirat nanti, itu ya lu saudara. Sekandung, darahnya. Jadi kalau lu tanya dalamnya luka gua, udah nggak mau tahu gua," ungkap Ruben Onsu.
Ruben Onsu turut menegaskan bahwa ia tidak pernah bangga atas keributan yang terjadi, namun merasa perlu menjelaskan versinya karena persoalan ini sudah menjadi konsumsi publik.
"Jadi gua cuma bilang gini, 'Mas, gua sama sekali tidak pernah bangga dengan sebuah keributan. Tapi karena ini sudah terlalu sana-sini, izinkan gua menjelaskan dari versi gua.' Gue tidak minta semua orang untuk percaya gua, nggak, tapi biarkan ini fair. Karena semua sudah dilakukan, ya, ucapan kalimat kasar dan yang lain sering diucapkan di publik, saya harus selesaikan juga di publik," kata Ruben Onsu.
Ia bahkan meminta agar pernyataannya tidak dipotong-potong saat proses penyuntingan.
"Bahkan gua minta sama lu jangan diedit, ya, Mas Nanda, tolong. Karena kenapa gue tidak mau cerita? Ngapain dipotong-potong buat menjadi sebuah tayangan yang asik? Mudah-mudahan ini menjadi tayangan penetral, bukan memanas-manasi," ujar Ruben Onsu.
Ruben Onsu juga menyayangkan pernyataan Jordi yang menyinggung soal anaknya, sebab menurutnya tidak ada komunikasi langsung antara keduanya soal hal tersebut.
"Jadi kalau ditanya tentang Mas Jordi, itu saya cuma bilang gini, saya sayangkan sekali. Jadi dia bilang, 'Wah, dia mau ke sana karena ada anak gue. Anak gue yang mana?' Kalau lu menjembatani antara anak gua ke gue lewat lu, lu komunikasi ke gua, nggak sama sekali," ujar Ruben Onsu.
Ia menutup pesan pertamanya dengan permintaan agar Jordi tidak lagi ikut campur dalam persoalannya.
"Jadi kalau gue cuma bilang gini, bisa nggak lu nggak usah ikutan gitu? Lu jalan sama hidup lu sendiri, lu fokus, lu berjuang sama hidup lu sendiri, lu fight," kata Ruben Onsu.
2. Pesan agar Jordi Tetap Rendah Hati
Di tengah perbincangan, Nanda Persada bertanya apakah Ruben Onsu memiliki pesan khusus untuk Jordi.
"Ada pesan, nggak, buat seorang Jordi?" tanya Nanda Persada.
Ruben Onsu menjawab dengan mengapresiasi kesuksesan sang adik, namun mengingatkan agar tidak lupa diri.
"Sekarang lu hebat, lu sukses, lu berhasil, keren. Ya, Alhamdulillah. Bahkan sampai gua salat pun enggak pernah ada gua ucap jahat ke elu. Meminta untuk aku jahat, enggak ada," kata Ruben Onsu.
Ia pun mengenang perjuangannya membesarkan Jordi meski dalam kondisi yang serba terbatas.
"Tapi gua cuma bilang, sebelum air hujan itu kena ke kepala lu, keringat gualah yang menutup supaya lu nggak kena. Gua memberikan elu sebuah kendaraan, itu padahal gua lagi enggak ada duit. Tapi gua bangga adik gua punya kendaraan," ujar Ruben Onsu.
Ruben Onsu menegaskan bahwa keduanya tumbuh dari kondisi yang sama sebagai anak yatim piatu, sehingga Jordi diminta untuk tetap rendah hati.
"Jadi ingat napak bumi. Kalau lu ingat tentang gue yang buruknya, tentang saya yang buruknya, bagaimana saya, ya, buruknya kamu? Bagaimana ketika disepelekannya kamu, tapi bukan saya rendahkan kamu, tapi saya bertekad untuk mengangkat derajat karena ingat kita bukan anak orang kaya, bukan orang yang berada, tapi kita orang yang serba cukup. Jadi di darahmu pernah ada keringat saya yang saya berikan karena kamu adik. Kita sudah yatim piatu, tidak ada ayah dan ibu," ungkap Ruben Onsu.
Ruben Onsu turut menyampaikan bahwa sikap kerasnya selama ini muncul karena tidak ada lagi sosok orang tua maupun pemimpin dalam keluarga mereka.
3. Harapan Ruben Onsu untuk Jordi Onsu
Di akhir pernyataannya, Ruben Onsu menitipkan harapan agar Jordi Onsu bisa belajar dari luka yang pernah ia rasakan apabila kelak menghadapi situasi serupa.
"Nanti ketika kamu diperlakukan atau dipermalukan sama orang lain lebih dari itu, belajar lagi dari rasa lukanya saya," ujar Ruben Onsu.
Ia berharap keluarganya tetap dihargai dan Jordi bisa menjaga pergaulan yang baik ke depannya.
"Jadi saya itu hanya ingin keluarga saya itu dihargai. Adik saya itu punya pergaulan yang bagus. Jadi pesan saya, napak bumi, ingat lagi. Jangan mendongak terus itu kepala. Saya sudah mengangkat kamu untuk naik tinggi tanpa kamu dongakkan kepalamu," kata Ruben Onsu.
Ruben Onsu pun menutup pesannya dengan harapan agar Jordi terus melangkah maju tanpa harus menjatuhkan orang lain.
"Jadi, selamat berjuang untuk sebuah kehidupan. Naikkan derajatmu dengan tidak menjatuhkan derajat orang lain, apalagi derajat yang pernah memberi kamu makan," pungkas Ruben Onsu.
Ruben Onsu berharap agar seluruh pihak yang terlibat dalam polemik ini dapat melunakkan hati dan tidak lagi saling menjelekkan, demi kesejahteraan anak-anaknya ke depan.
(anf)
Load more