GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Videonya Viral, Kenapa Santri Korban Pembakaran yang Hendak ke Podcast Denny Sumargo Dicegat Polisi di Bandara?

Presenter Denny Sumargo (Densu) mengungkap alasan pihak keluarga santri korban kasus pembakaran oleh senior di pesantren di Lombok Tengah, NTB dihalau polisi.
Kamis, 9 Juli 2026 - 06:03 WIB
Video viral santri dan keluarga, korban pembakaran oleh senior di pesantren, Lombok Tengah, NTB dicegat berangkat memenuhi undangan podcast Denny Sumargo
Sumber :
  • Kolase Instagram/@kahar_uddinabbas & Tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo

Jakarta, tvOnenews.com - Presenter Denny Sumargo menyoroti sebuah video viral. Hal ini menunjukkan momen Ahmad Deven Ramdan (14) dan keluarga Sahid Al Hudri (14), santri korban pembakaran oleh senior di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga dicegat oleh polisi.

Denny Sumargo mulanya terkejut melihat video viral saat santri korban pembakaran dan pihak keluarga dihalangi di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM), Lombok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka kebetulan akan berangkat menuju Jakarta untuk menghadiri undangan podcast Denny Sumargo. Alih-alih berhasil, jadwal menyuarakan kasus tiga santri dibakar senior berakhir batal.

Denny Sumargo mencari tahu alasan dugaan pencegatan yang berujung viral di media sosial. Densu sapaan akrabnya mengaku langsung menghubungi pihak pengacara salah satu santri.

"Gue mau update nih. Barusan gua habis ngobrol sama pengacara yang mendampingi pihak korban," ujar Denny Sumargo dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya, Kamis (9/7/2026).

Penyebab Santri Korban Pembakaran Dicegat Pergi ke Podcast Denny Sumargo

Video viral keluarga santri korban pembakaran oleh senior di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah, NTB dicegat polisi
Video viral keluarga santri korban pembakaran oleh senior di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah, NTB dicegat polisi
Sumber :
  • Instagram/@kahar_uddinabbas

Selain seputar tentang kronologi insiden tragis ini, Denny Sumargo bertanya kepada pengacara korban. Hal ini berkaitan lantaran Deven dan keluarga Al dihalau oleh polisi saat ingin berangkat ke Jakarta.

Pertanyaan tersebut, kata dia, lantaran video pencegatan di bandara mengguncang publik. Hingga kini, rekaman upaya korban dan keluarga akan pergi ke podcast Denny Sumargo viral di media sosial.

Lanjut Densu, video pencegatan tersebut juga membuat publik heran. Situasi ini mendorong banyak pihak bertanya-tanya terutama terkait alasan polisi menghalau mereka.

Kata Densu, pencegatan tersebut memiliki alasan yang kuat. Polisi masih memantau kesehatan para korban.

"Menurut keterangan yang gua dapat dari pengacara mendampingi korban, mereka belum diizinkan berangkat karena korban sedang menjalani penanganan dan pengobatan di rumah sakit setempat," terang Densu.

Dua santri korban pembakaran itu saat ini masih dirawat secara intensif. Kondisi kesehatannya terus dipantau di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mataram.

Dua santri yang selamat memang telah melalui perjuangan yang panjang. Deven dan Al sempat dirawat di RSUD Praya sebelum dirujuk sendiri oleh orang tua mereka ke RSUD di NTB pada Juni 2026.

Di tengah proses pemulihan, keluarga harus membawa korban kontrol rutin sebanyak dua kali setiap pekan. Ditambah, sebagian biaya tidak masuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan.

Kondisi ini membuat penanganan hingga perawatan secara intensif terhadap Deven dan Al di RS Bhayangkara ditanggung oleh berbagai pihak, termasuk Polda NTB.

Kondisi Deven dan Al juga masih dalam proses hukum yang tengah ditangani oleh pihak kepolisian. Hal ini membuat mereka batal berangkat ke Jakarta untuk memenuhi undangan podcast Denny Sumargo.

"Itu yang menjadi alasan kenapa mereka tadi pada saat mau berangkat ke Jakarta, mereka di-stop dan kemudian mereka dibawa oleh pihak terkait," tegasnya.

Sebelumnya, Denny Sumargo menyayangkan kegagalan korban dan keluarga untuk berangkat ke Jakarta. Padahal mereka telah dibelikan tiket demi menyuarakan insiden tragis di lingkungan pesantren.

Denny mempertanyakan motif pencegatan di bandara. Ia hanya berharap seluruh proses penanganan dan pengusutan kasus tersebut terbuka secara jelas.

"Sampai tidak jadi berangkat. Apa yang sebenarnya terjadi? Masyarakat itu bukan ingin menyalahkan. Justru karena mereka melihat korban yang sudah kehilangan begitu banyak tapi masih kesulitan untuk menyampaikan suaranya," heran Densu.

"Kalau memang tidak ada yang salah dalam prosesnya, oke. Keterbukaan itu adalah jawaban terbaik. Sebaliknya, jika pertanyaan-pertanyaan ini terus dibiarkan tanpa penjelasan, enggak bisa juga disalahkan masyarakat apabila muncul berbagai asumsi. Tolong bantu kawal," sambungnya.

Kasus menimpa tiga santri diduga dibakar senior terjadi di pesantren terletak di Lombok Tengah. Peristiwa ini berawal dari November dan insidennya terjadi pada 13 Desember 2025.

Dari versi keluarga korban, kronologi kasus dugaan pembakaran berawal dari seorang santri yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Ia menceritakan mulanya dirinya kerap mendapatkan aksi perundungan atau bullying oleh kakak kelas.

Tindakan bullying membuat korban mengadu kepada pimpinan ponpes. Upaya itu langsung didengar sehingga terduga pelaku mengancam korban akan dibakar.

Dari versi kronologi lainnya, peristiwa ini terjadi saat lima santri ingin membuat ketapel di dalam sebuah ruangan terkunci rapat.

Mereka mengalami apes. Sebuah kasur tidak sengaja terbakar akibat tumpahan bensin dalam botol mineral.

Situasi ini membuat tiga santri yang menjadi korban, yakni Sahril Sobirin, Ahmad Deven Ramdan, dan Al Hudri terjebak. Sementara, dua lainnya yakni Moh. Reyhan dan Yusuf Sapi'i selamat dari kobaran api.

Hingga kini, polisi melalui Polda NTB dan Satreskrim Polres Lombok Tengah menetapkan status terduga pelaku naik ke tahap penyidikan. Keputusan penetapan tersangka dijadwalkan akan terjadi pada pekan ini.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Soal Profit, Ini Tantangan Baru yang Dihadapi Trader di Pasar yang Makin Cepat

Bukan Cuma Soal Profit, Ini Tantangan Baru yang Dihadapi Trader di Pasar yang Makin Cepat

Di balik keputusan seorang trader, terdapat ekosistem yang mencakup informasi, teknologi, eksekusi, hingga komunitas yang ikut memengaruhi cara mengambil keputusan.
Antisipasi Kejadian Serupa, Anjing Pitbull yang Serang Anak Sembilan Tahun di Bandung Dikarantina

Antisipasi Kejadian Serupa, Anjing Pitbull yang Serang Anak Sembilan Tahun di Bandung Dikarantina

Anjing pitbull yang menyerang anak perempuan berusia sembilan tahun di sebuah kompleks di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dikarantina. 
Terlibat Karhutla, PT MPK Dibekukan Izinnya Oleh Kemenhut

Terlibat Karhutla, PT MPK Dibekukan Izinnya Oleh Kemenhut

PT MPK dibekukan perizinan berusaha oleh Kemenhut. Selain itu, Kemenhut juga menjatuhkan sanksi Paksaan Pemerintah karena kebakaran yang luas dan berulang di areal perusahaan tersebut di Kalimantan Barat.
Di Tengah Konflik, Iran Temukan Ladang Gas Baru

Di Tengah Konflik, Iran Temukan Ladang Gas Baru

Di tengah konflik yang berkepanjangan dengan Amerika Serikat, Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan pihaknya menemukan ladang gas baru dengan cadangan yang diperkirakan melebihi 200 miliar meter kubik (m3).
Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi, Iran Akan Tutup Selat Hormuz

Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi, Iran Akan Tutup Selat Hormuz

Jika Amerika Serikat melanjutkan perang ekonominya terhadap Teheran, Iran akan memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Hal ini diktakan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei, Ahad.
Di Tengah Konflik Dengan AS, Trump: Iran "Runtuh Total"

Di Tengah Konflik Dengan AS, Trump: Iran "Runtuh Total"

“IRAN RUNTUH TOTAL!!! Presiden DJT (Donald J. Trump),” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Trending

Bukan Cuma Soal Profit, Ini Tantangan Baru yang Dihadapi Trader di Pasar yang Makin Cepat

Bukan Cuma Soal Profit, Ini Tantangan Baru yang Dihadapi Trader di Pasar yang Makin Cepat

Di balik keputusan seorang trader, terdapat ekosistem yang mencakup informasi, teknologi, eksekusi, hingga komunitas yang ikut memengaruhi cara mengambil keputusan.
Antisipasi Kejadian Serupa, Anjing Pitbull yang Serang Anak Sembilan Tahun di Bandung Dikarantina

Antisipasi Kejadian Serupa, Anjing Pitbull yang Serang Anak Sembilan Tahun di Bandung Dikarantina

Anjing pitbull yang menyerang anak perempuan berusia sembilan tahun di sebuah kompleks di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dikarantina. 
Terlibat Karhutla, PT MPK Dibekukan Izinnya Oleh Kemenhut

Terlibat Karhutla, PT MPK Dibekukan Izinnya Oleh Kemenhut

PT MPK dibekukan perizinan berusaha oleh Kemenhut. Selain itu, Kemenhut juga menjatuhkan sanksi Paksaan Pemerintah karena kebakaran yang luas dan berulang di areal perusahaan tersebut di Kalimantan Barat.
Di Tengah Konflik, Iran Temukan Ladang Gas Baru

Di Tengah Konflik, Iran Temukan Ladang Gas Baru

Di tengah konflik yang berkepanjangan dengan Amerika Serikat, Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan pihaknya menemukan ladang gas baru dengan cadangan yang diperkirakan melebihi 200 miliar meter kubik (m3).
Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi, Iran Akan Tutup Selat Hormuz

Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi, Iran Akan Tutup Selat Hormuz

Jika Amerika Serikat melanjutkan perang ekonominya terhadap Teheran, Iran akan memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Hal ini diktakan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei, Ahad.
Di Tengah Konflik Dengan AS, Trump: Iran "Runtuh Total"

Di Tengah Konflik Dengan AS, Trump: Iran "Runtuh Total"

“IRAN RUNTUH TOTAL!!! Presiden DJT (Donald J. Trump),” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Polisi menegaskan tindakan yang dilakukan penyelidik Ditreskrimsus bukan pemblokiran rekening, melainkan permohonan penundaan transaksi terkait penyelidikan dugaan penghimpunan dana yang dikaitkan dengan kegiatan AMPB.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT