5 Fakta Terbaru Sarwendah Pindah Rumah, Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Niat Mengabari
- Instagram @sarwendah29
tvOnenews.com - Sarwendah akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya pindah rumah bersama anak-anak di tengah polemik dengan Ruben Onsu. Di sisi lain, pihak Ruben mempertanyakan cara penyampaian informasi kepindahan tersebut meski Sarwendah mengaku telah mengirim pesan lebih dulu.
1. Sarwendah Pindah Demi Ketenangan dan Kenyamanan Anak
Sarwendah menegaskan keputusan pindah rumah bukan tanpa alasan. Ia ingin memberikan lingkungan yang lebih tenang, aman, dan nyaman bagi ketiga anaknya setelah merasa rumah sebelumnya sudah tidak lagi kondusif.
"Kalau masalah pindah rumah ya aku sudah merelakan. Jadi aku maunya lebih tenang, lebih damai. Anak-anak juga lebih tenang, lebih damai. Jadi semoga bisa menjadi berkat yang baru lagi. Doain semoga aku bisa bekerja untuk anak-anak," ucap Sarwendah dalam tayangan YouTube Intens Investigasi pada 22 Juli 2026.
Penjelasan serupa juga disampaikan kuasa hukumnya, Abraham Simon. Menurutnya, kepindahan tersebut sepenuhnya didasarkan pada kepentingan terbaik bagi anak-anak.
"Ini kan seperti kita sudah sampaikan bahwa ini semua demi kepentingan terbaik bagi anak. Jadi kalau di dalam rumah itu sudah tidak ada lagi ketenangan, keamanan, dan kenyamanan bagi anak-anak, ya klien kami sudah memutuskan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Ya, kita keluar dari zona yang sudah tidak aman lagi dan klien kami menyediakan satu rumah yang aman bagi anak-anaknya. Begitu," ujar Abraham Simon.
2. Mengaku Sudah Mengirim Chat ke Ruben Onsu
Sarwendah membantah anggapan bahwa dirinya sengaja menyembunyikan alamat rumah baru. Ia mengaku telah mengirim pesan kepada Ruben Onsu pada 21 Juli 2026 pukul 10.01 WIB sebelum resmi pindah.
"Saya sudah chat gitu, saya juga sudah kasih alamatnya. Pasti dong gimanapun kan itu adalah ayah dari anak-anaknya. Jadi saya tidak pernah menutup gitu gimana anak-anak mau ketemu," ucap Sarwendah.
Ia mengaku terus menanyakan kemungkinan pertemuan anak-anak dengan sang ayah. Namun hingga saat itu, pesan yang dikirimnya belum mendapatkan respons.
"Saya selalu tanya lagi, 'Gimana ayah jadi enggak ketemu gitu.' Tapi karena belum ada respons saya juga enggak bisa berbuat apa-apa," jelasnya.
3. Rumah Lama Disebut Bermasalah dan Terancam Lelang
Selain alasan kenyamanan, kuasa hukum Sarwendah mengungkap rumah yang ditempati kliennya ternyata memiliki persoalan hukum dan keuangan. Rumah tersebut disebut merupakan bagian dari pembagian harta gono-gini setelah perceraian.
"Rumah itu sudah ada surat dari bank juga ya, bahwa akan ada rencana lelang juga ya. Jadi, rumah ini kan bagian dari gono gini sebenarnya ya. Klien kami kan sebenarnya dengan RO kan pada saat perjalanan cerai kemarin, persidangan kemarin berjalan itu juga ditandatangani gono gini ya," kata Chris Sam Siwu.
Ia menambahkan aset yang diterima Sarwendah justru memiliki tanggungan utang, berbeda dengan aset yang diterima Ruben Onsu.
"RO mendapatkan dua aset, selain kami mendapatkan dua aset. Tetapi aset yang didapat RO adalah aset yang clean and clear, tidak ada permasalahan di bank. Ya, ternyata yang diberikan kepada klien kami ini bermasalah di bank yang nilainya cukup fantastis ya. Klien kami tidak mau terseret lagi dengan pusaran itu. Klien kami dengan finansial yang sudah mandiri ya. Klien kami lebih baik pindah untuk mencari apa? Mencari kebahagiaan dengan anak-anak ya," ujar Chris Sam Siwu.
Chris juga mengungkap adanya dugaan utang yang telah melekat pada rumah tersebut sebelum kesepakatan pembagian aset ditandatangani.
"Pada saat selesai ditandatangani, berjalan dibagi dua rumah, ternyata rumah yang ditempati, yang ditinggali ternyata ada sangkutan hutang yang luar biasa besar ya. Yang mana ternyata sebelum ditandatangani kesepakatan itu sudah ada hutang itu dan ternyata itu juga belum dibayar."
Ia melanjutkan, "Nah, sehingga makanya sudah ternyata kami dengar sudah ada proses untuk lelang. Nah, ini itu yang membuat klien kami kaget ya. Artinya harusnya itu disampaikan di awal semua ya, bahwa seperti itu ya. Tapi nyata-nyatanya tidak dibayarkan ya. Klien kami tidak mau berisiko dong ya. Ada anak-anak di dalam. Klien kami harus hidup dengan ternyata gono gini yang dibagi."
Chris Sam Siwu kembali menambahkan, "Yang dibagi ternyata kita kasih ke klien Bang Minol clear, tidak ada jaminan terhadap aset yang kita serahkan. Tetapi yang untuk klien kami itu malah dengan hutang ya. Bayangkan ya, maksudnya kami tidak mungkin menyalahkan itu ya, tetapi itu situasinya ya."
4. Ruben Onsu Sebut Sudah Ganti Nomor Telepon
Menanggapi pengakuan Sarwendah, Ruben Onsu menjelaskan bahwa pesan tersebut tidak dibalas karena nomor telepon yang digunakan sudah tidak lagi aktif. Ia juga meminta semua pihak tetap berprasangka baik.
"Saya prasangka baik aja, prasangka baik," kata Ruben Onsu saat ditemui awak media dalam tayangan STARPRO Indonesia pada 22 Juli 2026.
Ketika ditanya apakah dirinya terkejut dengan kepindahan Sarwendah, Ruben memilih menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada kuasa hukumnya.
"Nanti ke Bang Minola aja, dibilang ke Bang Minola," ujar Ruben Onsu.
Saat disinggung alasan Sarwendah mencari ketenangan bagi anak-anak, Ruben memberikan tanggapan singkat.
"Antara enggak nyaman sama main aman kan beda tipis ya," tutur Ruben Onsu.
5. Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Niat Mengabari
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengakui pihaknya memang tidak mengetahui proses kepindahan Sarwendah. Menurutnya, informasi tersebut dikirim ke nomor lama yang sudah tidak digunakan.
"Satu lagi yang kemarin banyak orang bilang tuh pakarnya gagap tuh. Sudah ditunjukkan bukti bahwa sudah dichat tentang masalah perpindahan. Saya tanya sama Ruben karena memang itu belum dikomunikasikan dengan kami. Tadi saya tanya ya karena kuasa hukum S juga menghubungi saya kok masih centang satu. Artinya kalau centang satu kan memang belum tersampaikan informasi itu ya," ujar Minola Sebayang dalam tayangan Intens Investigasi pada 23 Juli 2026.
Minola mempertanyakan mengapa informasi tersebut tidak dikirim ke nomor baru Ruben atau melalui kuasa hukum kedua belah pihak.
"Ruben juga kemarin sudah ngomong ke beberapa teman media, nomor itu tidak kami gunakan lagi, tidak saya gunakan lagi. Ada kok nomor baru. Anak-anak tahu dan dia juga pernah menghubungi nomor baru itu. Kenapa kok ke nomor satu itu aja dikirimkan informasi itu? Kenapa enggak ke nomor yang lain juga yang dia juga tahu? Kalau niatnya baik kan harusnya ke semua nomor yang dia tahu atau paling tidak disampaikan ke pengacaranya dan pengacaranya sampaikan ke kami. Kalau ada niat pasti ada jalan kan untuk menginformasikan," kata Minola.
Ia juga menegaskan bahwa pihak Ruben baru mengetahui kepindahan tersebut setelah ramai diberitakan, "Tapi faktanya perpindahan itu kan tidak sehari langsung pindah, mindahin barang-barang kan juga lama gitu, ada proses. Kami tahunya setelah masyarakat se-Indonesia tahu dia pindah. Menanyakan ke kami, menanyakan ke Ruben, salah enggak kalau kami bilang kami enggak tahu. Oh, memang kami enggak tahu. Mau bilang kalau memang kami enggak tahu, kami dianggap salah, ya salahlah kami."
Minola menambahkan, "Terus kalau kemudian misalnya dia chat ke nomor yang memang centang satu, sementara dia tahu ada nomor yang lain yang dia juga sering gunakan ketika berkomunikasi dengan Ruben. Kalau itu juga kami salah, karena dia yang penting sudah chat tanggal 21 ya kami salah. Kami bukan orang yang takut untuk mengakui kesalahan kalau kami salah. Tapi faktanya seperti ini ya."
Hingga kini, polemik mengenai kepindahan Sarwendah masih menjadi bagian dari proses komunikasi kedua belah pihak di tengah sengketa hak asuh anak. Sementara Sarwendah menegaskan telah berupaya memberi tahu Ruben Onsu, pihak Ruben menilai pemberitahuan tersebut seharusnya dapat dilakukan melalui jalur komunikasi lain agar informasi penting itu benar-benar diterima.
(anf)
Load more