Dedi Mulyadi Beri Bantuan Pendidikan Rp50 Juta untuk Anak Terduga Pencuri Ayam yang Meninggal Dikeroyok Massa di Bali
- Instagram/dedimulyadi71 - istimewa
tvOnenews.com - Video seorang anak perempuan yang menangis histeris di depan jenazah ayahnya usai meninggal akibat dugaan pengeroyokan massa di Bali terus menjadi perhatian publik.
Momen pilu tersebut menyentuh hati banyak orang, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akhirnya memberikan bantuan untuk pendidikan anak korban.
Melalui unggahan di media sosialnya, Dedi Mulyadi menghubungi langsung istri almarhum KD untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menawarkan bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dalam percakapan itu, istri korban mengungkapkan bahwa suaminya sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan.
Ia mengaku sempat kehilangan kontak dengan sang suami selama tiga hari sebelum akhirnya menerima kabar duka.
"Suami saya sudah menghilang tiga hari, nggak ada kabarnya. Tahu-tahu keluarga saya diberi tahu sudah meninggal," ujar istri korban.
- Tangkapan Layar IG Info Berita Bali
Menurutnya, keluarga sempat berupaya mencari keberadaan KD, sementara dirinya menunggu di rumah.
Belakangan, korban diketahui berada di sebuah rumah sakit di Kabupaten Tabanan.
Ia juga menceritakan bahwa pihak keluarga memperoleh informasi dari aparat kepolisian bahwa suaminya diduga terlibat kasus pencurian ayam sebelum akhirnya meninggal dunia.
Sebelumnya, KD, warga Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi sasaran amukan massa pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 01.30 WITA.
Peristiwa itu terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Korban diduga tepergok saat hendak membawa kabur seekor ayam aduan milik warga.
Warga yang emosi karena maraknya kasus pencurian ternak di wilayah tersebut kemudian mengamankan korban sebelum diduga mengeroyoknya hingga meninggal dunia. Sepeda motor yang digunakan korban juga dilaporkan dibakar.
- Instagram @wijaya_uqu
Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa seekor ayam, sebilah golok, tas berisi tang, ketapel, batu, serta sejumlah uang tunai.
Korban meninggalkan tiga orang anak. Anak sulungnya telah berkeluarga, anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA, sementara anak bungsunya yang masih berusia sekitar empat tahun menjadi sorotan setelah videonya menangis sambil memanggil sang ayah viral di media sosial.
Dedi Mulyadi mengaku tidak kuasa menahan haru ketika melihat rekaman tersebut.
Menurutnya, tangisan anak kecil itu mengingatkannya pada anaknya sendiri.
"Saya sampaikan belasungkawa dan prihatin. Walaupun lintas provinsi, saya kan sering ke Bali. Sekarang saja di rumah saya ada empat orang anak Bali yang latihan menari bersama Ni Hyang," ujar Dedi.
Ia kemudian memastikan akan membantu biaya pendidikan anak bungsu korban.
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk deposito senilai Rp50 juta agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah anak di masa mendatang.
"Saya mendengar suara anak kecil sampai nangis, nggak kuat, jadi ingat anak sendiri. Ibu harus tetap semangat menyekolahkan anak. Nanti saya titip deposito Rp50 juta untuk anak ibu. Bentuknya deposito ya, Bu," kata Dedi Mulyadi.
Bantuan itu pun mendapat apresiasi dari banyak warganet.
Mereka berharap perhatian terhadap masa depan anak korban dapat membantu meringankan beban keluarga yang tengah berduka, sekaligus memastikan pendidikan sang anak tetap dapat berlanjut. (gwn)
Load more