News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dituding Pilih Kasih, Dedi Mulyadi Bongkar Alasan Bantuan Keluarga Korban Pengeroyokan di Bali Lebih Besar

Keputusan Dedi Mulyadi memberi bantuan dengan nominal berbeda kepada dua keluarga korban dalam kasus yang baru-baru ini viral memicu perdebatan di media sosial.
Jumat, 31 Juli 2026 - 16:07 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan bantuan dengan nominal berbeda kepada dua keluarga korban dalam kasus yang menyita perhatian publik memicu perdebatan di media sosial.

Tak sedikit warganet mempertanyakan alasan di balik kebijakan tersebut hingga muncul tudingan bahwa Dedi bersikap pilih kasih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polemik bermula setelah Dedi diketahui memberikan bantuan senilai Rp50 juta kepada keluarga anak yang meninggal dunia usai menjadi korban pengeroyokan di Bali.

Dedi Mulyadi - anak yang ayahnya meninggal karena dikeroyok massa di Bali
Dedi Mulyadi - anak yang ayahnya meninggal karena dikeroyok massa di Bali
Sumber :
  • Instagram/dedimulyadi71 - istimewa

Sementara itu, keluarga almarhum Sumarna, petugas keamanan yang tewas dibunuh di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, menerima bantuan tunai sebesar Rp25 juta.

Perbedaan nominal tersebut langsung menjadi bahan perbincangan publik.

Sejumlah warganet menilai keluarga satpam seharusnya mendapatkan perhatian yang sama, bahkan lebih besar karena merupakan warga Jawa Barat.

Menanggapi berbagai komentar tersebut, Dedi Mulyadi akhirnya memberikan penjelasan secara terbuka melalui media sosialnya.

Ia menegaskan bahwa besaran bantuan yang diberikan tidak ditentukan secara asal, melainkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • Antara

"Hayo sedang apa sekarang, sedang ngomongin perbedaan bantuan pembunuhan sekuriti dan korban pengeroyokan pencuri ayam di Bali ya? Saya dianggap membeda-bedakan ya?" tanya Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi, bantuan Rp25 juta kepada keluarga almarhum Sumarna bukanlah satu-satunya bentuk dukungan yang diberikan.

Ia justru lebih mengutamakan penyelesaian persoalan yang dinilai memiliki dampak jangka panjang.

"Waktu itu saya tidak menyerahkan, uang berbeda dengan yang di Bali karena ada beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama bahwa saya paham almarhum itu ada beberapa kewajiban yang harus diselesaikan pada pihak lain sehingga saya memilih untuk menyelesaikan kewajiban pada pihak lain dibanding menyerahkan uang tunai ke keluarga korban," kata KDM.

Viral di Medos Penemuan Jasad Satpam di Waduk Jatiluhur
Viral di Medos Penemuan Jasad Satpam di Waduk Jatiluhur
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com / medsos @infoseputarplatH

Selain membantu menyelesaikan persoalan keuangan, Dedi juga telah menyiapkan dukungan bagi masa depan kedua anak almarhum.

Anak sulung akan difasilitasi untuk menuntaskan pendidikan di tingkat SMK sekaligus dibantu memperoleh pekerjaan setelah lulus sehingga dapat menopang kebutuhan keluarga.

Sementara itu, anak bungsu yang masih bersekolah di tingkat SD akan menjadi anak asuh Dedi Mulyadi. Ia berkomitmen mendampingi pendidikan sang anak hingga dewasa agar masa depannya tetap terjamin.

"Kedua, adik kecil yang masih sekolah SD itu dijadikan anak asuh saya untuk menempuh pendidikan hingga dewasa nanti sesuai apa yang diharapkan," lanjut Dedi.

Dedi kemudian menjelaskan bahwa keluarga almarhum sebenarnya juga memperoleh perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai pekerja yang terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, almarhum Sumarna memiliki hak atas sejumlah manfaat yang nilainya jauh lebih besar dibanding bantuan tunai yang diberikan pemerintah daerah.

"Ketiga, almarhum ini merupakan anggota sekuriti yang memiliki asuransi ketenagakerjaan dan mendapat hak asuransi ketenagakerjaan Rp418 juta sehingga keluarga almarhum sebenarnya memiliki keuangan yang cukup. Yang harus dipikirkan adalah masa depan anak," pungkasnya.

Santunan yang diterima keluarga meliputi manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) akibat meninggal dunia sebesar Rp264.537.088, Jaminan Hari Tua (JHT) senilai Rp10.685.285, Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp411.400 setiap bulan, serta beasiswa pendidikan bagi dua anak dengan nilai maksimal Rp142,5 juta.

Jika seluruh manfaat tersebut dihitung, keluarga almarhum memperoleh perlindungan finansial senilai ratusan juta rupiah.

Atas dasar itu, Dedi memilih mengarahkan bantuan pribadinya pada aspek yang belum sepenuhnya terakomodasi, terutama menjamin pendidikan dan keberlangsungan hidup anak-anak korban. (asl)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tokoh Masyarakat Surakarta Nilai MBG Sangat Membantu di Daerah Rawan Bencana

Tokoh Masyarakat Surakarta Nilai MBG Sangat Membantu di Daerah Rawan Bencana

Pandangan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Surakarta, Pak Mayor Haristanto yang tidak melihat kritik sebagai sesuatu yang harus selalu dipertentangkan dengan pemerintah.
Program Ekonomi Biru untuk Negeri Digelar untuk Dukung Penguatan Ekonomi Nelayan di Kupang

Program Ekonomi Biru untuk Negeri Digelar untuk Dukung Penguatan Ekonomi Nelayan di Kupang

Upaya pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan melalui penguatan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia Timur.
Timnas Voli Putri Korea Selatan Gagal Bawa Pulang Medali di Asian Games 2026, Pelatih Tiba-tiba Singgung Aturan V League

Timnas Voli Putri Korea Selatan Gagal Bawa Pulang Medali di Asian Games 2026, Pelatih Tiba-tiba Singgung Aturan V League

Timnas Voli Putri Korea Selatan dipastikan pulang tanpa medali dari Asian Games 2026 setelah kembali gagal mencapai podium.
Dugaan Korupsi Replanting PT PSU Dilaporkan ke Polda Sumut, Soroti Potensi Pendapatan Rp73,8 Miliar

Dugaan Korupsi Replanting PT PSU Dilaporkan ke Polda Sumut, Soroti Potensi Pendapatan Rp73,8 Miliar

Komisaris PT PSU Muhammad Syarif Lubis mengatakan, pihaknya melakukan audit internal dan menemukan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oknum pegawai.
GAMKI DIY Gagas "Memilih Dari Mana Saja" atau Vote Anywhere Diusulkan dalam Diskursus RUU Pemilu 2026

GAMKI DIY Gagas "Memilih Dari Mana Saja" atau Vote Anywhere Diusulkan dalam Diskursus RUU Pemilu 2026

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang tengah bergulir dinilai tidak boleh hanya sekadar berkutat pada persoalan sistem pemilu, pencalonan, atau daerah pemilihan saja.

Trending

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Erick Thohir bangga Indonesia menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Kebanggaan makin lengkap setelah Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT