News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS yang Sempat Dihujat Dokter dan Nakes Sebelum Akhirnya Meninggal Dunia

Siapa Yurizal Tri Chaerawan? Mengenal sosok pasien BPJS yang sempat dihujat dokter dan nakes setelah membagikan pengalamannya di rumah sakit, hingga akhirnya meninggal dunia.
Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:01 WIB
Yurizal Tri Chaerawan
Sumber :
  • X @LambeSahamjja

"Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Nggak ada hubungannya sama BPJS atau nggak. BPJS yang makai banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, nggak cuma kamu sendiri. Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong."

Komentar tersebut memicu kritik luas dari masyarakat karena dianggap tidak etis dan mengabaikan kondisi emosional pasien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, terdapat pula komentar lain bernada sarkastis yang turut menuai kecaman publik.

Setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026, sahabat dekatnya, Firhan Arief, membagikan cerita mengenai kondisi almarhum selama menjalani perawatan.

Menurut Firhan, Yurizal telah menjalani proses penanganan medis yang panjang.

Ia mengungkapkan bahwa almarhum sempat menunggu CT Scan hingga 48 jam, memperoleh kamar rawat inap setelah dua hari berada di IGD, dan kembali menghadapi keterbatasan ruang saat membutuhkan perawatan intensif.

Firhan juga mengaku menyaksikan sendiri bagaimana komentar-komentar negatif di media sosial memengaruhi kondisi psikologis Yurizal.

Menurutnya, setelah membaca berbagai komentar tersebut, Yurizal menangis, merasa sedih, dan memilih mengaktifkan mode pesawat pada telepon genggamnya karena tidak ingin lagi membuka media sosial.

Kesaksian itu kemudian mengundang simpati luas dari masyarakat yang menilai pasien tetap membutuhkan dukungan emosional di tengah perjuangan melawan penyakit.

Setelah kabar meninggalnya Yurizal viral, salah satu dokter yang sebelumnya memberikan komentar kontroversial menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video di Threads.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan mengakui bahwa komentarnya tidak tepat.

Ia juga menyatakan siap menerima konsekuensi dari rumah sakit, organisasi profesi, maupun pihak terkait atas unggahan tersebut.

Permintaan maaf serupa juga datang dari dr. Elda Putri Rahadini.

Melalui pernyataan tertulis, ia mengakui komentarnya tidak mencerminkan empati dan menyampaikan penyesalan kepada keluarga Yurizal serta masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus Yurizal memunculkan diskusi luas mengenai pentingnya empati dalam pelayanan kesehatan dan komunikasi di media sosial.

Di satu sisi, sejumlah tenaga kesehatan menjelaskan bahwa antrean ruang rawat inap memang dapat terjadi ketika kapasitas rumah sakit penuh.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPRD Surabaya Usul Lagu Indonesia Raya Diputar Serentak Pukul 10.00 WIB Selama Agustus

DPRD Surabaya Usul Lagu Indonesia Raya Diputar Serentak Pukul 10.00 WIB Selama Agustus

DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghidupkan kembali kebiasaan mengumandangkan lagu Indonesia Raya secara serentak setiap pukul 10.00 WIB selama bulan kemerdekaan.
Pemerintah Siapkan Hampir 1 Juta Sambungan Jargas Baru hingga 2028

Pemerintah Siapkan Hampir 1 Juta Sambungan Jargas Baru hingga 2028

Berdasarkan data Kementerian ESDM, target pembangunan jargas periode 2025–2026 kini mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten dan kota.
Ruben Onsu Ungkap Harapan Besarnya di Tengah Polemik Hak Asuh Anak dengan Mantan Istri

Ruben Onsu Ungkap Harapan Besarnya di Tengah Polemik Hak Asuh Anak dengan Mantan Istri

Ruben Onsu yang disapa Koh Ruben mengaku punya cara unik mengobati rasa rindu saat merindukan anak-anaknya. Dia punya harapan lain di tengah polemiknya
Penyelundupan 990 Gram Sabu dan 1.089 Butir Ekstasi dari Malaysia Digagalkan Bea Cukai Juanda

Penyelundupan 990 Gram Sabu dan 1.089 Butir Ekstasi dari Malaysia Digagalkan Bea Cukai Juanda

Sinergi Bea Cukai Juanda, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I dan Satgaspam Lanudal Juanda gagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I dibawa penumpang
Kasus Korupsi Lampu Jalan, Kejari Palembang Periksa 69 Saksi Termasuk Anggota DPRD

Kasus Korupsi Lampu Jalan, Kejari Palembang Periksa 69 Saksi Termasuk Anggota DPRD

Tim penyidik pidsus Kejari Palembang, saat ini terus mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pemeliharaan lampu penerangan jalan pada Dishub Kota Palem
John Herdman Resmi Coret Satu Pemain, Bagaimana Line-up Timnas Indonesia Vs Singapura?

John Herdman Resmi Coret Satu Pemain, Bagaimana Line-up Timnas Indonesia Vs Singapura?

Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan melawan Singapura di Piala AFF 2026. John Herdman wajib mencari solusi demi menjaga peluang lolos semifinal.

Trending

Jasaraharja Putera Salurkan Santunan ke Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Jasaraharja Putera Salurkan Santunan ke Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat lima orang meninggal dunia dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar di perairan Utara Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu (2/8/2026).
Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.
Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Berbagai pihak turut serta mendorong kemajuan UMKM di tanah air termasuk transformasi pembayaran digital.
Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut  ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut. 
Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas korban mutilasi di Depok akhirnya terungkap. Ternyata dia sempat dilaporkan hilang oleh istrinya pada 25 Juli 2026.
Ahmad Sahroni Yakin Presiden Prabowo Tak akan Ganti Kapolri: Kinerjanya Cukup Baik, Walaupun Ada Kurangnya

Ahmad Sahroni Yakin Presiden Prabowo Tak akan Ganti Kapolri: Kinerjanya Cukup Baik, Walaupun Ada Kurangnya

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menanggapi isu pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). 
Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Isu mengenai kemungkinan Nikita Mirzani bebas pada Agustus 2026 terus menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai platform digital.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT