7 Fakta Kasus Tio Ferdian Rahmana yang Viral Usai Dituding Minta Pacar Aborsi ke Singapura
- dok.kolase tvOnenews.com/ thread @selinaby
tvOnenews.com - Nama Tio Ferdian Rahmana tengah menjadi perhatian di media sosial.
Sosok yang dikenal sebagai Cak Surabaya 2023 dan peraih posisi Runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026 tersebut menjadi sorotan setelah beredar tudingan dari seorang perempuan yang mengaku pernah menjalin hubungan dengannya.
Tudingan yang beredar di media sosial berkaitan dengan dugaan tekanan untuk melakukan aborsi hingga dugaan kekerasan seksual.
- Instagram @rakaraki_jatim
Namun, berbagai klaim tersebut masih berupa tudingan yang beredar di media sosial dan belum dapat dianggap sebagai fakta hukum tanpa adanya proses pemeriksaan serta pembuktian oleh pihak berwenang.
Berikut sejumlah fakta mengenai Tio Ferdian Rahmana yang menjadi sorotan:
1. Pernah menyandang gelar Cak Surabaya
Nama Tio mulai dikenal luas melalui aktivitasnya sebagai duta wisata.
Pada 2023, ia berhasil menjadi Cak Surabaya dan kemudian aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan promosi pariwisata serta kebudayaan daerah.
Prestasi tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu figur muda yang aktif membawa nama Surabaya dalam kegiatan kepemudaan dan pariwisata.
2. Tercatat sebagai mahasiswa Unesa
Tio memiliki latar belakang pendidikan di Universitas Negeri Surabaya. Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Sejarah dengan NIM 20040284029.
Ia juga pernah menyusun penelitian mengenai Cak dan Ning Surabaya. Topik tersebut berkaitan dengan peran duta wisata sebagai bagian dari upaya mempromosikan Kota Surabaya.
3. Kembali mengikuti ajang duta wisata pada 2026
Perjalanan Tio di dunia pageant atau duta wisata berlanjut pada 2026. Ia ikut berkompetisi dalam pemilihan Raka Raki Jawa Timur.
Dalam ajang tersebut, Tio disebut berhasil mengamankan posisi Runner-up atau Wakil I Raka Jawa Timur 2026.
Ia juga diklaim masuk dalam beberapa kategori lain, termasuk Top 5 Raka Busana Terbaik dan Top 10 Raka Kebudayaan.
4. Namanya mencuat akibat unggahan seorang perempuan
- dok.kolase tvOnenews.com/ thread @selinaby
Sorotan terhadap Tio bermula dari unggahan yang beredar di platform X yang diunggah akun @Selinaby2.
Unggahan tersebut kemudian menyebar dan memicu perbincangan warganet. Dalam keterangannya, perempuan itu menyampaikan berbagai tudingan terkait hubungan pribadi mereka.
Salah satu isu utama yang ramai diperbincangkan adalah tudingan bahwa Tio meminta perempuan tersebut mengakhiri kehamilannya.
Dalam percakapan yang beredar, terdapat pembahasan mengenai kehamilan dan kekhawatiran terhadap dampak sosial yang mungkin muncul.
Narasi yang menyertai unggahan tersebut juga menyebut adanya permintaan untuk melakukan aborsi di Singapura.
Meski demikian, percakapan yang beredar di media sosial belum cukup untuk memastikan seluruh konteks maupun kebenaran tudingan tersebut. Hal itu masih membutuhkan verifikasi dari pihak terkait.
6. Tuduhan lain terkait dugaan pelecehan ikut bermunculan
- X @selinaby
Setelah isu mengenai kehamilan menjadi viral, muncul pula unggahan lain yang mengaitkan Tio dengan dugaan pelecehan seksual pada 2024.
Unggahan tersebut mengeklaim adanya korban lain yang disebut pernah mengalami kejadian serupa.
Namun, informasi tersebut juga masih berupa klaim dari media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya melalui keterangan resmi atau proses hukum.
7. Pekerjaannya di lingkungan Pemkot Surabaya ikut disorot
Kontroversi yang berkembang turut menyeret informasi mengenai pekerjaan Tio.
Ia disebut pernah bekerja sebagai tenaga kontrak non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya pada bagian yang berkaitan dengan protokol.
Tio disebut direkrut setelah memiliki pengalaman dari lingkungan Cak dan Ning Surabaya. Kebutuhan terhadap pembawa acara laki-laki kemudian menjadi salah satu alasan dirinya bergabung sebagai tenaga kontrak.
Di tengah ramainya pemberitaan, beredar informasi bahwa kontraknya telah dihentikan. Namun, status tersebut sebaiknya tetap merujuk pada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Surabaya agar tidak terjadi kesalahan informasi.
Terlepas dari berbagai tudingan yang beredar, publik tetap perlu membedakan antara klaim di media sosial dan fakta yang telah terbukti.
Kebenaran mengenai perkara tersebut baru dapat diketahui secara lebih jelas setelah adanya klarifikasi dari pihak Tio, perempuan yang membuat tudingan, maupun pihak berwenang apabila perkara tersebut masuk ke proses hukum. (asl)
Load more