News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Agak Laen, Pasangan Ini Buat Surat Perjanjian di Atas Materai Supaya Hubungan Tetap Langgeng: Ngomong Putus Denda Rp 900 Ribu

Bukan surat cinta, pasangan ini punya kontrak pacaran lengkap dengan materai. Ada 14 aturan dan denda hingga Rp900 ribu jika mengucapkan kata putus!
Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:35 WIB
Pasangan Ini Buat Surat Perjanjian di Atas Materai Supaya Hubungan Tetap Langgeng
Sumber :
  • Instagram @jakarta.keras - ChatGPT

tvOnenews.com - Gaya pacaran anak muda zaman sekarang memang kerap menghadirkan cerita yang tidak biasa.

Di tengah era media sosial, kisah hubungan pasangan bisa dengan mudah menjadi konsumsi publik, mulai dari momen romantis hingga berbagai aturan unik yang mereka sepakati bersama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut pula yang terjadi pada sepasang kekasih bernama Putra dan Bulan.

Keduanya mendadak menjadi perbincangan setelah foto sebuah surat perjanjian hubungan mereka beredar di media sosial.

Bukan surat cinta biasa, dokumen tersebut justru berisi sederet aturan yang harus dipatuhi keduanya selama menjalani hubungan. Yang membuat warganet semakin heran, aturan itu bahkan dilengkapi dengan materai dan nominal denda bagi siapa saja yang melanggarnya.

Foto surat tersebut diketahui beredar melalui unggahan akun Instagram @jakarta.keras. Dalam dokumen yang diberi judul "Surat Perjanjian Aku dan Kamu", tercantum 14 aturan yang mengatur berbagai kebiasaan dalam hubungan mereka.

Viral pasangan buat  Surat Perjanjian Aku dan Kamu
Viral pasangan buat 'Surat Perjanjian Aku dan Kamu'
Sumber :
  • Instagram @jakarta.keras

Menariknya, nominal denda yang tercantum tidak sedikit. Pelanggaran paling mahal mencapai Rp900 ribu, yakni jika salah satu di antara mereka sampai mengucapkan kata putus.

Isi surat tersebut menunjukkan bahwa Putra dan Bulan memiliki cara tersendiri untuk menjaga komunikasi serta komitmen dalam hubungan.

Beberapa aturan terdengar cukup sederhana, seperti larangan memanggil nama, terlambat, atau tidak membalas pesan. Namun, ada pula aturan yang menyangkut persoalan lebih serius, seperti berbohong, menghilang tanpa kabar, hingga mengucapkan keinginan untuk berpisah.

Berikut daftar aturan dan denda yang tercantum dalam surat tersebut:

Memanggil nama: Rp100 ribu
Menghilang tanpa izin: Rp200 ribu
Sudah salah tetapi tidak mengaku: Rp150 ribu
Begadang lewat pukul 23.00: Rp120 ribu
Tidak tepat waktu: Rp160 ribu
Tidak meminta izin untuk merokok dan bermain game: Rp140 ribu
Berbohong: Rp300 ribu
Keluar tanpa memakai masker: Rp60 ribu
Bertengkar lalu tiba-tiba menghilang: Rp500 ribu
Mengatakan "pisah", "putus", atau "udah": Rp900 ribu
Tidak memberikan kabar selama 12 jam: Rp170 ribu
Membuat masalah terlebih dahulu: Rp450 ribu
Sedang online tetapi tidak membalas chat: Rp350 ribu
Hanya membaca pesan tanpa membalas: Rp270 ribu

Dari daftar tersebut terlihat bahwa pasangan ini tidak hanya mengatur persoalan besar dalam hubungan, tetapi juga hal-hal kecil yang sering menjadi sumber kesalahpahaman.

Salah satu poin yang paling mencuri perhatian adalah aturan nomor 10.

Pasangan ini menetapkan denda Rp900 ribu bagi siapa pun yang mengucapkan kata "pisah", "putus", atau "udah".

Nominal tersebut bahkan menjadi denda tertinggi dibandingkan seluruh pelanggaran lainnya.

Jika dihitung, aturan itu tampaknya dibuat untuk membuat keduanya berpikir dua kali sebelum mengucapkan kata putus ketika sedang terbawa emosi.

Pasalnya, dalam sebuah pertengkaran, ucapan seperti "kita putus saja" terkadang terlontar tanpa benar-benar menjadi keputusan untuk mengakhiri hubungan. Dengan adanya aturan tersebut, mereka seolah membuat konsekuensi khusus agar kata putus tidak digunakan sembarangan.

Namun, tentu saja, surat tersebut tampak lebih sebagai kesepakatan personal pasangan daripada aturan hukum yang mengatur kehidupan mereka.

Bukan hanya masalah perselingkuhan atau kebohongan yang diatur. Aktivitas sehari-hari dalam komunikasi digital juga masuk ke dalam daftar pelanggaran.

Salah satunya adalah ketika pasangan online tetapi tidak membalas chat. Untuk pelanggaran tersebut, denda yang ditetapkan mencapai Rp350 ribu.

Sementara jika pesan hanya dibaca tanpa mendapatkan balasan, dendanya sebesar Rp270 ribu.

Aturan ini cukup menggambarkan realitas hubungan anak muda di era media sosial. Status online, centang pesan, hingga lamanya seseorang memberikan respons terkadang memang bisa menjadi sumber pertengkaran dalam hubungan.

Pasangan ini bahkan memasukkan persoalan tersebut secara khusus ke dalam "kontrak" mereka.

Masalah komunikasi lainnya juga tidak luput dari perhatian Putra dan Bulan.

Jika salah satu menghilang tanpa izin, dendanya Rp200 ribu. Sementara jika mereka bertengkar kemudian salah satunya justru menghilang, nominal dendanya melonjak menjadi Rp500 ribu.

Ada pula aturan mengenai tidak memberikan kabar selama 12 jam dengan denda Rp170 ribu.

Sekilas aturan tersebut terlihat lucu, tetapi di sisi lain menunjukkan bahwa keduanya berusaha membuat batasan mengenai komunikasi dalam hubungan.

Daripada membiarkan masalah berlarut-larut, mereka membuat konsekuensi yang disepakati bersama agar masing-masing memiliki tanggung jawab untuk memberi kabar.

Hal lain yang membuat surat tersebut semakin unik adalah adanya aturan mengenai kebiasaan pribadi.

Begadang setelah pukul 23.00 misalnya, dikenakan denda Rp120 ribu. Tidak meminta izin ketika merokok atau bermain game dikenakan Rp140 ribu.

Keluar rumah tanpa memakai masker juga masuk daftar dengan denda Rp60 ribu.

Sementara persoalan ketepatan waktu memiliki denda Rp160 ribu.

Artinya, "surat perjanjian aku dan kamu" tersebut tidak hanya mengatur hubungan dalam konteks romantis, tetapi juga kebiasaan sehari-hari yang dianggap penting bagi keduanya.

Hal lain yang membuat foto surat tersebut semakin menarik perhatian adalah keberadaan materai di dalam dokumen.

Pada bagian bawah surat juga tercantum identitas pasangan yang disebut bernama Putra dan Bulan, lengkap dengan foto mereka.

Keberadaan materai membuat surat tersebut tampak lebih formal dibandingkan sekadar daftar aturan pacaran yang ditulis di selembar kertas.

Meski begitu, penggunaan materai tidak otomatis membuat seluruh isi kesepakatan tersebut menjadi kontrak yang dapat dipaksakan secara hukum. Dalam konteks ini, surat tersebut lebih tepat dilihat sebagai bentuk kesepakatan pribadi antara dua orang yang sedang menjalani hubungan.

Yang membuatnya viral justru kreativitas mereka dalam membuat aturan pacaran dengan format layaknya sebuah perjanjian resmi.

Foto surat perjanjian tersebut kemudian memancing beragam komentar dari warganet.

Banyak yang menganggap aturan tersebut sebagai sesuatu yang lucu sekaligus unik. Sebagian lainnya justru penasaran siapa yang paling sering terkena denda.

"Mau putus mahal, gak putus banyak denda nya," tulis salah satu warganet.

"Tolonggg lucu banget pasangan ini," komentar pengguna lainnya.

Ada pula yang penasaran dengan dinamika hubungan mereka dan bertanya siapa yang paling sering harus membayar denda.

"Spill siapa yang paling banyak keluar duit kak," ujar warganet lain.

Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa hal yang awalnya merupakan kesepakatan pribadi justru berubah menjadi hiburan bagi pengguna media sosial setelah foto surat tersebut tersebar.

Tak heran jika foto surat perjanjian aku dan kamu ini kemudian membuat warganet geleng-geleng kepala sekaligus penasaran.

Alih-alih sekadar mengumbar kemesraan di media sosial, pasangan ini justru punya cara "agak laen" untuk menjaga hubungan: membuat perjanjian lengkap dengan materai dan daftar denda.

(tsy)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Puluhan Perwira Naik Pangkat hingga Pecah Bintang, Kadiv Humas Polri: Ini Bentuk Penghargaan

Puluhan Perwira Naik Pangkat hingga Pecah Bintang, Kadiv Humas Polri: Ini Bentuk Penghargaan

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara Laporan Korprapot Perwira Tinggi (Pati) dan PNS Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Jumat
Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia dari Angkat Besi Kelas 75kg Asian Games 2026

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia dari Angkat Besi Kelas 75kg Asian Games 2026

Indonesia berhasil meraih medali emas keduanya pada gelaran Asian Games 2026 lewat Rahmat Erwin Abdullah di cabang olahraga angkat besi, Sabtu 26 September.
4 Drakor Terbaru Oktober 2026 yang Wajib Masuk Watchlist, Bertabur Bintang Besar

4 Drakor Terbaru Oktober 2026 yang Wajib Masuk Watchlist, Bertabur Bintang Besar

Drakor terbaru Oktober 2026 menghadirkan empat judul dengan cerita menarik dan jajaran bintang besar, dari Kim So-hyun hingga Kim You-jung.
Jokowi Pamer KTA PSI di Bandung, Tegaskan Sudah Resmi Jadi Anggota PSI sejak Oktober 2025: Angka Tujuhnya Banyak Sekali

Jokowi Pamer KTA PSI di Bandung, Tegaskan Sudah Resmi Jadi Anggota PSI sejak Oktober 2025: Angka Tujuhnya Banyak Sekali

Jokowi pamer KTA PSI saat Rakorda DPD PSI Kota Bandung. Ia menegaskan telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025 dan membacakan nomor keanggotaannya.
Pelatih Hyundai Hillstate Bongkar Perubahan Besar Tim, Megawati Hangestri Jadi Tumpuan Baru

Pelatih Hyundai Hillstate Bongkar Perubahan Besar Tim, Megawati Hangestri Jadi Tumpuan Baru

Hyundai Hillstate menyiapkan perubahan besar jelang musim 2026/2027 setelah kehilangan Yang Hyo-jin. Dalam strategi barunya, Megawati Hangestri diproyeksikan.
Program MBG Berbenah, BGN Pelajari MBG Negeri Sakura

Program MBG Berbenah, BGN Pelajari MBG Negeri Sakura

BGN terus berbenah demi mematangkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa di Indonesia. Tak cuma berpatokan pada sistem dalam negeri,

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Minggu, 27 September 2026, membawa energi yang menuntut keseimbangan antara empati dan keterbukaan. Bebera
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT