Situasi Panasnya Viral, Tukang Cukur di Bogor yang Dimarahi Gegara Tolak Pasang Bendera Berujung Minta Maaf
- Istimewa
Pernyataan permintaan maaf tersebut tak lepas dari ucapan Nurhidayat saat terjadinya perdebatan panas di kiosnya. Ia menyebut bahwa Indonesia belum merdeka.
"Saya pengusaha cukur yang ada di wilayah Bantarkambing, dengan ini meminta maaf atas perkataan saya yang menyebut bahwa Indonesia belum merdeka itu salah," ujar Nurhidayat.
Ia sambil memegang bendera Merah Putih mengatakan secara tegas, "Merdeka."
Penjelasan Camat Rancabungur soal Video Viral
Camat Rancabungur, Dita Aprillia menjelaskan terkait peristiwa viral tersebut. Perdebatan panas tersebut berlangsung pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.
Dita menerangkan detik-detik peristiwa tersebut. Hal ini tak lepas dari kegiatan rutinnya melakukan bersih-bersih di jalan setiap hari Jumat dan Selasa.
"Pada momen itu karena sekarang kan bulan Agustus, kita jadi sekalian bagi-bagi bendera," kata Dita saat dikonfirmasi.
Ia mengaku stok bendera yang dibagikan menipis lantaran kegiatan berbagi telah berlangsung sejak 1 Agustus 2026. Adapun proses pembagian bersifat selektif karena juga melihat kondisi masyarakat.
Dita menyebut stok bendera sudah habis. Hal ini mendorong pihaknya untuk mengimbau agar tukang cukur tersebut memasang bendera Merah Putih.
"Waktu itu memang untuk di daerah situ, saya sudah habis benderanya. Jadi, saya imbau gitu karena wah ini belum pasang bendera, jadi pasang ya gitu," ucapnya.
Ia berpendapat imbauan itu memiliki dasar tertentu karena telah sesuai dengan Surat Edaran Bupati Bogor melalui Bakesbangpol.
Adapun peristiwa tersebut terjadi saat Dita mengambil waktu untuk beristirahat di tengah kegiatannya. Momen ini menjadi cikal bakal adanya adu mulut dengan tukang cukur itu.
Ia menambahkan, dirinya membantah orang yang terlibat percekcokan tersebut berasal dari pegawai kecamatan. Pihak yang berdebat dengan tukang cukur itu hanya sebatas orang membantu untuk memberikan imbauan agar warga memasang bendera.
"Itu bukan pegawai kecamatan," tegasnya.
Camat Rancabungur itu kini telah mengetahui video permintaan maaf dari tukang cukur tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui proses pembuatannya yang membuat Nurhidayat memegang bendera Merah Putih.
Ia memprediksi tukang cukur itu sempat dipanggil oleh pengurus RT dan RW setempat. Nurhidayat mendapat nasihat setelah kejadian itu viral di media sosial.
Load more