Dunia Pendidikan Kembali Heboh, Guru SD Diduga Cubit 27 Siswa gara-gara Tak Hafal Asmaul Husna Viral
- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Guru mata pelajaran PAI itu dinilai memberikan hukuman dengan cara meminta siswa lain mencubit rekannya sendiri yang gagal menghafal materi pelajaran berupa Asmaul Husna.
Seorang siswa pun mulai memberikan pengakuan bahwa dirinya disebut mendapat sekitar 80 cubitan. Hukuman itu meninggalkan banyak bekas merah dan lebam di bagian tubuhnya.
Kasus dugaan hukuman cumitan ini pun menjadi pembahasan penting dalam mediasi antara guru dan para orang tua siswa. Pertemuan ini digelar di Aula Hunian Sementara (Huntara) Garoga, Desa Napa, Batangtoru, Selasa (11/8/2026).
MS menerangkan kasus dugaan hukuman ini terungkap pasca ia mmelihat ada banyak bekas luka di tubuh anaknya. Hal itu terjadi saat buah hatinya ingin mandi sebelum berangkat ke sekolah pada Kamis (6/8/2026).
Sang anak, kata MS, mengaku dirinya telah dicubit berpuluhan kali oleh gurunya dengan alasan tidak bisa menghafal materi yang diberikan di sekolah.
Bekas luka lebam di tubuh anaknya mendorong MS mendatangi sekolah. Ia meminta penjelasan dan menunjukkan bekas luka dialami oleh anaknya.
"Jawabannya atas nama kepala sekolah, saya minta maaf. Kemudian dibeli balsem lalu dioleskan ke badan anak saya," kata MS.
MS mencurigai korbannya tidak hanya anaknya. Berdasarkan dari hasil penelusuran, sekitar 27 siswa lainnya juga mendapatkan hukuman.
Sementara, satu siswa tidak mendapatkan hukuman karena berhasil memenuhi hafalan pelajaran yang diberikan oleh guru tersebut. Kondisi ini membuat orang tua siswa lain berinisial ISS juga mengungkapkan bahwa anaknya mengalami luka akibat dicubit DS.
"Ini namanya pembullyan massal. Saya akui anak saya tak pintar, tapi kalau sudah dihukum sampai kondisi begini, sakit hati saya melihatnya," ucap ISS.
Orang tua siswa lainnya berinisial NP juga menyampaikan pengakuan serupa. Anaknya kerap kali mengeluhkan rasa sakit setiap dibangunkan sehingga mengaku telah dihukum oleh guru di sekolah.
NP bertanya terkait metode hukuman dari guru tersebut kepada para siswa. Ia memahami ada hukuman sebagia cara mendidik di sekolah.
"Jangan buat begitu cara mendidik. Gak semua siswa bisa hapal. Kami sebagai orangtua sudah susah payah mensekolahkan anaknya, malah kau hukum dengan cara begini," tegas NP.
Load more