News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dunia Pendidikan Kembali Heboh, Guru SD Diduga Cubit 27 Siswa gara-gara Tak Hafal Asmaul Husna Viral

Sebuah video seorang guru SD Groga di Tapanuli Selatan, Desi Sihombing viral di media sosial. Ia mengungkapkan alasan mencubit 27 siswa bagian cara mendidik.
Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:11 WIB
Ilustrasi kekerasan guru kepada siswa
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

Tapanuli Selatan, tvOnenews.com - Sebuah video memperlihatkan seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Tapanuli Selatan (Tapsel) viral di media sosial. Ia bernama Desi Sihombing, guru SD Groga, Batangtoru diduga mencubit 27 siswa.

Guru SD tersebut merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Ia diduga kerap menghukum para siswa hingga ada yang mengaku mendapat cubitan sebanyak 80 kali perkara tidak hafal Asmaul Husna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilihat tvOnenews.com dari video viral di media sosial pada Kamis (13/8/2026), Desi menghadiri pertemuan mediasi dengan orang tua dan puluhan siswa. Ia menjelaskan alasan dirinya memberikan hukuman tersebut.

"Tujuan saya sebenarnya hanya ingin mendidik anak bapak ibu semua," ujar Desi.

Guru SD hanya Mau Mendidik dan Tidak Aniaya Siswa

Guru SD Groga, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Desi Sihombing diduga mencubit 27 siswa akibat tidak hafal Asmaul Husna viral
Guru SD Groga, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Desi Sihombing diduga mencubit 27 siswa akibat tidak hafal Asmaul Husna viral
Sumber :
  • Instagram/@lambe_turah

Lanjut Desi, guru mata pelajaran PAI itu juga menegaskan hukuman tersebut hanya sebatas mendidik para siswa. Ia menyatakan dirinya sama sekali tidak menganiaya puluhan muridnya.

"Tidak ada niat saya sedikit pun membully, menganiaya," tegasnya.

DS menyampaikan rekam jejaknya di dunia pendidikan. Ia mengaku telah lama berkecimpung terkait pekerjaannya sebagai tenaga pengajar.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya pernah menjadi guru di taman kanak-kanak (TK). Di sisi lain, ia mengaku tindakannya terhadap para siswa sebagai kesalahan.

Ia berjanji akan memperbaiki tindakannya. Guru SD di Tappsel itu memastikan tidak melakukan hal tersebut karena dinilai berlebihan.

"Saya mohon ke bapak ibu agar berkenan hati untuk menerima kekhilafan saya. Saya akui tindakan saya ini sudah salah," ucapnya dengan suara bergetar.

Video pernyataan guru SD tersebut mendadak viral. Tak sedikit publik justru mempertanyakan keputusan yang kerap kali diambil oleh orang tua siswa setelah anaknya mendapat hukuman di sekolah.

Mereka membandingkan hukuman dari guru antara zaman dulu dan era sekarang. Menurut mereka, hukuman zaman dulu lebih keras sebagai tanda mendidik para siswa, sedangkan para orang tua kerap lebih pilih melaporkan tindakan tersebut ke polisi.

Sebelumnya, kasus guru SD di Tapsel diduga memberikan hukuman berupa cubitan terhadap 27 siswa terungkap setelah salah satu orang tua siswa berinisial MS protes.

Guru mata pelajaran PAI itu dinilai memberikan hukuman dengan cara meminta siswa lain mencubit rekannya sendiri yang gagal menghafal materi pelajaran berupa Asmaul Husna.

Seorang siswa pun mulai memberikan pengakuan bahwa dirinya disebut mendapat sekitar 80 cubitan. Hukuman itu meninggalkan banyak bekas merah dan lebam di bagian tubuhnya.

Kasus dugaan hukuman cumitan ini pun menjadi pembahasan penting dalam mediasi antara guru dan para orang tua siswa. Pertemuan ini digelar di Aula Hunian Sementara (Huntara) Garoga, Desa Napa, Batangtoru, Selasa (11/8/2026).

MS menerangkan kasus dugaan hukuman ini terungkap pasca ia mmelihat ada banyak bekas luka di tubuh anaknya. Hal itu terjadi saat buah hatinya ingin mandi sebelum berangkat ke sekolah pada Kamis (6/8/2026).

Sang anak, kata MS, mengaku dirinya telah dicubit berpuluhan kali oleh gurunya dengan alasan tidak bisa menghafal materi yang diberikan di sekolah.

Bekas luka lebam di tubuh anaknya mendorong MS mendatangi sekolah. Ia meminta penjelasan dan menunjukkan bekas luka dialami oleh anaknya.

"Jawabannya atas nama kepala sekolah, saya minta maaf. Kemudian dibeli balsem lalu dioleskan ke badan anak saya," kata MS.

MS mencurigai korbannya tidak hanya anaknya. Berdasarkan dari hasil penelusuran, sekitar 27 siswa lainnya juga mendapatkan hukuman.

Sementara, satu siswa tidak mendapatkan hukuman karena berhasil memenuhi hafalan pelajaran yang diberikan oleh guru tersebut. Kondisi ini membuat orang tua siswa lain berinisial ISS juga mengungkapkan bahwa anaknya mengalami luka akibat dicubit DS.

"Ini namanya pembullyan massal. Saya akui anak saya tak pintar, tapi kalau sudah dihukum sampai kondisi begini, sakit hati saya melihatnya," ucap ISS.

Orang tua siswa lainnya berinisial NP juga menyampaikan pengakuan serupa. Anaknya kerap kali mengeluhkan rasa sakit setiap dibangunkan sehingga mengaku telah dihukum oleh guru di sekolah.

NP bertanya terkait metode hukuman dari guru tersebut kepada para siswa. Ia memahami ada hukuman sebagia cara mendidik di sekolah.

"Jangan buat begitu cara mendidik. Gak semua siswa bisa hapal. Kami sebagai orangtua sudah susah payah mensekolahkan anaknya, malah kau hukum dengan cara begini," tegas NP.

Seorang warga berinisial IP turut mengawal kasus ini. Mewakili para orang tua, ia mendesak DS mengundurkan diri sebagai guru di sekolah tersebut.

IP berpendapat bahwa para orang tua sebenarnya sempat mempertimbangkan persoalan hukuman dari guru tersebut ke jalur hukum. Namun, mereka menahan sampai tuntutannya diselesaikan, yakni DS harus mengundurkan diri secepat mungkin.

Guru SD Dilaporkan ke Polisi

Kasus dugaan kekerasan dari DS terhadap puluhan murid memasuki babak baru. Kasat Reskrim Polres Tapsel Iptu Bontor D. Sitorus tak membantah pihaknya mendapat laporan polisi dari keluarga siswa.

"Baru masuk laporan polisinya, ungkap Bontor, Kamis (13/8/2026).

Bontor mengatakan bahwa, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan kekerasan dari oknum guru SD itu. Terkait kronologinya, ia tidak belum bisa memastikan kebenarannya karena baru sebatas menerima laporan.

"Belum ada diperiksa saksi-saksinya. Kronologisnya juga belum bisa dipastikan. Iya (masih dalam proses penyelidikan)," tukas Bontor.

(hap)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ariawan: MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Ariawan: MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Ariawan menilai MPR RI memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi di tengah
6 Fakta Jelang Laga Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

6 Fakta Jelang Laga Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Simak fakta menarik jelang laga Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Mulai dari rekor head-to-head, sejarah pertemuan, hingga perang bintang di SUGBK!
Blue Fire Muncul di Kawah Manuk Papandayan, Gas SO2 Tembus 230 ppm

Blue Fire Muncul di Kawah Manuk Papandayan, Gas SO2 Tembus 230 ppm

Fenomena blue fire muncul di Kawah Manuk Gunung Papandayan. PVMBG menemukan konsentrasi gas SO2 230 ppm dan H2S 120 ppm.
Head to Head Timnas Indonesia vs Malaysia: Harimau Malaya Unggul Tipis

Head to Head Timnas Indonesia vs Malaysia: Harimau Malaya Unggul Tipis

Jika bicara head to head Timnas Indonesia vs Malaysia jelang FIFA ASEAN Cup nanti malam, tim tamu Harimau Malaya justru unggul tipis atas tuan rumah, Garuda.
Bukan soal Skill, Pevoli Senior Hyundai Hillstate Justru Ungkap Satu Sisi Megawati Hangestri yang Bikin Kagum

Bukan soal Skill, Pevoli Senior Hyundai Hillstate Justru Ungkap Satu Sisi Megawati Hangestri yang Bikin Kagum

Megawati Hangestri mendapat sorotan positif dari pemain senior Hyundai Hillstate, Kim Hee-jin, menjelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026/2027. Apa katanya?
Pasca Kebakaran Hebat, Hamzah Batik Beri Pernyataan Resmi dan Permohonan Maaf

Pasca Kebakaran Hebat, Hamzah Batik Beri Pernyataan Resmi dan Permohonan Maaf

Pusat oleh-oleh khas Yogyakarta, Hamzah Batik yang terletak di kawasan Malioboro, ludes terbakar pada Senin (28/9/2026) dini hari. Hamzah Batik beri pernyataan

Trending

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan mendapat sorotan terkait pengadaan seragam siswa setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dan kegiatan pembelajaran telah berlangsung.
Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 shio diprediksi hoki soal karier besok 29 September 2026. Ada peluang kerja baru, kepercayaan dari atasan, hingga kesempatan menunjukkan kemampuan.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Siap-siap ketiban hoki! 5 zodiak ini diprediksi beruntung soal karier besok, 29 September 2026. Ada yang dapat peluang, perhatian, hingga kepercayaan!
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT