News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Citra, Sosok Siswa SR Sekaligus Karateka Berprestasi yang Langsung Diperkenalkan Presiden Prabowo

Kisah Citra Nur Ramadhani, siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 67 Pangkeje dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel mendapat pujian dari Presiden Prabowo Subianto.
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:00 WIB
Citra Nur Ramadhani (10), siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 67 Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan berdiri saat diceritakan Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Citra Nur Ramadhani (10), karateka sekaligus siswa Sekolah Rakyat asal Sulawesi Selatan (Sulsel) mencuri perhatian. Hal ini tak lepas dirinya langsung disebut oleh Presiden Prabowo Subianto.

Nama Citra menggema dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto saat hadir dalam Sidang ahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara II DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, Citra tampil menuai sorotan karena mengenakan baju Bodo khas Sulsel lengkap. Pakaian yang dikenakan dibalut dengan pernak-pernik aksesori sehingga membuat penampilannya berbeda dari kesehariannya.

Citra tidak menyangka namanya langsung disebut disebut secara khusus oleh Presiden Prabowo. Ia pun berdiri saat diperkenalkan di hadapan para peserta sidang.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memperkenalkan Citra sebagai salah satu siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 67 Pangkeje dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel.

Hal menyebabkan Prabowo menyebut nama Citra lantaran siswa Sekolah Rakyat itu mempunyai kisah perjuangan hingga berhasil menorehkan prestasi.

Citra sendiri mengaku sangat bahagia. Selain karena diundang secara khusus, ia dapat bertemu langsung dengan Presiden RI.

"Senang banget, karena barusan ketemu Bapak Presiden," ungkap Citra, Sabtu (15/8/2026).

Anak berusia 10 tahun ini menyebut kesempatan bertemu Presiden RI sebagai pengalaman berharga. Ia tidak akan melupakan pertemuan tersebut karena perjuangannya langsung diapresiasi oleh Prabowo.

Prabowo menilai perjuangan Citra tidak mudah. Siswi yang berprestasi di bidang karate itu sempat hampir putus sekolah lantaran harus membantu sang ibu berjualan kacang.

"Terima kasih, Bapak Presiden," ujarnya sambil menunjukkan wajah berbinar.

Ia pun menyampaikan pesan sederhana kepada Presiden Prabowo. Ia berharap agar Kepala Negara RI itu selalu diberikan kesehatan, khususnya selama mengembang tugas sebagai Presiden RI.

"Tunggu saya dewasa nanti pakai sabuk hitam," tambahnya.

Kisah Citra Siswa Sekolah Rakyat Asal Sulsel Diceritakan Presiden Prabowo Subianto

Citra Nur Ramadhani (10), siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 67 Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan yang dipuji Presiden Prabowo Subianto
Citra Nur Ramadhani (10), siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 67 Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan yang dipuji Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • Kemensos

Ia sebelum menggunakan seragam Sekolah Rakyat yang terintegrasi dan berdiri langsung di hadapan Presiden  RI, Citra selalu menjalani kesehariannya untuk membantu keluarga.

Citra sendiri berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Apalagi, sang ayah sudah lama meninggal dunia saat dirinya duduk di bangku kelas 2 SD.

Sang ibu, Hajrah dikenal sebagai orang tua tunggal. Pekerjaan ibu Citra menjadi serabutan yang biasanya kerap membersihkan dan menyapu masjid hingga menjadi buruh cuci harian.

Citra tidak tega melihat kondisi sang ibu berjuang sendirian. Ia pun berupaya untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan keluarga, misalnya keliling berjualan kacang di beberapa lokasi di Kota Pangkep.

"Bantu Mama," kata Citra saat ditanya soal kegiatannya sebelum menjadi siswa Sekolah Rakyat.

Ia mendapatkan kacang yang dijualnya karena diperoleh dari tetangga mempunyai usaha tersebut. Karena itulah, Citra menjajakan dagangannya di sekitar taman kota hingga beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Hasil dari menjual kacang dalam sehari, Citra bisa mendapatkan omset sekitar Rp200 ribu.

Wali Asuh SRT 67 Pangkep Maysaroh Abdi Gobel berpendapat keputusan Citra bantu berjualan kacang karena langsung berasal dari keinginannya. Siswi Sekolah Rakyat itu memang ingin membantu sang ibu.

"Citra sebelum di Sekolah Rakyat itu benar-benar berjuang membantu ibunya untuk memenuhi kebutuhan di rumah, karena ibunya orang tua tunggal. Dia bekerja sebagai tukang cuci harian dan menyapu di masjid," kata Maysaroh.

Menariknya, kata Maysaroh, Citra kerap kali berjualan tanpa diketahui oleh ibunya. Ia berusaha untuk berkeliling sampai waktu malam hari demi memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

"Dia melihat ibunya di rumah tidak punya makanan. Terus dia mau makan apa? Supaya dia makan, dia bantu," terangnya.

Kondisi membantu perekonomian keluarga membuat Citra pernah hampir di titik meninggalkan bangku sekolah. Namun, situasi keadaan berubah setelah dirinya diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Di Sekolah Rakyat, Citra tidak hanya kembali mendapatkan kesempatan belajar. Ia juga memperoleh lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.

Ia kini memulai kesehariannya sejak waktu Subuh. Citra selalu menjalani aktivitas seperti ibadah, sarapan hingga mengikuti kegiatan pembelajaran dan berbagai aktivitas di sekolah.

"Bangun subuh, shalat, makan pagi, belajar," tuturnya.

Ia mengaku dirinya sangat menyukai mata pelajaran matematikan. Selain kegiatan akademik, Citra juga menemukan minat baru melalui kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya karate.

Maysaroh membocorkan bakat Citra mulai terlihat di bidang olahraga bela diri. Hal itu pasca siswi berusia 10 tahun itu rutin mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat.

"Bakat siswa dikembangkan melalui ekskul-ekskul. Banyak ekskulnya di Sekolah Rakyat kami. Salah satunya karate," kata Maysaroh.

Citra kini mendapatkan sabuk kuning yang melingkar di pinggangnya. Dari situasi ini, ia mulai menapaki jalan menuju prestasi di cabang karate, salah satunya pernah berhasil menyabet gelar Juara II tingkat Kabupaten Pangkep.

Saat ditanya perasaannya pasca mendapat prestasi tersebut, Citra tidak menutupi kebahagiaannya. Ia mengaku sangat senang telah memperoleh gelar itu.

Bagi Maysaroh, prestasi yang didapatkan menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki potensi besar apabila memperoleh kesempatan dan pendampingan yang tepat. 

"Alhamdulillah, setelah di Sekolah Rakyat, Citra sudah mampu berinteraksi dengan baik dan memperlihatkan bakatnya di bidang karate hingga berprestasi," ucap Maysaroh.

Tambah Maysaroh, Citra juga memperlihatkan semangat belajar yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa siswi itu tidak hanya memilki keunggulan pada kemampuan bela diri yang semakin berkembang.

"Citra cepat sekali menghafal. Dia mau tahu segala hal dan mau belajar. Semangat belajarnya tinggi," ungkap Maysaroh.

Perubahan itu juga terlihat dari kondisi fisiknya. Saat mengunjungi rumah Citra, Maysaroh melihat kondisi keluarga yang masih sangat terbatas.

Setelah tinggal dan belajar di Sekolah Rakyat, Citra mendapatkan makanan bergizi secara teratur, yakni tiga kali makan dan dua kali snack setiap hari.

"Yang pertama, ibunya melihat dari bentuk badannya sudah berisi. Sebelumnya dia sangat kurus. Di Sekolah Rakyat dia makan tiga kali sehari dan dapat dua kali snack," tutur Maysaroh.

Bagi Citra, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat untuk kembali belajar. Di sana ia mendapatkan ruang untuk bermimpi dan mengembangkan kemampuan yang sebelumnya belum sempat ia kenali. 

Kini Citra mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan. Ia ingin terus belajar, berprestasi, dan suatu hari mengenakan sabuk hitam karate.

Maysaroh melihat semangat itu sebagai kekuatan terbesar Citra. Ia berkata, "Semangatnya sangat tinggi. Dia ingin menggapai cita-citanya, karena dia ingin memperbaiki derajat keluarganya."

Citra juga ingin melihat ibunya memiliki kehidupan yang lebih baik. Dibalik keinginannya berprestasi, tersimpan harapan untuk membuat sang ibu bangga sekaligus meneruskan pesan perjuangan yang pernah ditanamkan ayahnya.

Perjuangan ini membuat Presiden Prabowo Subianto menyebut Citra sebagai salah satu contoh anak yang kembali memperoleh kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensi setelah hadirnya Sekolah Rakyat.

"Ketika kelas 4 sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah, karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas," ujar Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, sambil melontarkan candaannya, Presiden RI itu juga menyoroti prestasi Citra di bidang karate. Ia berpesan siswi Sekolah Rakyat itu terus mengejar prestasinya.

"Citra, umurmu berapa Citra? 10 tahun? Ya nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu," harap Prabowo.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi! Maverick Vinales Comeback di MotoGP Jepang 2026

Resmi! Maverick Vinales Comeback di MotoGP Jepang 2026

Pembalap KTM Tech3, Maverick Vinales resmi akan kembali mengaspal di MotoGP Jepang 2026, yang berlangsung di Sirkuit Motegi pada Jumat (2/10/2026) hingga Minggu (4/10/2026) akhir pekan ini.
Efek Nyata Kepindahan Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate

Efek Nyata Kepindahan Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate

Kehadiran pevoli asal Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi di Hyundai E&C Hillstate membawa dampak besar di luar lapangan. Kepindahan pemain berjuluk Megatron -
Klasemen Akhir Voli Asian Games 2026: Kena Comeback Iran, Indonesia Gagal Geser Thailand dari Posisi Runner Up Pool B

Klasemen Akhir Voli Asian Games 2026: Kena Comeback Iran, Indonesia Gagal Geser Thailand dari Posisi Runner Up Pool B

Klasemen akhir voli Asian Games 2026 usai Timnas Voli Indonesia gagal amankan tiket ke babak perempat final karena kalah dari Iran di laga terkahir fase grup.
Curi Poin Timnas Indonesia, Tan Cheng Hoe Optimistis Malaysia Bisa Kalahkan Singapura Demi Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026

Curi Poin Timnas Indonesia, Tan Cheng Hoe Optimistis Malaysia Bisa Kalahkan Singapura Demi Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bahkan H+1 pertandingan, Malaysia langsung berpindah ke Bandung demi mempersiapkan tim jelang laga pamungkas.  
Ada yang Diam-diam Suka! 6 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta pada 30 September 2026: Libra Dapat Sinyal Positif

Ada yang Diam-diam Suka! 6 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta pada 30 September 2026: Libra Dapat Sinyal Positif

Menjelang pergantian bulan, kehidupan percintaan beberapa zodiak diprediksi membawa kabar yang cukup menyenangkan. Siapa saja yang bakal beruntung asmaranya?
Kisah Jatuh-Bangun Pengusaha Limbah Sabut Kelapa di Padang

Kisah Jatuh-Bangun Pengusaha Limbah Sabut Kelapa di Padang

Iga Analusya yakni perempuan berusia 32 tahun asal pesisir Padang ini menemukan sesuatu yang lebih besar dari sekadar pinjaman, yaitu ruang untuk belajar, berinovasi, dan memberdayakan lingkungan sekitarnya lewat usaha kerajinan Farilla Craft saat dirinya bergabung dengan PNM Mekaar.

Trending

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar penilaian jujur pevoli senior hingga pesan untuk Megawati Hangestri.
Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT