Ternyata Ini Penyebab Gempa di Provinsi NTT, Bencana yang Memakan Puluhan Korban
- dok medsos @fujikaize
Jakarta, tvOnenews.com- Kerusakan dari gempa bumi di Provinsi NTT cukup parah, karena puluhan orang dinyatakan meninggal dunia. Bencana alam yang menjadi perhatian dunia.
Gempa NTT ini terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pukul 04.58.24 WIB dengan kekuatan Magnitudo 7,7. Sejauh ini masih menjadi pantauan BMKG dan BNPB.Â
- dok medsos @fujikaize
Kabar bencana alam ini viral di media sosial, karena berseliweran berbagai foto dan videonya. Terlihat cukup banyak bangunan yang mengalami kerusakan.
Dari data sementara BNPB, hingga Sabtu, pukul 18.48 WIB tentang jumlah total korban meninggal dunia akibat gempa M7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 47 orang.
Berdasarkan informasinya, guncangan gempa NTT lalu cukup terasa sampai Sulawesi Selatan.Â
Apa Penyebabnya?
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, kemarin diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores.
"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam konferensi pers di Jakarta.
- Antara
Menurut dia, sesar ini berpotensi menyebabkan gempa bumi bermagnitudo 7,8 hingga 7,9.
"Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 - 7,9. Hari ini sudah rilis 7,7," ungkap Wijayanto dalam antara.Â
Dia mengatakan bahwa pada tahun 1992 pernah terjadi gempa bermagnitudo 7,5 yang menyebabkan kerusakan parah saat itu.Â
Dalam keterangan resmi BNPB, disebutkan sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur (17), Sikka (3), Ngada (1), dan Ende (1).
"Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka," katanya.
Gempa Susulan
Setelah terjadi gempa 7,7 magnitudo gempa bumi susulan juga mengguncang NTT. Dalam catatan BNPN, terjadi 31 kali gempa susulan pada hari yang sama.
Dari 31 kali gempa susulan itu, ada empat yang tercatat memiliki magnitudo cukup besar.
Dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan informasi bahwa sampai pukul 15.00 hari ini sudah terjadi 31 kali gempa susulan," kata Suharyanto dalam konferensi pers daring di Jakarta.
Load more