Sikap Pemilik Gym di Bali terhadap Tamu dari Israel Tuai Simpati Warga Dunia, Lokasi Usahanya Banjir Bintang 5
- Instagram @unexplnd
tvOnenews.com - Samir (32) seorang pemilik gym di Ubud, Bali mendadak viral setelah sikapnya yang mengusir tiga pengunjung yang diduga berasal dari Israel.
Aksi heroik dari Samir tersebut membuatnya banjir simpati dari warga dunia. Bahkan tempat usahanya yakni Ayenda Gym Ubud kini kebanjiran bintang 5 di Google Review.
Bermula ketika sebuah video viral dua orang tengah berdebat di meja resepsionis. Diketahui bahwa mereka adalah pengunjung dan pemilik tempat usaha.
Rupa-rupanya, pria bertato dalam video dikabarkan warga Israel. Ia bersama dua orang temannya dilarang masuk gym oleh sang owner bernama Samir (32).
“Kalian bertugas di IDF, kalian sudah membh bayi (Palestina). Jadi, tidak ada lagi yang bisa didiskusikan, kalian tidak punya moral,“ kata Samir dikutip dari @unexplnd.
Menurut Samir, ketiga orang itu masuk ke Bali dengan paspor yang berbeda, bukan Israel, sehingga status mereka sebagai warga Zionis tidak terlacak imigrasi.
“Kalian bahkan tidak diizinkan berada di negara ini kawan, kamu datang dengan paspor yang berbeda. Dan berbahagialah karena aku tidak melibatkan polisi,“ jelasnya.
Orang Israel tersebut terus memaksa ingin masuk. Mereka bahkan bilang sudah membayar lebih mahal untuk visa ke Bali, namun pemilik gym tetap mengusirnya.
“Kami sudah bayar sedikit lebih mahal untuk visa,“ ujar orang Israel itu.
“Tapi tidak di gym saya,“ tegas Samir.
POV Pemilik Gym
- Instagram/@gazaupdate
Tahu kalau momen ini bakal viral, Samir lantas merekamnya. Ia juga menduga kalau orang Israel tersebut akan mengarang cerita. Benar saja, rating Ayenda Gym Ubud sempat diberi bintang 1 oleh mereka.
“Saya merekam semuanya karena saya tahu mereka akan berbohong dan itulah yang mereka lakukan,“ bebernya.
“Jadi mereka memberikan ulasan bintang 1 di google review,“ lanjut Samir.
Pemilik gym tersebut lantas mengunggah potongan capture, di mana warga Israel tersebut mengeklaim jika Samir mengusirnya karena agama mereka.
“Staff di sana cukup baik, tapi pemiliknya sangatlah kasar dan tidak baik. Dia seseorang yang rasis dan dia mengusir kami karena agama kami,“ tulis Google Review itu.
Load more