2 Penyebab Ruben Onsu Kesulitan Bayar Rp3,5 Miliar, Minola Sebayang Sebut Ada Kerugian Besar
- YouTube Just Ruben
tvOnenews.com - Ruben Onsu disebut mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran sekitar Rp3,5 miliar setelah ditetapkan sebagai Tersangka dugaan penipuan dan penggelapan. Minola Sebayang mengungkap dua persoalan yang disebut menjadi penyebabnya, yakni kerugian besar akibat orang kepercayaan dan terbatasnya penggunaan aset setelah perceraian.
Ruben Onsu telah ditetapkan sebagai Tersangka oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dalam kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan. Perkara tersebut berkaitan dengan dana sekitar Rp3,5 miliar yang dilaporkan belum dikembalikan kepada pihak pelapor.
Di tengah kasus tersebut, Minola Sebayang menjelaskan kondisi Ruben Onsu. Menurutnya, Ruben sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, tetapi menghadapi sejumlah persoalan keuangan yang terjadi secara beruntun.
1. Kerugian Perusahaan Hampir Rp100 Miliar akibat Orang Kepercayaan
Minola Sebayang mengungkap persoalan pertama yang membuat Ruben Onsu kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran. Kondisi tersebut berkaitan dengan kerugian besar yang dialami perusahaan Ruben akibat tindakan orang yang sebelumnya dipercaya mengelola sejumlah kepentingan.
“Jadi peristiwanya ini di tahun 2025 menurut Ruben ya. Di tahun 2025 itu kita tahu ya bahwa kalau kita bicara masalah waktu dan periode itu Juni 2024 Ruben baru berpisah, baru bercerai dan kemudian 2024 hingga 2025 ketika Ruben itu pinjam uang itu banyak peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Ruben ya terkait dengan masalah keuangan yang cukup besar gitu ya,” ujar Minola Sebayang dalam tayangan Intens Investigasi, 21 Agustus 2026.
Menurut Minola, kondisi keuangan Ruben tidak hanya dipengaruhi oleh kewajiban pembayaran tersebut. Setelah perceraian, Ruben juga harus menghadapi berbagai pengeluaran, mulai dari kebutuhan rumah hingga nafkah, cicilan, dan gaji karyawan yang tetap harus dipenuhi.
“Pertama tentu adalah biaya-biaya untuk rumah ya. Ruben bilang seperti itu. Kemudian biaya-biaya nafkah yang kita ya tidak kecil yang harus disiapkan oleh Ruben. Belum lagi cicilan-cicilan yang perlu diselesaikan termasuk gaji karyawan gitu ya. Karena ada satu peristiwa juga yang membuat perusahaan Ruben tidak berjalan dengan baik karena ada kecurangan yang dilakukan oleh orang yang dia percaya dan itu membuat Ruben banyak mengalami kerugian ya,” kata Minola.
Kerugian tersebut disebut terjadi akibat tindakan orang kepercayaan Ruben. Minola mengatakan adanya pembobolan kartu kredit, pencurian aset, hingga data perusahaan yang membuat kerugian yang dialami Ruben disebut mencapai angka hampir Rp100 miliar.
“Banyak mengalami kerugian, Ruben dikhianati oleh orang yang dia percaya gitu ya. Jadi ada pembobolan kartu kredit Ruben yang dipercayakan kepadanya. Kemudian ada pencurian aset-aset dan data yang kalau menurut perhitungan Ruben kerugian itu hampir mencapai 100 miliar gitu ya. Karena banyak yang hilang aset-aset perusahaan Ruben yang dilakukan oleh orang kepercayaannya ini,” pungkas Minola Sebayang.
Meski proses hukum terkait dugaan kecurangan tersebut telah berjalan, persoalan itu disebut tidak serta-merta membuat kerugian Ruben kembali. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu tekanan finansial yang harus dihadapi Ruben ketika kewajiban pembayaran sekitar Rp3,5 miliar muncul.
2. Aset Ruben Tak Bisa Digunakan Bebas untuk Bayar Kewajiban
Penyebab kedua berkaitan dengan aset yang dimiliki Ruben Onsu. Minola menjelaskan bahwa Ruben sebenarnya mempunyai sejumlah aset yang diperoleh dari hasil kerja kerasnya. Namun, setelah perceraian, Ruben disebut tidak memiliki kebebasan atau otoritas penuh untuk menggunakan aset tersebut sebagai alat memenuhi kewajibannya.
“Jadi dia bilang bahwa sedih ya. Sedih. Kenapa sedih? Karena dia bekerja keras selama ini. Ada beberapa aset yang dia beli dari keringatnya sendiri, tapi karena ada peristiwa perceraian tersebut itu membuat dia juga tidak bisa memiliki otoritas dan memiliki kebebasan untuk bisa menggunakan aset-asetnya itu sebagai alat untuk membayar kewajibannya ya,” ucap Minola Sebayang dalam tayangan Intens Investigasi, 21 Agustus 2026.
Kondisi tersebut membuat Ruben berada dalam situasi yang cukup sulit. Di satu sisi, ia memiliki aset yang diperoleh dari hasil kerja kerasnya. Namun, di sisi lain, aset tersebut tidak dapat digunakan secara bebas untuk menyelesaikan kewajiban yang sedang dihadapinya.
Minola menegaskan bahwa nominal yang menjadi persoalan dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut sebenarnya masih berada dalam kemampuan Ruben untuk diselesaikan. Namun, berbagai persoalan yang terjadi secara beruntun disebut membuat konsentrasi Ruben terganggu.
“Karena kalau kita lihat kan dari berita itu masalah uang yang dikatakan ada tipu gelap itu kan hanya sekitar Rp3,5 miliar dan lebih kurang seperti itu. Dan Ruben yakin sebenarnya dia mampu untuk menyelesaikan itu,” lanjut Minola Sebayang.
Menurut Minola, kerugian besar yang dialami perusahaan menjadi salah satu persoalan yang paling memengaruhi kondisi Ruben. Tekanan tersebut kemudian semakin berat karena terjadi bersamaan dengan persoalan lain yang dihadapi Ruben setelah perceraian.
Ia pun menyampaikan, “Tapi karena dua peristiwa yang beruntun ini yang memecahkan konsentrasinya dia, terutama yang masalah perusahaan ini yang menimbulkan lubang yang besar yang harus ditutupi, ini yang mungkin membuat dia jadi agak sedikit mengalami gangguan dan kesulitan ya, itu yang disampaikan oleh Ruben.”
Meski menghadapi kondisi tersebut, Ruben disebut tetap ingin bertanggung jawab atas persoalan yang sedang dihadapinya. Ia juga memilih untuk tidak menyerahkan seluruh masalah tersebut kepada kuasa hukumnya karena ingin berusaha menyelesaikannya secara pribadi.
“Tapi meskipun demikian, dia tetap ingin menanggung semua hal itu sendiri. Dia hanya ingin kesedihan itu biarlah dia yang rasakan. Dia ingin semua hal-hal yang baik itu dia bisa berikan kepada semua orang dan itulah Ruben seperti apa yang dia sampaikan itu kan begitu ya,” kata Minola Sebayang.
Sementara itu, Ruben Onsu sebelumnya disebut kooperatif dalam menghadapi proses hukum yang berjalan. Ia juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai Tersangka oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan pada pekan depan.
Kasus tersebut bermula dari laporan dugaan penipuan dan atau penggelapan yang berkaitan dengan dana sekitar Rp3,5 miliar. Pihak Ruben menyatakan tetap berkomitmen menyelesaikan kewajiban tersebut dan berharap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik.
(anf)
Load more