Viral! Sembahyang Rebut di Singkawang Ricuh, Warga Serbu Persembahan Sebelum Ritual Selesai
- TikTok @skwfoodie
tvOnenews.com - Viral sembahyang rebut di Singkawang menjadi perhatian setelah ratusan warga terlihat menyerbu makanan dan persembahan sebelum ritual selesai. Momen tersebut terjadi dalam tradisi sembahyang rebut pada rangkaian Hungry Ghost Festival atau Festival Hantu Kelaparan, Kamis, 27 Agustus 2026.
Detik-detik sembahyang rebut yang berlangsung di kawasan Pasar Kulor, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, tersebut terekam dalam video dan beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, warga tampak berdesakan untuk mengambil makanan serta berbagai persembahan yang telah disiapkan di area altar.
Momen viral tersebut salah satunya dibagikan melalui akun TikTok @skwfoodie. Video memperlihatkan Thai Mo Pak yang masih menjalankan ritual ketika warga justru mulai menyerbu persembahan. Padahal, menurut keterangan dalam video, aba-aba dari panitia belum diberikan dan ritual doa belum selesai.
Dalam video tersebut, terlihat Thai Mo Pak masih melakukan ritual mengundang arwah. Dupa yang digunakan dalam prosesi juga disebut masih dalam proses dibakar ketika warga mulai bergerak mengambil makanan yang tersedia di sekitar altar.
“Thai Mo Pak baru melakukan ritual mengundang arwah. Tunggu lempar bendera baru mulai. Bendera belum dilepas, tiba-tiba sudah diserbu,” tulis keterangan dalam video yang diunggah akun @skwfoodie.
![]()
Sembahyang Rebut di Singkawang. (Sumber: TikTok @skwfoodie)
Peristiwa itu kemudian mendapat perhatian dari sejumlah warganet. Beberapa di antaranya menyayangkan tindakan warga yang mengambil persembahan sebelum rangkaian ritual selesai dan meminta agar pelaksanaan tradisi tersebut mendapat pengamanan lebih ketat pada tahun berikutnya.
Akun @liena menuliskan, “Ritual belum selesai sudah direbut. Entah ada pertanda apa tahun ini. Semoga Tuhan melindungi kita semua dan dijauhkan dari hal-hal buruk.”
Komentar serupa disampaikan akun @julianaolive. Ia menilai pengamanan di sekitar lokasi perlu diperketat agar pelaksanaan ritual tidak terganggu oleh warga yang terlalu cepat menyerbu makanan dan barang persembahan.
“Pelajaran buat tahun depan lebih diperketat sekeliling, agar tidak ada yang merusak ritual doa untuk makhluk yang menderita. Kalau bisa jangan dibagikan di hari yang sama. Vihara yang saya selalu datangi sekarang menjalankan gitu agar tidak terjadi kerusuhan rebut barang sembahyang. Jujur miris lihatnya kayak diserang penjajah,” tulis @julianaolive.
Load more