News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dead Body Can Talk: Ketika dr Sumy Hastry Mengungkap Tabir Tragedi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Polisi wanita (polwan) dan dokter forensik, Brigjen Pol dr Sumy Hastry Purwanti mengungkap tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu
Selasa, 1 September 2026 - 20:13 WIB
Sriwijaya Air
Sumber :
  • Viva.co.id

tvOnenews.com - Seorang polisi wanita (polwan) Brigjen Pol dr Sumy Hastry Purwanti yang juga merupakan dokter forensik wanita pertama di Asia ini kerap menangani sejumlah kasus kematian seseorang.

Tak hanya kasus dengan kematian yang tidak wajar, namun juga bencana yang mengakibatkan sejumlah orang meninggal. Salah satunya yaitu jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanggal 9 Januari 2021 menjadi momen duka mendalam bagi Indonesia saat pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. 

Tragedi nahas ini menewaskan seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 62 orang, terdiri atas 12 awak kabin, 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak, serta 3 bayi.

Di balik rumitnya proses identifikasi para korban, ada peran penting tim Disaster Victim Identification (DVI) dan dokter forensik, termasuk Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti.

Kepala Biro Kedokteran Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri ini membagikan pengalamannya saat menangani tragedi tersebut. 

Melalui tayangan di kanal YouTube Denny Darko, dr. Hastry bahkan mengajak Denny melihat ruang autopsi lokasi proses post-mortem berlangsung, sembari menjelaskan prosedur penanganan bencana hingga kronologi kejadian dari kacamata seorang ahli forensik.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Polri, Tim DVI bertugas mengidentifikasi korban serta merekonstruksi kejadian ketika terjadi bencana alam. 

“Sebetulnya kita menjalankan operasi DVI (Disaster Victim Identification) ada 4 fase. Fase pertama TKP ada di laut di Kepulauan Seribu sana, yang kedua fase Post Mortem ada di sini, yang ketiga fase Ante Mortem ada di rumah sakit tapi di bagian gedung sana. Ante Mortem itu mencari data sebelum setelah kematiannya yang keempat fase Rekonsiliasi itu mencocokkan data di sini Post Mortem dan data ante mortem, baru rilis,” ungkap Kombes. Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti dalam tayangan YouTube Denny Darko.

dr Sumy Hastry dan Denny Darko
dr Sumy Hastry dan Denny Darko
Sumber :
  • Youtube Denny Darko

Dokter Sumy Hastry Purwanti menjadi bagian dari tim post-mortem yang memeriksa juga mengidentifikasi korban yang telah meninggal.

Menariknya, dirinya dan tim mengidentifikasi korban dari potongan bagian tubuh yang ditemukan, meski bagian terkecil sekalipun.

“Tim Post Mortem memeriksa korban yang meninggal karena jatuhnya pesawat Sriwijaya tersebut. Di sini kita mencari data setelah mereka meninggal dunia. walaupun yang ditemukan hanya bagian tubuh sekecil apapun bodypart kita periksa,” tuturnya.

Proses kerja Tim Post Mortem melibatkan berbagai ahli dengan fungsi spesifik. 

Saat menemukan serpihan bagian tubuh korban, langkah awal tim adalah membersihkannya dari kotoran untuk kemudian dicocokkan dengan data Ante Mortem. 

Hal ini pula yang dialami dr. Sumy Hastry ketika menemukan potongan tubuh terpisah yang harus dikembalikan ke jenazah pemiliknya. 

Karena rumitnya proses ini, jenazah korban hanya boleh dibersihkan oleh tim ahli agar tidak menghilangkan jejak atau serpihan tubuh lain yang dibutuhkan dalam identifikasi.

“Belum, memang nggak boleh (dibersihkan) orang lain. Memang harus ahlinya, tim post-mortem. tim post-mortem gitu dan kita memang one by one pada masing-masing bodypart itu. Wah ratusan ya (potongan tubuh). Iya, Bayangkanlah satu tubuh misalnya terbelah banyak. Nah satu tubuh saja bisa 100 lebih (potongan tubuh),” imbuhnya.

Ia mengungkapkan bahwa kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 memiliki karakteristik yang berbeda dibanding kecelakaan pesawat lainnya. 

Hancurnya pesawat disebabkan oleh kecepatan tinggi saat menghantam permukaan air.

Kerasnya benturan tersebut tak hanya memecahkan badan pesawat seketika, tetapi juga mengakibatkan kondisi tubuh para korban terfragmentasi menjadi serpihan.

“Jadi saya tuh mengikuti hampir di setiap kecelakaan pesawat di Indonesia, dan kecelakaan pesawat ini memang kerasnya yang crash banget, hancur gitu karena kecepatan dan yang mungkin jatuh dengan cepat tinggi dan berbentuk air jadi bisa patah pesawatnya berkeping-keping jadi termasuk bagian tubuh. Termasuk manusia di dalam jadi bagian tubuh,” jelas dokter Hastry. 

Saat mewawancarai dr. Hastry dalam tayangan tersebut, Denny Darko menyebutkan bahwa tim forensik belum menemukan adanya indikasi luka bakar pada tubuh korban.

Temuan ini sekaligus menepis spekulasi yang sempat beredar di masyarakat mengenai dugaan pesawat meledak di udara sebelum jatuh ke laut.

“Itulah seperti yang saya bilang, ‘dead body can talk’. Ya seperti ini, bagian tubuh pun bisa bicara kalau dia karena terkena crash yang sangat keras kena air laut,” tandasnya. 

(kmr)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DJBC Sumbagbar Berhasil Gagalkan Penyelundupan 10 Juta Batang Rokok Ilegal 

DJBC Sumbagbar Berhasil Gagalkan Penyelundupan 10 Juta Batang Rokok Ilegal 

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) bersama tim gabungan TNI dan Polri menggagalkan penyelundupan 10 juta batang
Ikut Berduka atas Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Thohir Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Atlet

Ikut Berduka atas Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Thohir Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Atlet

Duka cita yang mendalam turut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Erick Thohir, atas meninggalnya atlet selam, Syabilla Rizkia Putri Raharja.
Prediksi Al Nassr vs Al Kholood di Liga Pro Saudi 2026/2027, Dominasi Cristiano Ronaldo dkk Berlanjut?

Prediksi Al Nassr vs Al Kholood di Liga Pro Saudi 2026/2027, Dominasi Cristiano Ronaldo dkk Berlanjut?

Al Nassr berada dalam tren positif dengan skuad bertabur bintang. Sementara Al Kholood harus bekerja keras karena catatan minor dalam beberapa laga terakhir.
AFC Kirim Surat Khusus ke PSSI usai Borneo FC Lolos Perempat Final ACGL, Isinya Bikin Bangga

AFC Kirim Surat Khusus ke PSSI usai Borneo FC Lolos Perempat Final ACGL, Isinya Bikin Bangga

Borneo FC tak cuma lolos ke perempat final AFC Challenge League 2026/2027. AFC mengirim surat khusus kepada PSSI dan memuji penyelenggaraan di Kota Samarinda.
Pengakuan Pengemudi Mobil Listrik yang Lindas Ojol di Blok M, Ternyata Ketiduran Saat Nyetir

Pengakuan Pengemudi Mobil Listrik yang Lindas Ojol di Blok M, Ternyata Ketiduran Saat Nyetir

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Adiel Aristo mengatakan, ternyata pengendara mobil tersebut juga merupakan sopir ojek online (ojol).
Mengenal Yuliana Sagala, Jaksa Cantik Eks Wakajati Bangka Belitung yang Tutup Usia

Mengenal Yuliana Sagala, Jaksa Cantik Eks Wakajati Bangka Belitung yang Tutup Usia

Berikut profil mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Yuliana Sagala yang meninggal dunia pada Senin (26/10/2026).

Trending

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Persija berhasil kembali meraih kemenangan atas Persik Kediri. Hasil akhir 2-1 mewarnai laga lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Setelah menghabisi nyawa dari istri siri dan anak kandungnya, pelaku pembunuhan di Madiun yakni DBS sempat membeli mesin giling serta tas kresek sampah hitam.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT