Daniel Olaniran Viral Usai Australia Kalah dari Indonesia, Kenapa Content Creator Ini Sebut Garuda Muda Tak Mengerti Sepak Bola?
- Tangkapan layar failedfootballerpod
tvOnenews.com - Nama Daniel Olaniran mendadak ikut menjadi perbincangan setelah potongan podcast yang menampilkan komentarnya beredar di media sosial. Alih-alih membahas kemenangan Indonesia sebagai hasil pertandingan semata, Olaniran mempertanyakan pemahaman sepak bola masyarakat Indonesia.
Salah satu pernyataannya bahkan menyebut Indonesia “tidak tahu tentang sepak bola”. Komentar tersebut menjadi kontroversial karena disampaikan setelah Australia U-20 justru tersingkir dari persaingan menuju Piala Asia U-20 2027.
Kemenangan Timnas Indonesia U-20 atas Australia dengan skor 2-0 ternyata belum menjadi akhir dari persaingan kedua negara di lapangan.
Beberapa jam setelah pertandingan berakhir, muncul babak baru di media sosial ketika seorang content creator asal Australia melontarkan komentar yang dianggap meremehkan kemampuan sepak bola Indonesia. Pernyataannya kemudian menyebar luas dan memancing reaksi warganet Tanah Air.
Situasinya semakin menarik karena kemenangan tersebut bukan hasil kebetulan dalam laga yang tidak menentukan. Indonesia tampil sebagai juara Grup H setelah mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan, tanpa kekalahan dan tanpa kebobolan.
Sebaliknya, Australia mengakhiri fase grup di posisi ketiga dengan empat poin dan gagal melaju ke putaran final. Australia sendiri datang sebagai juara bertahan setelah memenangkan Piala Asia U-20 2025.
Daniel Olaniran Sindir Indonesia Setelah Australia Tersingkir
Kontroversi bermula dari podcast yang dibuat Olaniran setelah pertandingan Indonesia kontra Australia. Potongan percakapannya kemudian diunggah melalui akun media sosial yang berkaitan dengan konten sepak bola miliknya dan menjadi viral setelah mendapat respons dari netizen Indonesia.
Olaniran membuka pembicaraan dengan menyoroti kegagalan Australia mempertahankan dominasinya di level Asia.
“Mari kita bicarakan tentang Soccerroos yang tidak lolos ke Piala Asia Asia Cup. Mereka juara di tahun 2025, dan sekarang mereka tersingkir. Mereka kalah dari Indonesia,” kata Olaniran.
Setelah itu, komentarnya beralih pada Indonesia. Ia mempertanyakan kualitas pemahaman sepak bola di Tanah Air dan mengeluarkan pernyataan yang kemudian menjadi bagian paling kontroversial dari video tersebut.
“Saya tidak ingin menjadi... Saya tidak ingin menjadi salah seorang tim yang tidak dihormati, tapi ayo. Ini Indonesia. Kalian tahu, mereka tidak tahu tentang sepak bola,” ucap Olaniran.
Pernyataan tersebut sontak mengundang reaksi. Bagi sebagian warganet Indonesia, komentar itu dinilai tidak sejalan dengan hasil pertandingan yang baru saja berlangsung. Indonesia bukan hanya memenangkan pertandingan, tetapi juga mengakhiri kualifikasi sebagai pemuncak Grup H.
Pertandingan yang berlangsung di New Laos National Stadium, Vientiane, pada Minggu (6/9/2026) itu berakhir 2-0 untuk Garuda Muda. Theodore Evan Leeming membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-28, sebelum Amar Rayhan Brkic menggandakan skor pada masa tambahan waktu.
Bukan Cuma Mengejek, Olaniran Soroti Masalah Pemain Australia
Menariknya, pernyataan Olaniran tidak seluruhnya berisi kritik terhadap Indonesia. Dalam podcast yang sama, ia juga mempertanyakan persoalan persiapan tim Australia U-20, terutama terkait kemungkinan klub-klub A-League tidak melepas pemain mereka untuk mengikuti agenda tim nasional.
Ia menyinggung bahwa kompetisi domestik Australia masih berada dalam periode pramusim. Kondisi tersebut, menurutnya, bisa membuat klub mempertimbangkan risiko cedera pemain apabila mereka dipanggil untuk memperkuat tim nasional.
“Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian berpikir, banyak dari klub A-League menahan pemain, karena ini masih pramusim, dan mereka bisa cedera?”
Olaniran kemudian mempertanyakan apakah kepentingan tim nasional seharusnya ditempatkan sebagai prioritas ketika pemain muda mendapat kesempatan tampil di turnamen internasional.
“Atau, apakah kalian berpikir, tim nasional harus selalu menjadi prioritas utama? Para pemain yang seharusnya bisa tampil bersama tim nasional di Piala Asia tahun depan, adalah sebuah kesempatan yang bisa membawa dampak luar biasa bagi karier mereka, kini kehilangan peluang tersebut,” tutur Olaniran.
Komentar tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan Olaniran sebenarnya juga mengarah pada persoalan internal sepak bola Australia. Namun, bagian yang menyebut Indonesia tidak memahami sepak bola menjadi potongan yang paling banyak mendapatkan perhatian publik.
Siapa Daniel Olaniran yang Kini Viral di Indonesia?
Di tengah kontroversi tersebut, pencarian terhadap sosok Daniel Olaniran ikut meningkat. Ia dikenal di dunia digital dengan nama OlanTekkers dan membangun persona sebagai kreator konten sepak bola.
Olaniran juga dikenal sebagai pembawa acara olahraga sekaligus mantan pesepak bola yang pernah menjalani karier di sejumlah negara. Di media sosial, ia menggunakan identitas “failed footballer”, sebuah persona yang kemudian menjadi bagian dari gaya kontennya.
Kehadirannya di dunia konten membuat Olaniran cukup aktif membicarakan berbagai persoalan sepak bola, termasuk performa tim nasional dan perkembangan pemain. Namun kali ini, komentarnya tentang Indonesia justru membuat namanya dikenal lebih luas di Tanah Air.
Di sisi lain, reaksi terhadap pernyataan tersebut tidak hanya datang dari pengguna media sosial. Unggahan yang berisi komentarnya juga mendapat perhatian dari sejumlah pemain Garuda Muda. Kontroversi tersebut akhirnya memperpanjang cerita dari pertandingan yang sebenarnya sudah selesai di lapangan.
Indonesia sendiri kini memiliki agenda yang lebih besar untuk dipersiapkan. Kemenangan atas Australia memastikan Garuda Muda lolos sebagai juara Grup H ke putaran final Piala Asia U-20 2027. Catatan tiga pertandingan juga cukup meyakinkan: imbang 0-0 melawan Malaysia, menang 3-0 atas Laos, kemudian menundukkan Australia 2-0. Total lima gol dicetak Indonesia tanpa sekalipun kebobolan.
Pada akhirnya, komentar Daniel Olaniran mungkin hanya menjadi satu episode kecil dari perjalanan panjang sepak bola Indonesia.
Namun viralnya pernyataan tersebut menunjukkan satu hal: kemenangan di lapangan kini dapat dengan cepat berubah menjadi perdebatan global di media sosial.
Dan kali ini, Garuda Muda punya jawaban yang paling sederhana sekaligus paling sulit dibantah: hasil pertandingan. (udn)
Load more