News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Kamis, 10 September 2026 - 07:45 WIB
Sosok pria bernama Fajar Sahrudin alias FS (31), warga asal Kedaung, Lampung yang ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK
Sumber :
  • Instagram/@stewiecopp

Jakarta, tvOnenews.com - REMISI (Revolusi Indonesia dan Pendidikan untuk Inklusi Sosial), organisasi wadah penyandang disabilitas psikososial merespon kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31). Pihaknya mengetahui tewasnya warga asal Kedaung, Kemiling, Lampung itu viral di media sosial.

TRIGGER WARNING BUNUH DIRI: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fajar Sahrudin tewas diduga setelah mengakhiri hidupnya. FS saat itu ditemukan meninggal dunia di area Plaza Utara Pintu 10 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2026) dini hari.

Melalui Instagram @fajardawnvirgo, Fajar Sahrudin sempat mengunggah pesan perpisahan, ucapan terima kasih, cerita kisah hidup hingga menampilkan website autobiografi dirinya sebagai tanda diduga ingin bunuh diri. 

Dalam pesan perpisahannya, menariknya FS menandai akun Instagram resmi REMISI.org sebagai bentuk ungkapan terima kasih bahwa organisasi itu telah menemani perjalanan kesehatan mentalnya. Sontak, penyematan tersebut menuai reaksi dari REMISI.

"Rest in love, Fajar," tulis REMISI dikutip dari Instagram resminya, Kamis (10/9/2026).

Doa REMISI untuk Fajar Sahrudin

Fajar Sahrudin (31) atau Stewie, pria asal Kedaung, Kemiling, Lampung yang tewas diduga mengakhiri hidup di kawasan GBK
Fajar Sahrudin (31) atau Stewie, pria asal Kedaung, Kemiling, Lampung yang tewas diduga mengakhiri hidup di kawasan GBK
Sumber :
  • Instagram/@stewiecopp

REMISI kemudian menuliskan doa untuk FS. Organisasi wadah penyandang disabilitas psikososial tersebut mengungkapkan pihaknya cukup mengenal pria asal Lampung itu.

REMISI mengetahui sisi baik pria berusia 31 tahun tersebut. FS kerap menunjukkan kasih sayang kepada banyak orang sehingga diharapkan hal ini terus melekat meski telah tiada.

"Semoga Anda senantiasa dilingkupi oleh kehangatan dan kasih sayang yang telah Anda berikan kepada begitu banyak orang," harap organisasi tersebut.

Organisasi itu mengaku sangat berat untuk membalas pesan perpisahan yang diunggah FS. Bagi mereka, pria berusia 31 tahun itu dikenal sebagai sosok yang dekat dengan REMISI.

"Tidak mudah mengucapkan selamat tinggal, selamat jalan, salam perpisahan kepada seseorang yang begitu dekat dengan kami," tuturnya.

Sosok Fajar Sahrudin di Mata REMISI

Menurut organisasi tersebut, sosok FS tidak sekadar memberikan banyak kehangatan, kebaikan, dan rekat peluk ke dalam ruang yang pernah dijajaki di selama hidupnya. Korban juga dikenal sebagai sosok yang luar biasa.

"Seseorang yang telah membawa begitu banyak kehangatan, kebaikan, dan rekat peluk ke dalam ruang ruang di mana ia pernah berada. Mendiang adalah sosok yang luar biasa," terangnya.

Organisasi itu menjadi ruang bagi FS untuk menunjukkan ketulusannya. Di REMISI, korban selalu memberikan dedikasi pada hak asasi manusia (HAM).

Selain itu, korban juga mendedikasikan dirinya pada inklusi sosial hingga keyakinan setiap orang mempunyai hak atas martabat dan rasa diterima oleh semua orang.

"Dan ruang untuk menjadi dirinya sendiri tanpa perlu mengenakan topeng apa pun," lanjutnya.

Organisasi itu memprediksikan penyebab pihaknya sebagai pilihan untuk menemani perjalanan kesehatan mental FS. REMISI hadir tanpa memberikan batas terhadap seseorang berdasarkan latar belakang, identitas, maupun ekspresi dirinya.

"Termasuk, namun tidak terbatas pada keberagaman ras, suku, budaya, agama, kelas, orientasi seksual, identitas gender, dan keberagaman lainnya," tambahnya.

REMISI terkejut setelah ditandai oleh FS dalam pesan perpisahannya. Kehadiran organisasi itu sebagai ruang aman hingga membantu korban.

"Mengetahui REMISI pernah menjadi salah satu ruang aman bagi mendiang, hal itu merupakan kehormatan yang besar bagi kami. Kami menngapresiasi tempat yang kami bangun agar orang-orang dapat merasa aman, diterima, dan dihargai ini," kata REMISI.

"Meski barangkali untuk waktu yang tidak panjang, semoga dapat menjadi ruang aman bagi mendiang. Terima kasih telah mempercayai kami, terima kasih telah berbagi bersama kami," sambung organisasi itu.

REMISI mendapat pelajaran dari kabar kematian tersebut. Keputusan FS menunjukkan betapa berartinya ruang yang penuh kepedulian, menjunjung tinggi martabat, serta menerima kehangatan.

"Segala kontribusi, kebaikan, dan perjuanganmu akan selalu kami dekap erat dan kami teruskan dengan semangat yang sama. Terima kasih banyak sudah bertahan selama ini. Ini mengingatkan kita semua agar lebih peduli dan memiliki empati ke sesama manusia. Rest well, Fajar. Kamu cukup, kamu dicintai," ucap REMISI.

Sebelumnya diberitakan, unggahan di media sosial milik Fajar Sahrudin belakangan ini mendadak viral di media sosial X dan Threads. Ungkapan pesan perpisahan hingga berbagi kisah autobiografinya mengungkap kotak pandora kasus kematian pria tersebut.

Salah satu temannya mulanya melihat pesan perpisahan tersebut dimaknai tanda FS akah mengakhiri hidupnya. Temannya kebetulan melihat sebuah sinyal SOS dari aplikasi fitur pada jam Xiaomi milik korban.

Seorang temannya sebagai saksi 1 pun memutuskan untuk mencari FS secara sendiri. Sayangnya upaya tersebut berakhir gagal sehingga minta bantuan kepada pihak sekuriti lainnya.

Polisi telah memanggil sejumlah orang sebagai saksi, di antaranya satpam terkait kematian Fajar Sahrudin. Polsek Metro Jakarta Pusat bersama Tim Identifikasi dan Dokkter Polres Metro Bekasi langsung ke TKP.

Laporan itu membuat Polres Metro Jakarta Pusat menghubungi pihak sekuriti atau pengalaman selama di Jakarta. Polisi pun bergerak cepat karena video tersebut potensi viral di media sosial.

(hap)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dua Hari Dicari, Pria Hilang di Sungai Brantas Jombang Ditemukan Tewas

Dua Hari Dicari, Pria Hilang di Sungai Brantas Jombang Ditemukan Tewas

Pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Brantas, Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berakhir tragis.
Terpopuler: Pihak GBK Angkat Bicara soal Penemuan Fajar Sahrudin hingga Chemistry Megawati Hangestri

Terpopuler: Pihak GBK Angkat Bicara soal Penemuan Fajar Sahrudin hingga Chemistry Megawati Hangestri

Sejumlah berita menjadi sorotan pembaca tvOnenews.com sepanjang Rabu (9/9/2026), mulai dari perkembangan kasus Fajar Sahrudin di GBK hingga Megawati Hangestri.
IHSG Dibuka Menghijau Cenderung Sideways, Bursa Asia & Wall Street Anjlok Imbas Konflik Timur Tengah

IHSG Dibuka Menghijau Cenderung Sideways, Bursa Asia & Wall Street Anjlok Imbas Konflik Timur Tengah

IHSG dibuka menguat 9 poin atau 0,15 persen di level 6.688 pada pembukaan perdagangan Kamis, 10 September 2026.
Siapa Chelsa Berliana? Pevoli Putri Indonesia yang Berpeluang Ikuti Langkah Megawati Hangestri Abroad

Siapa Chelsa Berliana? Pevoli Putri Indonesia yang Berpeluang Ikuti Langkah Megawati Hangestri Abroad

Chelsa Berliana, Middle Blocker timnas voli putri Indonesia berpeluang susul Megawati Hangestri abroad setelah muncul ketertarikan dari salah satu klub Jepang.
Prabowo: Partai Demokrat Pernah Berkuasa Tapi Saat Tidak Menang, Tidak Bakar-bakar

Prabowo: Partai Demokrat Pernah Berkuasa Tapi Saat Tidak Menang, Tidak Bakar-bakar

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan, para elite politik agar tidak menjadikan perbedaan pilihan dan persaingan sebagai alasan untuk memutus persahabatan.
6 Shio Paling Hoki Soal Pekerjaan Bulan September 2026, Peluang Karier Mulai Terbuka Lebar!

6 Shio Paling Hoki Soal Pekerjaan Bulan September 2026, Peluang Karier Mulai Terbuka Lebar!

Karier bisa melejit pada September 2026! Simak 6 shio yang diprediksi paling hoki soal pekerjaan, mulai dari peluang baru hingga kesempatan besar.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Ditinggal Ko Hee-jin, Red Sparks Tunjuk Mantan Pelatih Hyundai Hillstate Jadi Pengganti?

Ditinggal Ko Hee-jin, Red Sparks Tunjuk Mantan Pelatih Hyundai Hillstate Jadi Pengganti?

Red Sparks tengah menjadi sorotan volimania usai muncul spekulasi bahwa nampaknya klub telah menemukan pelatih baru usai Ko Hee-jin memutuskan mundur dari jabatannya jelang Liga Voli Korea 2026-2027.
Proses Selanjutnya Diungkap Kepolisian soal Kasus Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK, 3 Orang Ini Jadi Saksi

Proses Selanjutnya Diungkap Kepolisian soal Kasus Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK, 3 Orang Ini Jadi Saksi

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Berikut penjelasan lengkap pihak Kepolisian.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT