1 Permintaan Terakhir Fajar Sahrudin yang Tak Terkabulkan usai Diduga Mengakhiri Hidupnya Sendiri di GBK
- Figma/Fajar Sahrudin
tvOnenews.com - Kisah tragis kematian Fajar Sahrudin (31) yang diduga kuat mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, hingga kini masih terus memicu rasa empati mendalam dari masyarakat luas.
Sebelum jasadnya ditemukan terbaring di area taman Pintu 10 GBK pada Minggu (6/9/2026) lalu, pria tersebut sebenarnya telah merancang momentum perpisahan dengan sangat rapi dan terperinci.
Namun, di balik seluruh perencanaan matang yang ia abadikan sendiri, ternyata terdapat satu permintaan terakhir Fajar yang tak pernah terkabulkan hingga jenazahnya resmi dimakamkan.
TRIGGER WARNING: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
- Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo
Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Fajar diketahui sempat menyusun sebuah dokumen autobiografi digital yang menguraikan seluruh perjalanan kehidupannya yang penuh suka dan duka secara terperinci.
Di dalam situs web autobiografi pribadi tersebut, Fajar mengunggah deretan surat perpisahan terakhir yang ia tulis tangan secara personal untuk orang-orang di sekitarnya, mulai dari rekan kerja, teman dekat, keluarga, hingga pihak-pihak berwenang.
Tak hanya berisikan untaian kalimat perpisahan emosional, Fajar secara khusus menuliskan pesan tertulis kepada pihak kepolisian serta tim medis forensik.
Dalam sepucuk surat tangan itu, ia secara sadar memberikan izin sekaligus menyampaikan permintaan kepada otoritas terkait, agar tubuhnya diautopsi pascameninggal dunia guna pembuktian medis secara sah.
"Dear authority, silahkan autopsi tubuhku, cek lambungku, tapi aku tidak mengizinkan hasil autopsi dibagikan kepada publik, kecuali jika hal itu berhubungan dengan NACN dan kesehatan mentalku dan kasus Jessica Wongso," tulis Fajar dalam surat yang ia tinggalkan di autobiografinya, dikutip Jumat (11/9/2026).
- Figma/Fajar Sahrudin
Kendati Fajar telah menuliskan izin serta permohonan tindakan autopsi tersebut secara terbuka di dalam lembaran biografinya, keinginan terakhir itu nyatanya tidak dapat dipenuhi oleh pihak keluarga.
Saat diwawancarai secara langsung oleh tim tvOnenews.com, kakak sulung Fajar, Deni, membeberkan fakta bahwasanya pihak keluarga sepakat untuk tidak menempuh proses autopsi terhadap jenazah sang adik.
Pihak keluarga mengambil keputusan untuk segera membawa jenazah almarhum dari tempat persemayaman di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, agar dapat langsung dipulangkan ke kampung halamannya yang berada di Lampung, tanpa melalui tindakan bedah forensik.
"Saya jauh dari Lampung untuk menjemput jenazah adik agar cepat dipulangkan dan segera dimakamkan. Itu saja," ujar Deni saat diwawancarai oleh tim tvOnenews.com pada Rabu (9/9/2026).
Sikap yang diambil oleh pihak keluarga tersebut pada juga dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian yang menangani perkara ini.
- Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo
Aparat berwajib membenarkan bahwa prosedur autopsi memang tidak dilaksanakan lantaran adanya surat penolakan resmi serta permohonan penyerahan jenazah dari pihak keluarga kandung almarhum.
"Keluarga menolak autopsi," ujar Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo kepada tvOnenews.com pada Rabu lalu.
"Sedang dilakukan upaya mengajukan cek labfor terkait barang bukti di TKP," ujarnya.
Dengan demikian, permintaan terakhir mengenai pemeriksaan autopsi tubuhnya yang tertuang dalam autobiografi Fajar dipastikan tidak pernah terkabulkan.
Pasalnya, kini seluruh rangkaian prosesi penanganan jenazah telah usai dan Fajar sudah dimakamkan di Lampung. (ism)
Load more