Sebelum Betrand Peto Dilaporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Ayah Kandung Bongkar Kehidupan Masa Kecil Onyo di NTT
- Instagram @betrandpetoputraonsu
tvOnenews.com - Seorang penyanyi, Betrand Peto Putra Onsu dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS).
Hal ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
“Iya benar (Betrand Peto) dilaporkan tadi Sabtu pagi terkait dugaan TPKS. LPnya baru tadi pagi,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, pada Sabtu (12/9/2026).
Kombes Pol Budi juga mengatakan bahwa ATT alias BP adalah anak angkat dari artis Ruben Onsu.
“Yang dilaporkan berinisial ATT alias BP merupakan anak angkat dari seorang artis berinisial RSO,” sambungnya.
Laporan diterima Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual pada Sabtu (12/9/2026) pagi.
Sebelum dilaporkan atas kasus tersebut, ayah kandung Betrand Peto menceritakan kisah kehidupan putranya saat masih kecil di tanah kelahiran.
Masa Kecil Betrand Peto
Ayah kandung Betrand Peto, Ferdy Peto mengungkapkan kehidupan masa kecil putranya yang tidak berbeda dengan saat ini, terutama perilakunya.
“Masa kecil Onyo tidak beda dengan yang sekarang, seperti perilakunya,” ungkap Ferdy Peto pada tayangan YouTube The Onsu Family.
- Tangkapan Layar YouTube: The Onsu Family
Saat menjelaskan tentang masa kecil Betrand Peto, mata Ferdy mulai berkaca-kaca. Sebab, kedekatannya bersama Onyo berbeda dengan anak-anaknya yang lain.
Ia mengatakan sejak kecil, Betrand sudah tinggal bersama kakek dan neneknya lantaran ibunya tengah mengandung adik Onyo.
Sejak berusia 8 bulan, Onyo selalu dirawat oleh kakek dan nenek meski sempat tinggal bersama orang tua.
Ferdy mengatakan meski keluarganya kerap berpindah-pindah rumah, namun Betrand selalu bersama kakek neneknya.
Betrand merasa kakek neneknya sudah seperti orang tua sendiri, sehingga ia menolak untuk tinggal bersama kedua orang tua kandungnya.
“Berarti memang dari 8 bulan sampai Bapak (Ferdy) berpisah dengan ibu pun, Onyo tidak bersama Bapak Ibu ya. Jadi bersama Bapak Ibu saat di rumah Opa Oma. Tidak pernah ikut Bapak saat pindah-pindah kontrakan,” kata Ruben Onsu menjelaskan.
“Tidak, dan dia memang tidak mau. Karena kedekatan batin dia melihat orang tuanya itu Opa Oma bukan kami,” sambung Ferdy.
Saat Betrand berusia 11 tahun, tepat di hari bahagianya mengikuti wisuda sekolah, ayah ibunya berpisah.
Meski tidak tinggal bersama, namun kedua orang tua Betrand tetap mengikuti tumbuh kembang putranya, termasuk bakat bernyanyinya.
Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar, anak angkat Ruben Onsu ini kerap membantu kakek neneknya untuk berjualan.
Bagi Ruben Onsu dan Ferdy, seorang anak yang berjualan cukup wajar lantaran hal ini biasa dilakukan di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk dilakukan ayah kandung Onyo saat kecil.
“Kebiasaan seperti itu Opa Oma didik Onyo supaya hidup tidak boleh sombong, harus mampu membaca situasi rumah, harus mampu membantu orang tua,” ujar Ayah kandung Betrand Peto.
“Karena memang di NTT, rata-rata anak yang sudah SD itu bekerja keras dengan sendirinya tanpa diperintah. Artinya niat Onyo itu memang karena hati nurani dia itu memang untuk bantu orang tua,” lanjutnya.
(kmr)
Load more