News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bantah Lakukan Pelecehan Seksual, Betrand Peto Ungkap Momen Bertemu ANW yang Sedang Menangis

Betrand Peto akhirnya memberikan penjelasan mengenai kasus yang membuat namanya terseret dalam laporan dugaan kekerasan seksual. Ini kronologi menurut Onyo.
Senin, 14 September 2026 - 19:56 WIB
Aktor dan penyanyi, Betrand Peto
Sumber :
  • Instagram/betrandpetoputraonsu

tvOnenews.com - Betrand Peto akhirnya memberikan penjelasan mengenai kasus yang membuat namanya terseret dalam laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS).

Putra angkat Ruben Onsu tersebut membantah telah melakukan tindakan seperti yang dituduhkan seorang perempuan berinisial ANW. Betrand bahkan mengatakan dirinya tidak mengenal perempuan yang disebut sebagai pelapor dalam perkara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan itu disampaikan Betrand melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Ia merasa perlu menjelaskan versinya setelah kabar mengenai laporan terhadap dirinya ramai diperbincangkan publik.

Betrand Peto
Betrand Peto
Sumber :
  • Instagram @betrandpetoputraonsu

"Aku tidak melakukan hal seperti apa yang dibilang (tindakan dugaan kekerasan seksual)," kata Betrand dilansir dari postingan akun Threads @starplaydotcom.

Penyanyi yang akrab disapa Onyo itu kemudian menceritakan situasi yang menurut versinya terjadi di lokasi. Ia menyebut awalnya melihat seorang perempuan dalam kondisi menangis.

Merasa tidak mengetahui persoalan yang terjadi, Betrand mengaku sempat menanyakan alasan perempuan tersebut menangis. Namun, menurutnya, pertanyaan itu tidak mendapat respons.

"Dan ia tidak menjawab sama sekali. Tiba-tiba, temannya itu datang yang antingnya copot ini. Aku pun gak kenal sama mereka," tutur Onyo.

Betrand Peto
Betrand Peto
Sumber :
  • Instagram @betrandpetoputraonsu

Situasi kemudian berubah setelah teman perempuan tersebut datang dan mempertanyakan kondisi rekannya. Betrand menyebut orang tersebut sempat menarik baju dan tangannya.

Betrand lantas meminta agar perempuan yang menangis itu ditanya secara langsung karena dirinya juga tidak mengetahui persoalan yang sedang terjadi.

"Aku bilang sama dia, kamu tanya sama teman kamu karena aku pun gak dapat jawaban dari teman kamu," katanya.

Menurut Betrand, komunikasi tersebut berlangsung dalam suasana yang tidak kondusif. Ia menyebut pertanyaan dari teman perempuan itu disampaikan dengan nada yang cukup keras.

Ketegangan di lokasi kemudian berujung pada perkelahian. Betrand menyebut temannya terlibat cekcok dengan teman perempuan tersebut hingga terjadi aksi saling jambak.

Betrand Peto
Betrand Peto
Sumber :
  • Instagram @betrandpetoputraonsu

"Akhirnya teman ku gak terima, dari situ mulai lah berantem, jambak-jambakan. Di situ aku juga udah bilang udah bibi gak usah berantem," ucapnya.

Keterangan Betrand tersebut menjadi versi berbeda dari laporan yang disampaikan ANW.

Sebelumnya, nama Betrand mencuat setelah laporan dugaan TPKS terhadap dirinya dikonfirmasi Polda Metro Jaya. Laporan itu berkaitan dengan dugaan kejadian di sebuah kelab malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Sabtu (12/9/2026).

ANW melalui kuasa hukumnya menyampaikan bahwa dugaan tindakan tersebut terjadi ketika dirinya berada di toilet kelab. Ia menyebut tidak ada proses pendekatan atau rayuan terlebih dahulu.

"Nggak ada, nggak ada (Betrand merayu atau memancing). Dia langsung nyerang saya, dia cium saya," kata ANW.

Kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol, menyebut laporan tersebut dibuat dengan sangkaan Pasal 473 KUHP dan Pasal 6 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Nathaniel juga menyebut terdapat saksi yang menurutnya berada di sekitar lokasi ketika peristiwa yang dilaporkan terjadi. Ia mengatakan ANW sempat melakukan perlawanan dan terdapat teman yang dapat memberikan keterangan kepada penyidik.

Sementara itu, pihak keluarga Betrand meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan perkara tersebut.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, sebelumnya menyebut informasi yang diterimanya menunjukkan Betrand tidak terlibat dalam perkelahian karena orang yang bertikai merupakan temannya.

Kini, proses hukum masih berjalan. Perbedaan keterangan antara Betrand dan pihak pelapor membuat fakta mengenai kejadian tersebut masih harus didalami melalui pemeriksaan serta bukti yang dimiliki penyidik. (asl)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Klasemen Liga Voli Korea, Selasa 3 November: Megawati Hangestri Cs Merana, Hyundai Hillstate Jadi Tim Papan Bawah

Klasemen Liga Voli Korea, Selasa 3 November: Megawati Hangestri Cs Merana, Hyundai Hillstate Jadi Tim Papan Bawah

Klasemen Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Hyundai Hillstate bertengger di papan bawah usai menelan kekalahan telak dari IBK Altos.
Ikut Perintah Kapolri, Polda Metro Jaya Larang Anggotanya Merokok Vape di Lingkungan Kerja

Ikut Perintah Kapolri, Polda Metro Jaya Larang Anggotanya Merokok Vape di Lingkungan Kerja

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso mendukung soal Surat Edaran (SE) larangan penggunaan rokok elektrik (Vape) untuk anggota hingga -
Kantongi Kelemahan Melbourne Victory, Igor Tolic Peringatkan Skuad Persib Tampil Konsisten

Kantongi Kelemahan Melbourne Victory, Igor Tolic Peringatkan Skuad Persib Tampil Konsisten

Persib bermodal kemenangan 2-0 atas Melbourne Victory. Igor Tolic sudah membaca kelemahan lawan, tetapi meminta anak asuhnya konsisten penuh selama 90 menit.
Viral Penumpang MRT Jakarta Ditegur karena Minum, Ternyata Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi!

Viral Penumpang MRT Jakarta Ditegur karena Minum, Ternyata Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi!

Video penumpang MRT Jakarta ditegur petugas karena minum viral di media sosial. Simak aturan makan dan minum yang berlaku di stasiun maupun dalam kereta.
Detik-Detik Penangkapan Pengedar Ganja 44,1 Kg di Tol Jagorawi: Sempat Lolos Dua Kali, Akhirnya Ditangkap Juga

Detik-Detik Penangkapan Pengedar Ganja 44,1 Kg di Tol Jagorawi: Sempat Lolos Dua Kali, Akhirnya Ditangkap Juga

Tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membongkar kasus peredaran narkotika jenis ganja seberat 44,1 kilogram jaringan antarprovinsi. 
Hasil Liga Voli Korea: Megawati Hangestri Cs Tumbang, Hyundai Hillstate Kalah Telak dari IBK Altos

Hasil Liga Voli Korea: Megawati Hangestri Cs Tumbang, Hyundai Hillstate Kalah Telak dari IBK Altos

Hasil Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Hyundai Hillstate menelan kekalahan perdana usai Megawati Hangestri dan kawan-kawan tumbang dihajar tuan rumah IBK Altos.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT