Makna Lagu Training Season - Dua Lipa yang Viral, Ternyata Bukan Sekadar Lagu Cari Jodoh
- Tangkapan layar YouTube Dua Lipa
tvOnenews.com - Lagu “Training Season” milik Dua Lipa kembali menarik perhatian pengguna media sosial.
Potongan lagu tersebut banyak digunakan sebagai musik latar di TikTok, Instagram Reels, hingga YouTube Shorts, terutama untuk konten yang berkaitan dengan percintaan, standar pasangan, hingga harapan menemukan sosok yang tepat.
Tidak sedikit pengguna media sosial yang mengaitkan lagu ini dengan tren manifestasi pasangan.
Potongan liriknya kerap dipakai untuk menggambarkan sosok ideal yang diharapkan hadir dalam kehidupan seseorang.
Namun, jika melihat cerita di balik lagu tersebut, makna “Training Season” ternyata lebih dalam daripada sekadar lagu untuk mencari jodoh.
Lagu ini justru bercerita tentang seseorang yang sudah lelah harus mengajari pasangan bagaimana memperlakukannya dengan baik.
Setelah melewati pengalaman hubungan dan kencan yang tidak sesuai harapan, ia merasa sudah waktunya berhenti menjadi “guru” dalam hubungan.
Makna Training Season Menurut Dua Lipa
“Training Season” merupakan salah satu lagu dalam album studio ketiga Dua Lipa, Radical Optimism, yang dirilis pada 2024.
Lagu tersebut menjadi single kedua dari album tersebut setelah “Houdini”.
Lagu ini dirilis sebagai single pada 15 Februari 2024 dan sebelumnya dibawakan Dua Lipa di panggung Grammy Awards 2024.
Menariknya, istilah “training season” muncul dari pengalaman pribadi Dua Lipa.
Dalam wawancaranya, Dua Lipa menjelaskan bahwa lagu tersebut terinspirasi dari serangkaian kencan yang buruk.
Setelah mengalami kencan yang membuatnya kecewa, ia datang ke studio dan mengatakan bahwa “training season” sudah berakhir. Pernyataan tersebut kemudian berkembang menjadi ide lagu bersama para penulis dan produsernya.
Bagi Dua Lipa, istilah tersebut bukan berarti seseorang benar-benar sedang menjalani “pelatihan”. Ini merupakan metafora untuk fase ketika seseorang terus-menerus harus mengajarkan pasangannya bagaimana cara memperlakukan dirinya dalam hubungan.
Ia kemudian menyadari bahwa pengalaman buruk tersebut juga membuatnya semakin memahami dirinya sendiri, termasuk mengetahui apa yang ia inginkan dan apa yang tidak lagi bisa diterima dalam sebuah hubungan.
Meski terdengar seperti ungkapan kejenuhan, lagu ini sebenarnya tidak memiliki pesan bahwa seseorang harus berhenti mencari cinta.
Load more