News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati Terseret Dugaan Penipuan Emas Rugikan Korban Rp25 Miliar

Kasus dugaan penipuan investasi emas dan perak dengan sistem pre-order menyeret Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati. Totalnya mencapai sekitar Rp25 miliar.
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:59 WIB
Kirana Larasati & Jennifer Coppen
Sumber :
  • Kolase Instagram/@kiranalarasati/@jenniferhubner

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan penipuan investasi emas dan perak dengan sistem pre-order yang melibatkan PT Divine Gold Jewelry atau Nellava Bullion menjadi perhatian publik. Perkara yang kini ditangani Bareskrim Polri tersebut turut menyeret nama sejumlah figur publik yang sebelumnya diketahui mempromosikan produk perusahaan.

Jennifer Coppen dan Kirana Larasati menjadi publik figur yang menjelaskan kerja sama promosi tersebut. Keduanya mengambil langkah untuk menghentikan hubungan profesional dengan perusahaan serta menyatakan kesediaan membantu aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkara ini mencuat setelah 85 orang menjadi konsumen mengaku mengadu persoalan kerugian pesanan emas dan perak yang telah dibayar tidak kunjung datang. Jumlah total kerugian diperkirakan mencapai Rp25 miliar.

Laporan itu mencakup dugaan sejumlah tindak pidana, mulai dari penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan pertanggungjawaban pidana korporasi. Meski demikian, keterlibatan setiap pihak dalam perkara tersebut masih harus ditentukan berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan penyidik.

Promosi Publik Figur Pengaruhi Kepercayaan Konsumen

Kuasa hukum korban, Bionda Johan Anggara menjelaskan bahwa, promosi yang dilakukan sejumlah figur publik diduga menjadi salah satu alasan konsumen tertarik membeli produk perusahaan tersebut.

Dalam keterangannya, Bionda menyebut Jennifer Coppen, Kirana Larasati hingga Nopek Novian sebagai figur publik yang pernah mempromosikan produk terkait melalui media sosial.

"Setelah kami kroscek, mengapa para korban ini semua tertarik? Karena adanya publik figur. Itu adanya influencer. Kami sebutkan inisialnya adalah JC (Jennifer Coppen), KL (Kirana Larasati), dan NN (Nopek Novian)," kata Bionda di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Bukti Digital Dugaan Promosi Dikumpulkan

Bionda menambahkan, pihaknya telah menghimpun bukti digital dugaan kegiatan promosi dilakukan oleh sejumlah publik figur. Bukti-bukti itu juga telah dipegang oleh tim penyidik.

"Kami tangkap ada beberapa endorsement. Nanti kita tunjukin karena ada juga di Instagram, ada di beberapa platform-lah. Nanti teman-teman bisa ngecek secara langsung," terangnya.

Namun, nama-nama yang disebut tim hukum para korban tidak otomatis membuktikan bahwa para figur publik tersebut terlibat dalam tindak pidana. Peran mereka dalam perkara ini perlu ditelusuri lebih lanjut berdasarkan fakta yang ditemukan penyidik.

Reaksi Jennifer Coppen

Jennifer Coppen langsung mengklarifikasi setelah namanya terseret dalam dugaan penipuan emas senilai Rp25 miliar. Melalui akun Instagram pribadinya, istri Justin Hubner tersebut menyampaikan bahwa kerja sama dengan perusahaan dimulai pada Januari 2026.

Jennifer menegaskan bahwa, tugasnya hanya sebatas aktivitas promosi dan menjadi brand ambassador. Ia tidak mengetahui urusan manajemen hingga transaksi jual beli produk.

Ibu satu anak itu juga membantah menerima komisi yang dihitung berdasarkan penjualan kepada pelanggan.

"Saya tidak ada keterlibatan dalam manajemen internal, pengelolaan dana, transaksi dengan pelanggan, proses penjualan, maupun pengambilan keputusan operasional perusahaan," tulis Jennifer.

Kerja Sama Jennifer Coppen Berakhir

Lebih lanjut, Jennifer menjelaskan, keputusan mengakhiri kerja sama telah diambil bersama tim manajemennya pada 19 Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul keluhan dari pelanggan terkait perusahaan.

Jennifer berharap masyarakat dapat memahami batas keterlibatannya dalam kerja sama tersebut dan tidak langsung menyamakan aktivitas promosi dengan dugaan tindak pidana yang sedang diproses.

Ia pun menyatakan siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan oleh aparat penegak hukum. Ia memastikan akan bersikap kooperatif  dalam proses persoalan tersebut.

Reaksi Kirana Larasati

Kirana Larasati juga mengambil langkah untuk menghentikan keterlibatannya dalam kegiatan promosi produk perusahaan. Melalui kuasa hukumnya, aktris itu bahkan mengirimkan surat pemutusan kerja sama pada 18 September 2026.

Aktris tersebut memahami sekaligus prihatin atas kerugian dialami oleh para korban. Kendati demikian, Kirana memilih tidak memberikan penilaian lebih jauh mengenai perkara yang masih diproses dan menyerahkan penanganannya kepada pihak berwenang.

"Saya ingin menegaskan bahwa saya siap untuk bersikap kooperatif dan memberikan informasi yang saya miliki apabila dibutuhkan oleh pihak yang berwenang," kata Kirana.

Pernyataan tersebut menegaskan kesediaannya untuk membantu proses hukum apabila keterangannya diperlukan dalam penyelidikan kasus dugaan penipuan investasi emas dan perak tersebut.

Cerita Korban soal Dugaan Penipuan Emas

Sebelumnya, salah satu korban bernama Bernard menceritakan awal mula dirinya tertarik membeli emas dan perak melalui sistem pre-order. Pada transaksi pertamanya, ia memesan produk dalam jumlah relatif kecil dan menerima pesanan tersebut setelah menunggu sekitar satu bulan.

Emas dan perak yang diterimanya juga disebut telah melalui pengujian keaslian di toko emas. Pengalaman tersebut membuat Bernard semakin percaya untuk melakukan transaksi berikutnya.

Selain itu, keberadaan gerai fisik perusahaan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, serta promosi oleh figur publik turut menjadi pertimbangan konsumen ketika memutuskan membeli produk.

Akan tetapi, situasi mulai berubah saat pengiriman pesanan mengalami keterlambatan. Saat itu, perusahaan disebut memberikan alasan terkait libur operasional Lebaran.

Pada Juli hingga Agustus 2026, perusahaan juga dikabarkan menawarkan potongan harga dalam jumlah besar. Penawaran tersebut membuat sebagian konsumen kembali menyetorkan uang dengan nilai transaksi yang lebih tinggi.

Persoalan semakin serius ketika pesanan berikutnya tidak kunjung sampai kepada pelanggan. Para konsumen yang menunggu kepastian akhirnya berupaya mencari penyelesaian atas dana yang telah mereka bayarkan.

Hingga kemudian, persoalan tersebut dilaporkan kepada Bareskrim Polri. Dengan jumlah pengaduan yang disebut mencapai 85 orang dan estimasi kerugian Rp25 miliar, penyelidikan diharapkan dapat mengungkap rangkaian peristiwa, aliran dana, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Joey Pelupessy Absen dalam Kemenangan Lommel SK, Mees Hilgers Tunda Debut

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Joey Pelupessy Absen dalam Kemenangan Lommel SK, Mees Hilgers Tunda Debut

Para pemain Timnas Indonesia abroad kembali ke klubnya masing-masing. Walau demikian, skuad yang membawa juara Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 belum tampil di akhir pekan ini. 
Jadwal F1 GP Singapura 2026, Sabtu 10 Oktober: Ada Kualifikasi dan Sprint Race di Sirkuit Jalanan Marina Bay Hari Ini

Jadwal F1 GP Singapura 2026, Sabtu 10 Oktober: Ada Kualifikasi dan Sprint Race di Sirkuit Jalanan Marina Bay Hari Ini

Jadwal F1 GP Singapura 2026 hari ini Sabtu 10 Oktober akan menghadirkan dua agenda penting di Sirkuit Jalanan Marina Bay yakni Sprint Race dan juga kualifikasi.
Lama Tak Tersentuh, Polisi Temukan Barang Haram Ini di Eks Lokalisasi Prostitusi Saritem

Lama Tak Tersentuh, Polisi Temukan Barang Haram Ini di Eks Lokalisasi Prostitusi Saritem

Eks lokalisasi prostitusi Saritem, Kota Bandung, digerebek petugas Polrestabes Bandung, Jumat (9/10/2026) sore. Operasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Kapolri sekaligus mendukung pelaksanaan Operasi Antik yang digelar Polda Jawa Barat.
Gelar Juara FIFA ASEAN Cup Jadi Pelipur Lara Joey Pelupessy Atas Kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Gelar Juara FIFA ASEAN Cup Jadi Pelipur Lara Joey Pelupessy Atas Kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Timnas Indonesia berhasil meraih gelar juara edisi pertama FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti dramatis pada Senin (5/10/2026) lalu. 
Efek Domino Bunuh Diri, Kenapa Satu Kasus Bisa Bayangi Kondisi Psikologis 30 Orang di Sekitarnya?

Efek Domino Bunuh Diri, Kenapa Satu Kasus Bisa Bayangi Kondisi Psikologis 30 Orang di Sekitarnya?

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membahas besarnya efek domino kasus bunuh diri berdampak kondisi perasaan dan psikologis 30 orang di lingkungan sekitar korban.
17 Daftar Pemain Doctor X: Mafia in White, Drama Korea Kedokteran yang Dibintangi Kim Ji Won

17 Daftar Pemain Doctor X: Mafia in White, Drama Korea Kedokteran yang Dibintangi Kim Ji Won

Berikut daftar 17 pemain drama Korea Doctor X: Mafia in White, berlatar medis kedokteran yang dibintangi Kim Ji Won.

Trending

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT