Viral Ritual Memandikan Kucing di Jombang, Tradisi Turun-temurun untuk Meminta Hujan saat Kemarau
- Instagram/ahquotes
tvOnenews.com - Tradisi unik memandikan kucing untuk meminta hujan kembali digelar warga Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.Â
Ritual yang diwariskan secara turun-temurun ini menarik perhatian karena menggunakan kucing jantan berbulu tiga warna atau yang dikenal dengan sebutan condromowo.
Ritual tersebut dilaksanakan pada Minggu, 4 Oktober 2026, di area persawahan Dusun Banjarsari.Â
Pelaksanaannya menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat setempat dalam menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air untuk mengairi lahan pertanian.
Bagi warga setempat, tradisi ini bukan sekadar ritual adat, melainkan juga wujud doa dan harapan agar hujan segera turun sehingga aktivitas pertanian dapat kembali berjalan.
- Instagram/ahquotes
Prosesi Ritual Memandikan Kucing di Jombang
Dalam pelaksanaannya, warga menggunakan seekor kucing jantan dengan corak bulu tiga warna yang disebut condromowo.Â
Kaki kucing tersebut dibasuh menggunakan campuran air bunga tujuh rupa dan air dawet.
Prosesi berlangsung dengan iringan berbagai unsur tradisi Jawa.Â
Alunan gamelan, pembakaran kemenyan, dan penyajian sesaji cok bakal turut mewarnai ritual tersebut.
Suasana semakin semarak dengan penampilan tari kuda lumping serta kehadiran penari bertopeng menyerupai genderuwo.
Perpaduan unsur-unsur tersebut membuat ritual memandikan kucing ini menjadi tradisi khas yang terus dipertahankan oleh masyarakat setempat.
Meski terbilang tidak biasa, ritual tersebut memiliki makna tersendiri bagi warga yang masih memegang teguh warisan budaya leluhur.
Makna Air Dawet dan Kucing Condromowo
Penggunaan air dawet dan kucing condromowo dalam ritual ini tidak terlepas dari filosofi yang berkembang di tengah masyarakat.
Air dawet dimaknai sebagai simbol untuk mengurai persoalan yang rumit atau ruwet.Â
Dalam konteks kekeringan, simbol tersebut mencerminkan harapan agar kegelisahan warga akibat sulitnya mendapatkan air dapat segera teratasi.
Sementara itu, kucing condromowo dipercaya memiliki keterkaitan dengan keseimbangan alam dalam tradisi agraris Jawa.Â
Hewan yang umumnya tidak menyukai air itu dimandikan sebagai bagian dari ritual permohonan hujan.
Tradisi tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar budaya masyarakat untuk mengungkapkan harapan agar hujan segera turun.Â
Namun, makna dan kepercayaan yang menyertainya merupakan bagian dari tradisi lokal, bukan jaminan bahwa ritual dapat mendatangkan hujan.
Mayoritas Warga Bergantung pada Pertanian
Ritual memandikan kucing kembali dilakukan di tengah kondisi yang menyulitkan para petani di Dusun Banjarsari.Â
Berdasarkan informasi mengenai pelaksanaan tradisi tersebut, sekitar 90 persen warga setempat menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.
Krisis air irigasi membuat para petani belum dapat memulai penanaman padi.Â
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelancaran musim tanam.
Viral di Media Sosial, Warganet Singgung Kucing Takut Air
Video pelaksanaan ritual memandikan kucing di Jombang ini turut menjadi perbincangan di media sosial.Â
Penggunaan kucing dalam prosesi untuk memohon hujan membuat sejumlah warganet penasaran, bahkan memunculkan beragam komentar.
Sebagian warganet mengaku baru mengetahui adanya kebiasaan tersebut.Â
Ada pula yang menghubungkannya dengan cerita turun-temurun yang pernah mereka dengar dari keluarga.
"Dari semua ritual yang ada di indo baru tau gue ritual pake si meng."Â
"Tapi nenek aku juga pernah bilang gini, jangan mandiin kucing nanti hujan gede."
"Apa hubungannya kucing dimandikan, dengan hujan? Meanwhile kucing takut air."
Komentar-komentar tersebut memperlihatkan beragam respons warganet terhadap kebiasaan yang masih dijalankan masyarakat Jombang tersebut.Â
Selain rasa penasaran mengenai maknanya, sifat kucing yang umumnya tidak menyukai air juga menjadi hal yang menarik perhatian. (gwn)
Load more