GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dukun Santet Ini Kapok dan Tak Mau Lagi Santet Orang, Taubat Setelah Kena Serangan Balik Dukun Kalimantan, Akui Hampir Mati

Kepada Prasodjo Muhammad, Ria Puspita Sari mengaku bahwa dia dulu adalah seorang dukun santet yang biasa menerima banyak orderan untuk menyakiti target para kliennya.
Rabu, 15 Juni 2022 - 12:21 WIB
Mantan Prakitisi ilmu hitam Ria Puspita Sari
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

Jakarta - Mantan praktisi ilmu hitam, Ria Puspita Sari membagikan kisah dan pengalamannya bisa meninggalkan dunia hitam itu.

Kisah pertaubatan Ria Puspita Sari sang dukun santet itu tayang di video channel YouTuber Prasodjo Muhammad sekitar satu bulan lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepada Prasodjo Muhammad, Ria Puspita Sari mengaku bahwa dia dulu adalah seorang dukun santet yang biasa menerima banyak orderan untuk menyakiti target para kliennya.


Mantan dukun santet, Ria Puspita Sari dan YouTuber Prasodjo Muhammad. (Capture YouTube Prasodjo Muhammad)

"Klien yang minta tolong selalu datang bawa persyaratan apa yang gue minta, seperti misalnya kembang, darah hewan, dan keperluan lainnya. Jadi yang nyediain itu pasiennya, bukan gue," kata Ria.

Menurut Ria, permintaan berbagai macam syarat untuk menyantet seseorang itu bukanlah permintaan dari Ria, melainkan makhluk gaib yang bekerjasama bersama Ria, yang nantinya akan bertugas untuk menyakiti target yang hendak disantet.

"Karena kan bukan gue yang ngerjain, gue nyuruh juga si peliharaan gue ini buat jalan (buat nyelakain) kan, Dan gue baru mulai aksi (nyantet) itu pada pukul 00.15, menurut gue asyik aja ngelakuin jam segitu, dan ramai aja gaibnya," kata Ria.

Kemudian Ria pun menjelaskan bahwa terkadang permintaan kliennya bermacam-macam, ada yang minta langsung target 'dimatikan' namun ada juga yang minta disakiti secara perlahan.

"Tapi gue lebih suka sedikit-sedikit biar dia (klien) dateng terus ke gue dan otomatis duit ngalir terus buat gue. Kalau langsung kan ya udah dibayar segitu doang dan selesai," katanya.

Lemas berkat doa dibacakan Nabi Yunus 

Tak hanya menceritakan pengalamannya saat menyantet orang, namun Ria juga menceritakan apa saja kelemahan dukun santet.

Ya, pada kesempatannya berbagi cerita, Ria mengatakan bahwa ilmu hitamnya itu tak bisa bekerja atau tak mempan saat dihadapkan dengan orang yang rajin beribadah atau imannya kuat.

"Waktu mau nyantet itu gue biasanya kirim dulu nih setan yang ilmunya kecil, dia gue tugasin untuk ngontrol bagus gak tuh target ibadahnya. Kalau yang lemah ibadahnya atau enggak rajin sholat, gampang tuh, dari posisi mana juga bisa kena, tapi kalau udah ketemu yang rajin sholat, ibadahnya bagus dan rajin enggak mempan," kata Ria.

Tak hanya itu, Ria pun menyebut jika orang atau target yang mau disantetnya
rajin beribadah seperti misalnya rajin salat, maka santetnya tak berpengaruh dan mental ke anggota keluarga lainnya yang ibadahnya kurang rajin atau tak rajin salat.


Mantan prakitis ilmu hitam Ria Puspita Sari. (ist)

"Kalau sama orang yang sholatnya rajin santet gue enggak mempan, tapi masih bisa mental ke anggota keluarganya yang lain, yang enggak rajin beribadah atau rajin sholat, gitu," kata Ria.

Adapun Ria menjelaskan bahwa terdapat doa yang benar-benar bisa membuat setan-setan peliharannya dulu itu lemas dan terluka.

Menurut Ria, doa Nabi Yunus di dalam perut ikan paus itu benar-benar ampuh untuk melumpuhkan serangan santetnya dan juga bisa melukai Ria dan setan-setan peliharaannya.

"Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin, itu cuma sepenggal kalimatnya, tapi itu udah bisa bikin setan-setan gue pincang, lemes, dan badan gue juga bisa sakit-sakit itu, kita dukun takut," kata Ria.

Krena merasa telah banyak menzalimi orang, Ria pun memutuskan untuk bertaubat dan meninggalkan praktik ilmu hitam dan profesinya sebagai dukun santet.

Kala itu, katanya, kisah pertaubatannya itu dimulai saat dia menerima serangan balik dari seorang yang memiliki ilmu yang serupa.


Ilustrasi dukun santet. (ist)

Saat itu, Ria yang tengah melihat kendi berisi air, tiba-tiba dikagetkan dengan air yang mmenyiprat ke wajahnya.

"Air di kendi nyiprat ke muka gue, dan gue lihat (di air) itu ada orang udah tua, wajahnya penuh tato dan dia gak pake baju. Dan dia adalah orang suku pedalaman Kalimantan. Dan gue sekaligus juga mau berterima kasih ke ornag Kalimantan itu karena berkat dia gue saat ini bertaubat," katanya.

Menurut Ria, setelah ia melihat orang Kalimantan penuh tato di wajah itu, ia tak lama langsung jatuh sakit.

"Air yang muncrat ke muka gue itu kayak narik gue, dan gue kecekik gitu. Dan lo tahu Jo apa kata dia, dia cuma ngucap gini, Lo mau nyakitin cucu gue berarti lo mau cari mati, dan di situ gue pun benar-benar minta ampun," kata Ria.


Ilustrasi praktik perdukunan. (ist)

Menurut Ria, kala itu ia merasakan kesakitan yang luar biasa saat setelah kecipratan air di kendi itu.

Rasa sakit itu, kata Ria benar-benar sangat menyiksanya.

"Mata gue sampai udah mau keluar, gue minta ampun karena bener-bener sakit, dan dia lepasin 'cekikannya' itu dan mengucap ke gue, apa pesan terakhir lo gitu kata dia," kata Ria.

Dan setelah dilepaskan 'cekikan' gaibnya itu, Ria langsung menutup kendi dan membuang air di kendi itu.

Namun yang terjadi setelahnya justru semakin brutal.


Mantan dukun santet Ria Puspita Sari dan Prasodjo Muhammad. (Capture YouTube Prasodjo Muhammad)

Menurut pengakuan Ria, setelah ia melepaskan diri dari 'cekikan' gaib, ia langsung berlari dan kaget melihat rumahnya dikelilingi api.

"Gue kaget, depan rumah gue, enggak tahu itu cuma pandangan mata gue doang tapi sudah banyak api mengelilingi rumah gue, dan gue pingsan saat itu, dan gue kira gue mati kebakar api saat itu" kata Ria.

Dan dalam pingsannya itu, Ria mengaku bermimpi bertemu dengan korban yang ia santet.

Menurutnya, si korban tampak menggunakan seperti penutup kepala khas budaya Kalimantan dan korbannya itu ternyata dianggap salah satu orang terpandang di Kalimantan.

"Eh gila ya, pantes gue mau dimatiin sama, udah mah itu anak satu-satunya, gue juga mengakui bahwa bapaknya itu sakti banget," kata dia.

Dan di lama mimpi itu pula, kata Ria, orang sakti yang 'mencekik' Ria secara gaib itu memperingatkan bahwa Ria akan dibebaskan kalau Ria melepaskan semua setan-setan yang dipelihara atau alat-alat gaib yang gunakan untuk menyantet, maka dia akan dilepaskan dan diberi kesempatan.

"Prosesnya cepet banget, benar-benar cepat," kata Ria.

Setelah sadar, Ria mengaku sempat dimimpikan oleh sosok anak kecil yang menariknya sampai ke dekats ebuah sumur.

Dalam mimpinya, Ria dikagetkan dengan kalimat yang diucapkan anak kecil itu.

Adapun anak kecil itu menyuruh Ria untuk segera bertaubat.

"Anak kecil itu narik gue, dan dia bilang adek sayang sama ibu, adek enggak mau ketemu ibu di api, adek pengen ketemu ibu di taman, ibu mau enggak? gue pun nganggukin kepala bilang ya setuju, dan gue di situ juga disuruh ucap kalimat syahadat," kata Ria.

Tonton selengkapnya kisah pertaubatan Ria Puspita Sari sang dukung santet. (abs)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT