Viral Bullying Berujung Penganiayaan, Lapor Polisi Korban Malah Disuruh Cari Alamat Pelaku Sendiri
- X/ssskysa
tvOnenews.com - Lagi-lagi tindakan bullying atau perundungan kembali terjadi dan mencuat di tengah masyarakat. Kasus kekerasan antar remaja ini mendadak menjadi perbincangan hangat serta sorotan tajam warganet setelah diviralkan oleh pihak keluarga korban melalui jejaring sosial.
Di media sosial X, pengguna akun @ssskysa membuat sebuah pengakuan, bahwa sang adik telah menjadi korban tindak bullying yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal.
Berdasarkan penuturan dalam unggahan tersebut, awal mula terjadinya peristiwa bermula dari adanya perselisihan kecil di lapangan yang membuat korban dan sejumlah terduga pelaku terlibat adu mulut sengit di suatu lokasi.
Situasi yang semakin memanas akibat emosi dari masing-masing pihak tersebut dengan cepat berubah menjadi ketegangan yang tak terkendali.
- X/ssskysa
"Kamis, 1 Oktober adek gua dan beberapa temennya lagi main di Tanggul 54 daerah Mangga Besar, Jalan Gelondongan, gak ganggu orang sama sekali, bahkan ngobrol yang berisik pun nggak. Tiba-tiba si pelaku dan komplotannya (lebih kurang 10 orang) berentiin motornya di seberang tempat adek gua," tulis @ssskysa, dikutip Senin (12/10/2026).
"DISCLAIMER: adek gua GAK KENAL pelaku sama sekali."
"Entah apa motif si pelaku dan komplotannya ngelakuin itu atau siapa sebenarnya orang yang dituju," lanjutnya.
Tidak berhenti pada cekcok verbal saja, aksi perundungan fisik pun akhirnya terjadi. Menariknya, dalam insiden kekerasan ini baik terduga pelaku maupun korban sama-sama merupakan perempuan.
Ironisnya lagi, rekaman video saat terduga pelaku melakukan aksi perundungan fisik secara terang-terangan justru diunggah sendiri oleh terduga pelaku ke Instagram Stories di akun pribadinya dengan username @7loveepeace.
- X/ssskysa
Dalam unggahan yang dibagikan oleh @ssskysa, kondisi korban yang tidak lain adalah adiknya sendiri tampak sangat memprihatinkan.
Korban terlihat mendapat luka lebam serta memar di sejumlah bagian tubuhnya, meliputi area kepala, pergelangan tangan, hingga bagian bahu.
Korban terus-menerus teriak meminta tolong, sayangnya, tak ada satupun teman maupun warga sekitar yang menolong atau mencari bantuan.
Melihat kondisi sang adik yang mengalami luka-luka fisik, pihak keluarga tentu tidak tinggal diam dan berupaya mencari keadilan hukum.
Load more