Ibu yang Beri Bayi 2 Bulan Sagu Kental Asyik Pamer Cuan dari Facebook Berkat Video Viral: Gacor, Menyala
- Facebook/Risna Wede Risna
tvOnenews.com - Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan oleh sebuah video viral di media sosial Facebook yang memperlihatkan seorang bayi diduga berusia 2 bulan diberi makan sagu kental.
Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun sang ibu, Risna Wede Risna, sang bayi terlihat sempat memuntahkan makanan kental itu, karena belum mampu mencernanya.
Namun, sosok yang sedang menyuapinya justru tega menjejalkan kembali makanan tersebut ke mulut sang anak hingga bagian mulutnya ditutup agar makanan itu bisa tertelan.
Aksi kontroversial ini sontak memicu kecaman luas dari warganet yang merasa khawatir. Namun, alih-alih merespons dengan bijak, Risna malah menunjukkan sikap ngeyel dan melawan balik para netizen yang menegurnya dengan berdalih mengikuti tradisi masa lalu.
"Iya bu kasian kita tidak tau membaca, dan kan bukan anak ibu yang saya kasih makan. Kok ibu yang repot," tulis Risna membalas komentar netizen lain di Facebook yang merasa prihatian sekaligus memberi informasi bahwa apa yang dilakukannya sangat tidak tepat, dikutip Senin (12/10/2026).
"Kami di sini dari dulu anak-anak dikasih makan sagu. Kalau tidak ada sagu baru dikasih makan pisang. Alhamdulillah sudah besar-besar juga dan sehat," kata Risna membalas netizen lain.
- Facebook/Risna Wede Risna
Bukannya merasa jera atas tindakan berbahaya yang mengancam keselamatan buah hatinya, Risna justru menunjukkan gelagat "bangga".
Dalam unggahan lain pada tanggal 11 Oktober 2026, Risna justru memamerkan pundi-pundi uang yang ia dapat dari Facebook, karena video yang memicu kehebohan publik tadi.
Dengan demikian, kemungkinan besar pemilik akun Facebook Risna Wede Risna ini memanfaatkan fitur resmi dari Meta for Business yang menyediakan opsi monetisasi konten video, sehingga setiap penayangan dan interaksi tinggi pada videonya mampu menghasilkan keuntungan finansial.
Dalam tangkapan layar yang ia bagikan, terlihat jelas bahwa akun miliknya berhasil meraup penghasilan sekitar 5,42 dolar AS atau sekitar Rp97 ribu hanya dari satu video viral yang menuai hujatan tersebut.
Alih-alih mengevaluasi diri demi kesehatan bayinya, Risna justru menuliskan takarir atau caption bernada bangga atas pencapaian finansial instan yang diperolehnya dari atensi negatif publik.
"Gacorno. Hanya dengan satu video saja sudah meledak, apalagi 10 video langsung menyala mungkin," tulis Risna, dikutip Senin (12/10/2026).
Kapan waktu yang tepat untuk bayi mulai diberi MPASI?
- Pexels/Andrea Piacquadio
Berdasarkan panduan resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seorang bayi baru diperbolehkan mulai menerima Makanan Pendamping ASI (MPASI) ketika usianya sudah menginjak 6 bulan.
Pada usia di bawah 6 bulan, sistem pencernaan bayi, termasuk usus, lambung, dan enzim pencernaannya, belum matang untuk memproses makanan padat maupun semi-padat seperti sagu kental.
Memberikan makanan atau minuman selain ASI pada bayi di bawah usia enam bulan sangat berbahaya dan berisiko memicu berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari gangguan pencernaan, infeksi usus, alergi berat, hingga ancaman tersedak yang dapat membahayakan nyawa sang bayi.
Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan penuh merupakan standar emas nutrisi terbaik tanpa perlu tambahan makanan dini apa pun. (ism)
Load more