Review Trailer Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Benidictus Siregar Hadapi Peran Paling Emosional
tvOnenews.com - Bagaimana jika seporsi mi ayam menjadi keinginan terakhir seseorang yang sudah kehilangan alasan untuk hidup? Premis yang terdengar sederhana ini menjadi pintu masuk film drama Indonesia terbaru, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati.
Trailer resminya telah dirilis oleh Sinergi Pictures dan Ben Film, memperlihatkan kisah seorang pria yang berada di titik terendah hidupnya, tetapi justru menemukan kemungkinan baru melalui pertemuan-pertemuan tak terduga.
Film garapan sutradara Kuntz Agus tersebut diadaptasi dari novel laris karya Brian Khrisna. Daya tariknya bukan hanya terletak pada cerita tentang pergulatan batin dan pencarian makna hidup, tetapi juga pada pilihan Benidictus Siregar sebagai pemeran utama.
Komika yang selama ini lebih dikenal melalui peran-peran pendukung dalam film komedi itu kini mendapat tantangan berbeda: menghidupkan karakter dengan persoalan emosional yang kompleks.
Trailer yang diluncurkan pada Senin, 12 Oktober 2026, menjadi pengantar menuju penayangan film di bioskop Indonesia pada 12 November 2026.
Dari premisnya, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati menawarkan drama yang dekat dengan pengalaman manusia sehari-hari. Sebuah keinginan kecil, percakapan singkat, atau pertemuan dengan orang asing bisa menjadi awal perubahan ketika seseorang merasa hidupnya sudah tidak memiliki arah.
Sinopsis Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Keinginan Terakhir yang Mengubah Segalanya
Benidictus Siregar memerankan Ale, pria berusia 37 tahun yang mengalami depresi berat akibat tekanan kehidupan. Dalam kondisi merasa sendirian dan kehilangan harapan, Ale berniat mengakhiri hidupnya dalam kurun waktu 24 jam.
Namun, sebelum melakukannya, ada satu hal yang ingin ia nikmati: seporsi mi ayam favoritnya. Keinginan sederhana itu ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Gerobak mi ayam langganannya justru tutup, memaksanya menghadapi situasi di luar perkiraan.
Dari kejadian tersebut, perjalanan Ale berkembang menjadi rangkaian pertemuan dengan orang-orang yang sebelumnya tidak ia kenal. Berbagai pengalaman dan cerita hidup yang ditemuinya perlahan membuka perspektif baru. Hal yang semula terlihat seperti hambatan justru membawanya pada kemungkinan untuk memahami kehidupan dengan cara berbeda.
Dari sisi premis, kekuatan cerita ini terletak pada kontras antara persoalan yang begitu berat dan keinginan yang sangat biasa. Mi ayam bukan sekadar makanan favorit, melainkan pemantik perjalanan Ale untuk kembali berhadapan dengan dunia di sekitarnya.
Load more