News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tren Foto 1980-an di ChatGPT Viral di Sosmed, Awas Jebakan "Hiburan Gratis" yang Bahayakan Data Pribadi!

Tren edit foto jadul ala 1980-an di ChatGPT sedang viral. Di balik keseruannya, para ahli memperingatkan risiko pencurian data biometrik dan privasi pengguna
Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:55 WIB
Ilustrasi Tren Foto 1980-an di ChatGPT Viral di Sosmed, Awas Jebakan "Hiburan Gratis" yang Bahayakan Data Pribadi!
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Belakangan ini, linimasa media sosial Anda mungkin dipenuhi oleh nostalgia era 1980-an mulai dari gaya rambut mengembang, pakaian retro bernuansa neon, hingga efek foto ala studio belanjaan tempo dulu. 

Gelombang tren ini meledak setelah jutaan orang di seluruh dunia memanfaatkan kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk mengubah swafoto biasa menjadi potret bergaya masa lampau yang sangat meyakinkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, di balik keseruan membagikan hasil editan estetik tersebut ke Instagram, TikTok, atau X, tersimpan ancaman tersembunyi yang jarang disadari.

Fenomena ini mencerminkan pergeseran besar bagaimana AI generatif melebur ke dalam aktivitas sehari-hari manusia, setelah sebelumnya tren serupa sempat hadir lewat filter foto masa kecil maupun karakter fantasi. 

Melansir dari BBC, menurut pakar etika AI Catarina Doria, lonjakan partisipasi ini sengaja didorong karena menguntungkan perusahaan teknologi. Doria menyebut situasi ini sebagai fun for data atau "hiburan dengan imbalan data", di mana masyarakat rela menyerahkan informasi pribadi demi kepuasan beralih rupa secara instan.

Profesor madya filsafat di Institute for Ethics in AI University of Oxford, Carissa Véliz, turut menegaskan bahwa foto merupakan salah satu jenis data paling sensitif yang dapat diserahkan seseorang kepada sistem digital. 

Berbeda dengan kata sandi akun yang bisa diganti kapan saja jika bocor, karakteristik wajah dan data biometrik manusia bersifat permanen dan tidak bisa diubah selamanya. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk lebih bijak memilah informasi sebelum terpikat oleh keseruan tren digital yang instan.

Mengapa Foto dan Data Biometrik Begitu Berisiko?

Risiko keamanan dalam tren berbasis AI ini dinilai jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan sekadar membagikan aktivitas di platform media sosial konvensional atau aplikasi kencan. 

Pasalnya, ketika seseorang mengikuti tren edit foto, mereka biasanya dengan sukarela mengunggah banyak potret berkualitas tinggi yang menampilkan wajah mereka secara jelas dan mendetail dari berbagai sudut.

Ketika tumpukan foto beresolusi tinggi tersebut digabungkan dengan riwayat percakapan pengguna bersama chatbot—yang kerap mencakup curhatan seputar pekerjaan, hubungan asmara, hingga minat pribadi—sistem AI dapat membentuk profil digital yang sangat lengkap tentang individu tersebut. 

Terlebih lagi, ketidakpastian mengenai masa depan pemanfaatan data membuat situasi semakin abu-abu karena banyak perusahaan memperjualbelikan data tanpa pengawasan ketat. Para ahli bahkan menyoroti ancaman penyalahgunaan teknologi deepfake di masa depan yang memanfaatkan kumpulan foto lama pengguna untuk hal-hal di luar kendali.

Sisi Lain Pengelola AI: Kontrol Privasi dan Janji Perlindungan Data

Menanggapi berbagai kekhawatiran tersebut, sejumlah perusahaan pengembang AI besar mengeklaim bahwa faktor kepercayaan dan privasi merupakan fondasi utama dalam produk mereka. Pihak OpenAI menyatakan bahwa pengguna tetap memegang kendali penuh atas informasi pribadi mereka, termasuk kebebasan untuk menghapus riwayat percakapan kapan saja.

Selain itu, tersedia fitur seperti Temporary Chat yang dirancang agar riwayat percakapan tidak disimpan, diingat, atau dipakai untuk melatih model kecerdasan buatan di kemudian hari. Meskipun demikian, celah regulasi dan kebiasaan perusahaan dalam mengumpulkan jejak digital tetap menuntut kewaspadaan tingkat tinggi dari setiap individu yang berselancar di dunia maya.

Panduan Cerdas Menikmati Teknologi AI Tanpa Mengorbankan Privasi

Para pakar privasi tidak serta-merta melarang masyarakat untuk menggunakan teknologi AI secara total, melainkan mendorong pendekatan yang jauh lebih bijak dan berhati-hati dalam bernavigasi digital. 

Privasi dipandang sebagai bentuk kekuatan utama yang dapat melindungi diri dari potensi penyalahgunaan kekuasaan di masa depan.

Berikut adalah beberapa langkah preventif yang bisa diterapkan:

Hindari mengunggah foto anak-anak: Anak-anak belum mampu memberikan persetujuan secara matang, sehingga orang tua wajib melindungi rekam jejak digital mereka sejak dini.

Gunakan resolusi lebih rendah: Langkah ini dapat membantu memperkecil detail data biometrik sensitif yang terekam oleh sistem pemrosesan gambar.

Pilih platform terpercaya: Selalu gunakan layanan resmi yang memiliki transparansi kebijakan privasi dan tata kelola data yang kuat.

Periksa pengaturan privasi: Manfaatkan fitur pembatasan agar konten pribadi tidak diizinkan untuk melatih model AI di kemudian hari.

Matikan fitur memori: Nonaktifkan penyimpanan riwayat percakapan di chatbot guna meminimalkan penumpukan informasi pribadi. (udn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Denmark Open 2026, Rabu 14 Oktober: Fajar/Fikri Main, 8 Wakil Indonesia Beraksi di Hari Kedua

Jadwal Denmark Open 2026, Rabu 14 Oktober: Fajar/Fikri Main, 8 Wakil Indonesia Beraksi di Hari Kedua

Jadwal Denmark Open 2026 hari ini, Rabu (14/10/2026). Sejumlah wakil Indonesia akan beraksi, termasuk Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Persib Tak Siapkan Kejutan di ACL 2, Pilih Eksploitasi Kekurangan Lawan

Persib Tak Siapkan Kejutan di ACL 2, Pilih Eksploitasi Kekurangan Lawan

Igor Tolic tak akan menyiapkan kejutan di laga kandang perdana Persib Bandung di ACL 2 ketika menjamu The Cong Viettel FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026).
Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Paling Bersinar Kariernya pada 15 Oktober 2026: Aquarius Jadi Andalan Baru

Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Paling Bersinar Kariernya pada 15 Oktober 2026: Aquarius Jadi Andalan Baru

Ramalan karier Kamis, 15 Oktober 2026, membawa prediksi menarik bagi enam zodiak yang berpeluang menunjukkan kemampuan terbaik dalam pekerjaan. Kamu termasuk?
Calvin Verdonk Resmi Jadi Pemain Aktif Timnas Indonesia Pertama di Liga Champions, Begini Rapornya

Calvin Verdonk Resmi Jadi Pemain Aktif Timnas Indonesia Pertama di Liga Champions, Begini Rapornya

Calvin Verdonk resmi menciptakan sejarah sebagai pemain Timnas Indonesia aktif pertama yang bermain di Liga Champions. Itu terjadi ketika Lille menderita kekalahan dari Arsenal.
Menteri LH soal Karhutla: Semua Kekuatan Sedang Bekerja, Tidak Benar Kalau Seolah-olah Kita Abai

Menteri LH soal Karhutla: Semua Kekuatan Sedang Bekerja, Tidak Benar Kalau Seolah-olah Kita Abai

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bicara soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia menegaskan saat ini semua kekuatan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran. 
Pelatih The Cong Viettel FC Dibuat Pusing dengan Skema Persib Bandung, Velizar Popov: di Level Asia Mereka Berbeda

Pelatih The Cong Viettel FC Dibuat Pusing dengan Skema Persib Bandung, Velizar Popov: di Level Asia Mereka Berbeda

Tampil sebagai tim tamu, The Cong Viettel FC akan menantang Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026).

Trending

Cetak 73 Poin dalam Dua Laga, Rival Baru Megawati Hangestri Mendapat Julukan Ini dari Media Korea

Cetak 73 Poin dalam Dua Laga, Rival Baru Megawati Hangestri Mendapat Julukan Ini dari Media Korea

Rival baru Megawati Hangestri, Yency Kindelan, tampil menggila di KOVO Cup 2026 dengan mencetak 73 poin dalam dua pertandingan. Performa impresif jadi sorotan.
Bukan Cuma Bareskrim, Kapolri Juga Geser Deretan Kapolresta dan Kirim Jenderal ke BIN, Ini Daftar Lengkapnya

Bukan Cuma Bareskrim, Kapolri Juga Geser Deretan Kapolresta dan Kirim Jenderal ke BIN, Ini Daftar Lengkapnya

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali merombak jajaran kepemimpinannya dengan menggulirkan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi (pati) Polri dan perwira menengah (pamen).
Belum 24 Jam Menjabat Sudah Diganti, Apa yang Terjadi di Balik Mutasi Super Kilat Kapolresta Sleman Kombes Nanang Haryono?

Belum 24 Jam Menjabat Sudah Diganti, Apa yang Terjadi di Balik Mutasi Super Kilat Kapolresta Sleman Kombes Nanang Haryono?

Kombes Nanang Haryono yang baru menyelesaikan prosesi serah terima jabatan sebagai Kapolresta Sleman, mendadak dipindahtugaskan sebelum genap sehari memimpin.
Hajime Moriyasu Masuk Kandidat Pelatih Timnas Malaysia, FAM Bidik Piala Dunia 2030

Hajime Moriyasu Masuk Kandidat Pelatih Timnas Malaysia, FAM Bidik Piala Dunia 2030

Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, dikabarkan masuk radar Timnas Malaysia untuk proyek menuju Piala Dunia 2030. Namun, FAM menegaskan belum ada kontrak.
Conor McGregor Tiba-tiba Muncul di TikTok sambil Gendong Anak Kambing, Singgung Pengumuman Besar

Conor McGregor Tiba-tiba Muncul di TikTok sambil Gendong Anak Kambing, Singgung Pengumuman Besar

Legenda UFC Conor McGregor membuat kejutan saat debut di TikTok dengan menggendong anak kambing dan menyampaikan pengumuman besar di tengah masa pemulihannya.
Curhatan Pilu Bang Madun di Tengah Perseteruan Aa Juju dan Awkarin: Allah Tidak Tidur

Curhatan Pilu Bang Madun di Tengah Perseteruan Aa Juju dan Awkarin: Allah Tidak Tidur

Nama Bang Madun kembali menjadi sorotan di tengah perseteruan Aa Juju dan Awkarin. Ia meluapkan kepedihan akibat konflik masa lalu yang disebut berdampak besar.
Ruben Onsu Curhat Mental Tertekan Usai Video Call Viral, Teman dan Brand Diduga Jadi Sasaran Buzzer?

Ruben Onsu Curhat Mental Tertekan Usai Video Call Viral, Teman dan Brand Diduga Jadi Sasaran Buzzer?

Ruben Onsu mengaku kehilangan kepercayaan diri akibat serangan di media sosial setelah video call viral. Ia menyebut teman dan brand ikut terdampak di tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT