News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ruben Onsu Curhat Mental Tertekan Usai Video Call Viral, Teman dan Brand Diduga Jadi Sasaran Buzzer?

Ruben Onsu mengaku kehilangan kepercayaan diri akibat serangan di media sosial setelah video call viral. Ia menyebut teman dan brand ikut terdampak di tengah
Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:17 WIB
Ruben Onsu
Sumber :
  • Instagram @ruben_onsu

tvOnenews.com - Satu persoalan pribadi bisa berubah menjadi tekanan yang jauh lebih besar ketika menjadi konsumsi publik. Hal inilah yang kini disorot Ruben Onsu setelah rekaman video call pribadinya viral dan memicu kembali perbincangan mengenai hubungannya dengan Sarwendah. 

Di tengah ramainya komentar warganet, Ruben mengungkapkan bahwa dampak polemik tersebut tidak berhenti pada dirinya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ruben justru menyoroti pihak-pihak yang menurutnya tidak semestinya terseret dalam masalah tersebut. Ia mengaku teman-teman dekat hingga sejumlah brand yang menjalin kerja sama dengannya ikut menerima serangan di media sosial. 

Ruben menduga ada oknum yang menggerakkan buzzer untuk menyudutkan orang-orang di sekitarnya, meski mereka tidak berkaitan langsung dengan persoalan rumah tangganya.

Di balik polemik yang terus bergulir, Ruben juga membuka sisi lain yang jarang terlihat dari seorang figur publik: tekanan emosional akibat komentar negatif yang datang bertubi-tubi. Ia mengaku sejumlah perkataan menyakitkan masih membekas dan sempat menggoyahkan kepercayaan dirinya. 

Sementara itu, upaya Ruben memperjuangkan haknya sebagai ayah terus berjalan melalui jalur hukum, menambah panjang daftar persoalan yang kini membelit dirinya dan Sarwendah.

Bukan Cuma Reputasi, Ruben Onsu Ungkap Dampak Komentar Negatif terhadap Mentalnya

Ruben Onsu menyampaikan keresahannya melalui media sosial pada Selasa (13/10/2026). Ia menyoroti serangan yang disebutnya menyasar sejumlah akun milik teman serta brand yang memiliki hubungan profesional dengannya.

Menurut Ruben, persoalan yang sedang dihadapinya telah melebar ke pihak-pihak yang tidak memiliki keterlibatan langsung. Ia pun mempertanyakan alasan orang-orang di sekitarnya harus ikut menerima dampak dari konflik tersebut.

"Pagi ini serang2 sana sini, temen2 saya dan Brand2 yg bekerjasama dgn saya atas tuduhan Keji dan sadis dari oknum yg mengerahkan buzzer2 untuk mengintimidasi account2 teman2 saya, juga Brand yg saya rasa tidak ada kaitan nya dlm permasalahan ini untuk membenci saya," tulis Ruben Onsu dikutip dari Instagram, Selasa (13/10/2026).

Bagi Ruben, persoalan ini bukan sekadar ramainya perdebatan di internet. Ia mengaku komentar yang ditujukan kepadanya telah meninggalkan dampak emosional yang tidak mudah dihilangkan. Perkataan orang lain, menurut pengakuannya, terkadang kembali teringat dan membuatnya merasa terpuruk.

"Padahal, semua itu berdampak pada kondisi mental saya. Ada kata-kata menyakitkan yang sulit saya lupakan, hingga terkadang membuat saya merasa terpuruk dan kehilangan rasa percaya diri. Namun, saya terus berusaha menguatkan diri, melawan pikiran-pikiran yang terus mengingatkan saya pada ucapan tersebut, dan memaksa diri untuk tetap semangat menjalani hari-hari saya," curhatnya.

Pengakuan tersebut memperlihatkan sisi personal dari konflik yang berkembang di ruang digital. Serangan dan komentar negatif yang dialami seseorang di media sosial dapat menjadi beban tersendiri, terlebih ketika persoalan pribadi terus dibicarakan oleh banyak orang.

Ruben juga menilai teman dan mitra bisnisnya tidak seharusnya menjadi sasaran kemarahan publik. Ia menyebut mereka ikut menerima komentar yang menyudutkan, padahal persoalan yang sedang berlangsung bukanlah urusan mereka.

"Bukan hanya kepada saya, tetapi juga kepada teman-teman dan brand-brand yang bekerja sama dengan saya. Mereka menerima komentar-komentar yang menyudutkan, bahkan cacian yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Padahal, mereka tidak seharusnya ikut menanggung dampak dari persoalan pribadi yang sedang saya hadapi," lanjutnya.

Ruben Onsu Buka Suara soal Tujuan Membawa Konflik ke Pengadilan

Di tengah polemik yang meluas, Ruben turut menjelaskan alasan dirinya menempuh jalur hukum. Ia membantah bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tantangan terhadap pihak lain. Menurutnya, ada kepentingan yang ingin diperjuangkan, yakni haknya sebagai ayah untuk dapat bertemu anak-anaknya.

Ruben juga mempertanyakan munculnya beragam informasi mengenai dirinya. Ia merasa ada banyak versi cerita yang beredar sehingga persoalan tersebut semakin sulit dipisahkan dari penilaian publik.

"Mengajukan persoalan ini ke pengadilan bukan berarti saya ingin menantang siapa pun. Saya hanya ingin memperjuangkan hak saya sebagai orang tua kandung untuk dapat bertemu dengan anak saya tanpa syarat yang tidak semestinya. Lalu, mengapa begitu banyak informasi tentang saya yang dibentuk dan disebarkan dengan berbagai versi?" tegas Ruben.

Pernyataan ini menempatkan persoalan anak sebagai salah satu isu utama dalam konflik yang sedang berlangsung. Di tengah perhatian publik terhadap rekaman video call dan perdebatan di media sosial, Ruben menegaskan bahwa upayanya tidak ditujukan untuk memperpanjang permusuhan.

Ia berharap penyelesaian dapat dicapai tanpa harus menambah pihak yang ikut terdampak. Ruben juga menekankan bahwa kepentingan anak-anaknya menjadi pertimbangan utama dalam perjuangan yang sedang dijalaninya.

"Saya memilih untuk tetap berjuang, bukan untuk memenangkan kebencian, melainkan untuk memperjuangkan hak saya dan mencari penyelesaian yang terbaik bagi semua pihak, terutama bagi anak saya," tutup Ruben Onsu.

Laporan Ruben Onsu dan Gugatan Sarwendah Masih Bergulir

Pernyataan Ruben muncul ketika persoalannya dengan Sarwendah juga memasuki ranah hukum. Pada 11 Oktober 2026, Ruben dilaporkan telah mengajukan laporan ke Polda Metro Jaya terhadap akun Instagram Sarwendah atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik dan akses ilegal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari rangkaian perselisihan yang belum selesai di antara keduanya. Selain laporan tersebut, perkara mengenai hak asuh anak yang diajukan Ruben masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sarwendah juga menempuh jalur hukum melalui gugatan terhadap Ruben terkait dugaan wanprestasi. Perkara ini disebut masih berada dalam tahap awal persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dengan beberapa perkara yang berjalan bersamaan, persoalan keduanya kini tidak hanya menjadi perbincangan mengenai kehidupan rumah tangga figur publik. Perkembangannya turut menyangkut proses hukum, hubungan profesional, serta dampak pemberitaan dan komentar publik terhadap orang-orang yang terlibat maupun pihak di sekitarnya.

Di tengah situasi tersebut, Ruben meminta agar persoalan pribadinya tidak dijadikan alasan untuk menyerang orang lain. Ia menyatakan tetap ingin memperjuangkan haknya dan mencari jalan keluar yang baik bagi semua pihak, terutama anak-anaknya.

Adapun dugaan pengerahan buzzer yang disampaikan Ruben merupakan klaim dari pihaknya. Penetapan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut tetap memerlukan bukti dan proses verifikasi lebih lanjut. (udn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prakiraan Cuaca BMKG untuk DKI Jakarta 14 Oktober 2026: Cerah di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca BMKG untuk DKI Jakarta 14 Oktober 2026: Cerah di Seluruh Wilayah

Menurut rilis BMKG, prakiraan cuaca untuk seluruh wilayah administratif DKI Jakarta pada hari Rabu, 14 Oktober 2026 ini adalah cerah dengan suhu ada di 27-34°C
Saksi Mulai Diperiksa dan Bukti Dikumpulkan, Polisi Bongkar Progres Kasus Petasan Acara Maulid Nabi Berujung Ricuh di Jaksel

Saksi Mulai Diperiksa dan Bukti Dikumpulkan, Polisi Bongkar Progres Kasus Petasan Acara Maulid Nabi Berujung Ricuh di Jaksel

Polisi tengah mendalami dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan buntut aksi penyalaan petasan dalam peringatan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. 
Hajime Moriyasu Masuk Kandidat Pelatih Timnas Malaysia, FAM Bidik Piala Dunia 2030

Hajime Moriyasu Masuk Kandidat Pelatih Timnas Malaysia, FAM Bidik Piala Dunia 2030

Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, dikabarkan masuk radar Timnas Malaysia untuk proyek menuju Piala Dunia 2030. Namun, FAM menegaskan belum ada kontrak.
Belum 24 Jam Menjabat Sudah Diganti, Apa yang Terjadi di Balik Mutasi Super Kilat Kapolresta Sleman Kombes Nanang Haryono?

Belum 24 Jam Menjabat Sudah Diganti, Apa yang Terjadi di Balik Mutasi Super Kilat Kapolresta Sleman Kombes Nanang Haryono?

Kombes Nanang Haryono yang baru menyelesaikan prosesi serah terima jabatan sebagai Kapolresta Sleman, mendadak dipindahtugaskan sebelum genap sehari memimpin.
Beraksi di Dua Ponpes Sekaligus, Oknum Ustaz di Lombok Barat Diduga Lecehkan Santri Difabel, Polisi Naikkan Status Perkara

Beraksi di Dua Ponpes Sekaligus, Oknum Ustaz di Lombok Barat Diduga Lecehkan Santri Difabel, Polisi Naikkan Status Perkara

Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengambil langkah tegas dengan menaikkan penanganan perkara dugaan kekerasan seksual sesama jenis terhadap santri ke tahap penyidikan.
Bukan Cuma Bareskrim, Kapolri Juga Geser Deretan Kapolresta dan Kirim Jenderal ke BIN, Ini Daftar Lengkapnya

Bukan Cuma Bareskrim, Kapolri Juga Geser Deretan Kapolresta dan Kirim Jenderal ke BIN, Ini Daftar Lengkapnya

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali merombak jajaran kepemimpinannya dengan menggulirkan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi (pati) Polri dan perwira menengah (pamen).

Trending

Conor McGregor Tiba-tiba Muncul di TikTok sambil Gendong Anak Kambing, Singgung Pengumuman Besar

Conor McGregor Tiba-tiba Muncul di TikTok sambil Gendong Anak Kambing, Singgung Pengumuman Besar

Legenda UFC Conor McGregor membuat kejutan saat debut di TikTok dengan menggendong anak kambing dan menyampaikan pengumuman besar di tengah masa pemulihannya.
Ruben Onsu Curhat Mental Tertekan Usai Video Call Viral, Teman dan Brand Diduga Jadi Sasaran Buzzer?

Ruben Onsu Curhat Mental Tertekan Usai Video Call Viral, Teman dan Brand Diduga Jadi Sasaran Buzzer?

Ruben Onsu mengaku kehilangan kepercayaan diri akibat serangan di media sosial setelah video call viral. Ia menyebut teman dan brand ikut terdampak di tengah
Cetak 73 Poin dalam Dua Laga, Rival Baru Megawati Hangestri Mendapat Julukan Ini dari Media Korea

Cetak 73 Poin dalam Dua Laga, Rival Baru Megawati Hangestri Mendapat Julukan Ini dari Media Korea

Rival baru Megawati Hangestri, Yency Kindelan, tampil menggila di KOVO Cup 2026 dengan mencetak 73 poin dalam dua pertandingan. Performa impresif jadi sorotan.
Curhatan Pilu Bang Madun di Tengah Perseteruan Aa Juju dan Awkarin: Allah Tidak Tidur

Curhatan Pilu Bang Madun di Tengah Perseteruan Aa Juju dan Awkarin: Allah Tidak Tidur

Nama Bang Madun kembali menjadi sorotan di tengah perseteruan Aa Juju dan Awkarin. Ia meluapkan kepedihan akibat konflik masa lalu yang disebut berdampak besar.
Operasi Senyap di BNPB, KPK Dapati Dugaan Penyelewengan Dana Kebencanaan

Operasi Senyap di BNPB, KPK Dapati Dugaan Penyelewengan Dana Kebencanaan

KPK melakukan operasi tangkap tangan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10).
Bukan Cuma Pejabat Tinggi, OTT Senyap KPK di BNPB Seret 14 Orang: Sita Uang Tunai Rp1,4 Miliar dan Logam Mulia

Bukan Cuma Pejabat Tinggi, OTT Senyap KPK di BNPB Seret 14 Orang: Sita Uang Tunai Rp1,4 Miliar dan Logam Mulia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggegerkan publik lewat aksi penindakan teranyar. 
Viral di Threads! Modus "Licik" QRIS Pedagang Dicangkok untuk Judi Online, Ini Ciri-ciri dan Cara Menghindarnya

Viral di Threads! Modus "Licik" QRIS Pedagang Dicangkok untuk Judi Online, Ini Ciri-ciri dan Cara Menghindarnya

Fenomena QRIS pedagang disalahgunakan untuk transaksi judi online mendadak viral di Threads. Simak kronologi, ciri-ciri, modus operandi, hingga tips mencegah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT