Mengenal Martha Tilaar, Sosok Pendiri Kosmetik Sariayu yang Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun
- martinaberto.co.id
- Instagram Sariayu
Untuk memperdalam pengetahuannya, Martha juga mempelajari berbagai bahan dan ramuan kecantikan tradisional. Pengalaman tersebut menjadi landasan dalam mengembangkan produk kecantikan berbasis kekayaan alam Indonesia.
Pada 1975, Martha sempat bekerja sama dengan Mooryati Soedibyo, pendiri Mustika Ratu. Namun, hal itu berakhir karena perbedaan visi dan misi. Dua tahun kemudian, Martha menjalin kemitraan dengan Boenjamin Setiawan dan Theresia Harsini Setiady dari Kalbe Farma untuk mendirikan PT Martina Berto.
Perusahaan tersebut kemudian meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai salah satu produk pertamanya. Bisnisnya terus berkembang dengan hadirnya berbagai merek kosmetik dan perawatan tubuh, seperti Sariayu, Caring, Biokos, PAC, dan Dewi Sri Spa.
Di tahun 1999, Martha Tilaar bersama keluarganya mengambil alih seluruh saham PT Martina Berto yang sebelumnya dimiliki Kalbe Farma.
Selain berkiprah di dunia bisnis, Martha juga aktif dalam pemberdayaan perempuan melalui Yayasan Martha Tilaar. Ia memberikan pelatihan kecantikan agar perempuan memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk memperoleh penghasilan mandiri.
Kepeduliannya terhadap budaya Indonesia diwujudkan melalui pendirian Kampoeng Djamoe Organik di Cikarang serta Roemah Martha Tilaar di Gombong, rumah masa kecilnya yang direnovasi menjadi ruang untuk mengenang perjalanan hidupnya.
Adapun dalam hubungan perkawinannya dengan Henry Alex Rudolf Tilaar sejak 1963, Martha Tilaar bertahun-tahun berjuang memperoleh keturunan sebelum akhirnya melahirkan anak pertama di usia 42 tahun.
Kini, Martha Tilaar yang wafat di usia 89 tahun mempunyai empat orang anak yang terdiri dari dua anak kandung dan dua lainnya anak angkat.
Load more