Bryan Ungkap Pesan Hidup Martha Tilaar: Hidup Harus Berdampak Nyata bagi Indonesia
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @bryantilaar @martha_tilaar
Bisnis 56 Tahun Dilanjutkan Generasi Berikutnya
Bryan juga menyoroti perjalanan bisnis keluarga yang telah berlangsung selama 56 tahun. Ia menyebut keberlanjutan usaha tersebut menjadi tanggung jawab generasi penerus, termasuk dirinya dan adik-adiknya.
“Bisnisnya sudah 56 tahun. Ini dilanjutkan kepada generasi-generasi selanjutnya, generasi saya, generasi adik-adik saya ya, gitu ya,” ujar Bryan.
Ia turut menyampaikan bahwa pengembangan identitas kecantikan Indonesia menjadi salah satu hal yang ingin terus diperkuat. Menurut Bryan, Indonesia perlu memiliki karakter dan kekuatan sendiri di industri kecantikan, bukan hanya bergantung pada produk asing.
“Lalu sekarang kita launching juga Indonesian Beauty gitu ya, bahwa Indonesia itu harus jadi sesuatu gitu, bukan hanya tergantung pada asing gitu ya, tapi Indonesia itu harus sesuatu sekali yang Indonesia Beauty gitu,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan upaya keluarga untuk meneruskan semangat Martha Tilaar dalam membangun industri kecantikan nasional. Selain menjaga keberlangsungan Martha Tilaar Group, generasi penerus diharapkan mampu mengembangkan inovasi dan memperkuat posisi produk Indonesia.
Martha Tilaar Dikenang sebagai Sosok Pekerja Keras dan Berintegritas
Di mata Bryan, Martha Tilaar merupakan sosok yang memiliki etos kerja tinggi sekaligus memberikan perhatian besar terhadap keberhasilan anak-anaknya. Ia mengenang sang ibu sebagai pribadi yang pekerja keras, cerdas, dan ingin melihat putra-putrinya berhasil dalam kehidupan maupun karier.
“Kalau sebagai sosoknya ya saya mengatakan mendiang ibu ya outstanding gitu ya, pekerja keras gitu ya, pekerja cerdas, dan juga mau supaya putra-putri beliau itu berhasil,” ungkap Bryan.
Martha Tilaar juga menanamkan pentingnya pendidikan, karier, dan perilaku yang baik. Nilai-nilai tersebut, menurut Bryan, merupakan bagian dari pelajaran yang diberikan sang ibu bersama mendiang ayahnya, Alex Tilaar.
“Beliau dulu partner dengan almarhum ayah saya bagaimana pendidikannya gitu ya. Lalu juga ya kariernya harus baik gitu ya. Kariernya harus baik dan bagus itu kita tidak boleh nakalin orang. Kita harus beretika, kita harus bermoral, kita harus punya kejujuran gitu ya. Kita harus punya kedisiplinan, tekun,” kata Bryan.
Load more