Viral Momen Lucu Sherly Tjoanda Ikut Soft Spoken saat Bicara dengan Warga, Bikin Netizen Gemas
- Instagram @s_tjo
tvOnenews.com - Momen unik Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat berbincang dengan seorang warga menjadi perhatian warganet.
Dalam video yang beredar di media sosial, Sherly terlihat ikut berbicara dengan nada lembut atau soft spoken ketika berinteraksi dengan warga yang juga berbicara pelan.
Suasana percakapan tersebut mengundang senyum karena Sherly tampak menyesuaikan intonasi suaranya dengan lawan bicara. Momen itu pun ramai diperbincangkan dan mendapat beragam tanggapan dari pengguna media sosial.
- Instagram @s_tjo
Sebagian warganet merasa terhibur dengan interaksi keduanya. Ada pula yang menyoroti sikap Sherly ketika mendengarkan penjelasan warga dengan sabar.
"Bapaknya sungkan banget, Ibu Sherly lebih kocak," tulis seorang warganet di kolom komentar.
"Ya Allah lembut banget bapaknya ngomong, Ibu pun jelas kan ya jadi sabar," tulis pengguna media sosial lainnya.
Namun, di balik percakapan yang terlihat santai tersebut, terdapat pembahasan penting mengenai cara membuka lahan pertanian tanpa membakar.
Sherly Tjoanda Bahas Solusi Buka Lahan Tanpa Bakar
Dalam percakapan itu, Sherly menanyakan kebiasaan masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar.
- Instagram @s_tjo
Ia kemudian menjelaskan bahwa pemerintah provinsi melalui Dinas Pertanian menyiapkan bantuan alat untuk memudahkan warga mengolah lahan tanpa harus menggunakan api.
Menurut Sherly, pembakaran lahan memiliki risiko besar, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan pertanian dapat merambat ke kebun, kawasan hutan, hingga permukiman penduduk.
Kondisi tersebut juga berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sulit dikendalikan, terlebih ketika cuaca kering berkepanjangan.
Melalui unggahan di akun Instagram @s_tjo, Sherly menjelaskan bahwa masyarakat yang membutuhkan bantuan pembukaan lahan dapat mengajukan permohonan melalui kepala desa.
Pemerintah kemudian akan membantu proses verifikasi dan mengatur jadwal pengerjaan dengan dukungan tim serta peralatan.
Sherly menyebut langkah tersebut sebagai program 'Buka Lahan Tanpa Bakar'. Program ini diarahkan untuk membantu masyarakat, khususnya petani kecil, agar tetap dapat menyiapkan lahan pertanian tanpa menimbulkan risiko kebakaran.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menyiapkan sejumlah informasi ketika mengajukan permohonan, mulai dari nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, lokasi dan luas lahan, status kepemilikan, foto lahan, hingga jenis tanaman yang akan dibudidayakan.
Prioritas bantuan diberikan kepada petani kecil yang memiliki kejelasan status lahan dan benar-benar akan menggunakannya untuk kegiatan pertanian.
Pemerintah Siapkan Bantuan Alat untuk Petani
Sherly menjelaskan bahwa kebiasaan membakar lahan perlu ditinggalkan untuk mengurangi risiko kebakaran besar.
Ia merujuk pada arahan pemerintah mengenai pencegahan karhutla dan menyebut adanya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 dalam penjelasannya kepada warga.
"Dulu buka (lahan) dengan cara dibakar. Ini kan baru dibakar, di sini masyarakat buka lahan kan dengan dibakar, sekarang nggak boleh dibakar lagi," kata Gubernur Malut dalam video tersebut.
Ia kemudian menjelaskan bahwa pemerintah provinsi melalui Dinas Pertanian akan membantu masyarakat dengan menyediakan peralatan untuk membuka lahan.
Dengan mekanisme pengajuan melalui kepala desa, bantuan diharapkan dapat diberikan secara lebih terorganisasi sesuai kebutuhan dan kondisi lahan masyarakat. (asl)
Load more