Suasana Hati Nikita Mirzani saat Filmnya Tayang ketika Dirinya Dipenjara, Ungkap Hal Ini
- YouTube/immanuelebenezer
Jakarta, tvOnenews.com - Momen yang telah dinantikan aktris Nikita Mirzani selama empat tahun akhirnya tiba. Film layar lebar bertajuk Beautiful Pain yang diproduserinya dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai pekan depan.
Namun, Nikita Mirzani tidak bisa terlibat secara langsung dalam rangkaian kegiatan promosi film tersebut karena masih menjalani masa tahanan. Ia pun menyampaikan pesannya melalui sebuah video yang direkam dari Warung Telekomunikasi Khusus Lapas (Wartelsuspas) dan diputar dalam konferensi pers yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Nikita mengungkapkan perasaan sedih sekaligus haru karena tidak dapat hadir secara langsung untuk menyaksikan film yang telah lama dinantikannya itu diputar di layar lebar. Film Beautiful Pain sendiri dijadwalkan mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026.
"Rasanya sedih banget karena ini film yang aku tunggu-tunggu, namun aku sendiri enggak ada di situ," ujar Nikita Mirzani.
"Dari lubuk hatiku yang terdalam, aku ada di sana tanpa bisa kalian lihat," sambungnya.
Nikita, yang turut memerankan karakter Marcella dalam film tersebut, menegaskan bahwa Beautiful Pain tidak hanya mengangkat kisah tentang kehidupan pribadinya. Menurutnya, film ini juga membawa pesan yang lebih luas mengenai perjuangan perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Ia berharap karya tersebut dapat menjadi representasi bagi perempuan Indonesia yang berani memperjuangkan hak dan masa depan mereka.
"Ini bukan film soal Nikita Mirzani, tapi ini film tentang semua wanita Indonesia yang berani berjuang, berani mengambil resiko, berani melangkah lebih jauh lagi ke depan," terang dia.
Nikita juga menyoroti kondisi banyak perempuan, khususnya ibu rumah tangga, yang masih merasa takut untuk menyuarakan pendapat maupun mengambil keputusan penting dalam hidupnya.
Perempuan berusia 40 tahun itu meyakini bahwa ketakutan tersebut dapat diatasi apabila seseorang memiliki kemauan dan keberanian untuk memperjuangkan apa yang dianggapnya benar.
"Banyak banget ibu-ibu rumah tangga di luar sana tapi takut untuk mengambil risiko, ditambah mereka sudah berumah tangga. Ketakutan mereka itu bisa dikalahkan kalau kalian punya kemauan," jelasnya.
Perempuan Harus Berani Mengambil Risiko
Melalui film Beautiful Pain, Nikita berharap semakin banyak perempuan yang berani mengambil keputusan, meskipun harus menghadapi berbagai risiko. Ia ingin para perempuan memiliki keyakinan untuk memperjuangkan hak-hak dasar, menjaga martabat, serta menentukan arah kehidupannya sendiri.
"Setelah kalian menonton, semoga film ini bisa dapat menginspirasi kalian semuanya untuk mengambil risiko, untuk berani berjuang demi masa depan kalian, serta berani melangkah lebih jauh untuk masa kehidupan anak-anak kalian kelak di kemudian hari," tuturnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar film tersebut dapat mendorong perempuan untuk lebih menghargai dan mencintai diri sendiri, sekaligus berani membela hak-hak mereka.
"Semoga kalian berani untuk mengambil risiko mencintai diri sendiri, membela kalian dan demi hak kalian."
Stigma Sosial terhadap Status Janda
Nikita Mirzani dikenal sebagai seorang ibu tunggal atau single mom yang membesarkan tiga anak. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan pandangannya mengenai stigma sosial yang masih melekat pada perempuan berstatus janda.
Menurut Nikita, menjadi janda bukanlah sebuah kehinaan dan tidak seharusnya membuat seorang perempuan merasa rendah diri. Ia menilai setiap perempuan berhak menjalani kehidupannya tanpa harus terbebani oleh penilaian negatif dari orang lain.
Ia pun mengajak para perempuan agar tidak terlalu memedulikan cemoohan lingkungan sekitar. Sebab, orang lain belum tentu mengetahui berbagai persoalan dan perjuangan yang harus mereka hadapi dalam menjalani kehidupan.
"Kita menjadi seorang janda itu bukan suatu kehinaan. Jangan takut dicemooh sama tetangga karena mereka enggak tahu apa-apa tentang kita. Jangan takut dicemooh dengan orang lain karena mereka tidak tahu apa yang sudah kita perjuangkan buat semua wanita Indonesia," pesan dia.
(hap)
Load more