Siapa Aron Ashab? Viral Usai Mengaku Diculik dan Disiksa, Kini Ancam Lapor Polisi
tvOnenews.com - Nama kreator konten sekaligus aktor Aron Ashab kembali menjadi perbincangan setelah hampir setahun tidak aktif di media sosial.
Pada 14 Oktober 2026, ia mendadak muncul melalui Instagram dengan cerita yang mengejutkan: dirinya mengaku menjadi korban penculikan, penyekapan, dan kekerasan fisik oleh sejumlah orang.
Dalam pengakuannya, Aron menyebut dirinya dibawa ke suatu tempat yang ia gambarkan seperti penjara. Ia juga menuding keterlibatan kelompok yang disebutnya sebagai “preman penunggang agama”.
Menurut versinya, tindakan tersebut dilakukan atas perintah pihak tertentu. Namun, identitas orang-orang yang dituding terlibat dan kebenaran kronologi yang disampaikan belum dapat diverifikasi secara independen.
Kemunculan Aron pun memunculkan pertanyaan tentang apa yang terjadi selama ia menghilang, bagaimana ia bisa kembali ke Jakarta, dan langkah apa yang akan ditempuh setelah menyampaikan tuduhan serius tersebut. Melalui sejumlah unggahan, ia mengaku berhasil melarikan diri dengan bantuan warga dan telah berkonsultasi dengan tim kuasa hukum untuk membawa perkara itu ke jalur hukum.
Aron Ashab Kembali Setelah Menghilang Sejak November 2025
Aron terakhir kali diketahui aktif mengunggah konten pada 2 November 2025. Setelah berbulan-bulan tidak memberikan kabar melalui media sosial, ia kembali menyapa pengikutnya pada 14 Oktober 2026.
“Apa kabar dunia, aku kembali!” tulisnya dalam unggahan Instagram yang dikutip pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Namun, pesan tersebut bukan sekadar pengumuman bahwa dirinya kembali aktif. Aron kemudian menjelaskan alasan di balik ketidakhadirannya dan mengklaim mengalami peristiwa yang membuatnya tidak bisa menjalani kehidupan seperti biasa.
“Gw kemana selama ini lo tanya? Gw di PENJARA. Or bisa dibilang gw abis diculik trus dimasukin penjara,” tulis Aron dalam keterangan unggahannya pada Kamis, 14 Oktober 2026.
Ia mengaku dibawa secara paksa, dikurung, dan mengalami kekerasan. Aron juga menuding orang-orang yang disebutnya sebagai pelaku melakukan tindakan tersebut atas perintah pihak lain.
“Penculikan bayaran yang dilakukan satu oknum dan difasilitasi preman preman kampretos yang sok keras berani nangkep gw pakai kekerasan, ngurung gw, nyiksa gw, gebukin gw maksa gw ini itu,” tulisnya.
Load more